<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678</id><updated>2012-02-06T10:12:32.932+08:00</updated><title type='text'>Gede Artha</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>474</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-8531418617120144049</id><published>2012-01-27T15:07:00.001+08:00</published><updated>2012-01-27T15:07:57.788+08:00</updated><title type='text'>Surat Dari Rakyat untuk Presidennya</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="0" border="0"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" style="font: inherit;"&gt;&lt;div&gt;Surat Terbuka Dosen IPB untuk Presiden SBY&lt;br /&gt;Sabtu, 21 Januari 2012 , 10:43:00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESIDEN SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA surat elektronik ini menjumpai Anda dalam keadaan sehat, dan tidak sedang dirundung resah dengan keadaan negeri ini, seperti saya sedang resah oleh karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, pekan-pekan ini negeri ini menyaksikan gejolak gerakan anarkhis yang tak terhitung jumlahnya di desa-desa dan aras bawah lapisan sosial negeri ini. Sekiranya Anda dulu saat belajar di IPB sempat mempelajari ilmu-ilmu sosiologi pedesaan, maka Anda akan segera paham bahwa akar persoalan itu sesungguhnya bukan kekerasan biasa. Gejolak ini berakar kuat pada krisis pedesaan di pelosok-pelosok negeri yang bertali-temali dengan krisis penguasaan sumber-sumber penghidupan (tanah, air, hutan, dsb). Sayangnya, waktu terlalu cepat dan anda tidak sempat  berkenalan dengan sosiologi pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, hendak dikatakan bahwa krisis yang terjadi bukanlah krisis ekonomi biasa, tetapi krisis itu berkaitan erat dengan suasana kebatinan sosiologis rakyat Indonesia di pedesaan yang penghidupannya merasa terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis pedesaan itu sebenarnya bertali-temali dengan krisis kependudukan dan krisis ekologi yang menambah warna krisis pedesaan semakin kelam. Dalam suasana krisis yang kelam tersebut, rakyat menghadapi jalan buntu kemana mereka hendak memastikan jaminan hak-hak hidup mereka. Jalan buntu yang lebih membuat frustrasi adalah tak ada jalan kemana mereka mengadu, karena negara [dengan seluruh perangkatnya] menjadi terlalu asing bagi mereka. Negara menjadi asing karena negara lebih suka mendengar bukan suara orang-orang desa, melainkan suara lain dari pihak yang selama ini berseberangan dengan orang-orang desa (suara pemodal yang berselingkuh dengan para rent-seeker negeri ini).&lt;br  /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, bila rakyat menjadikan anarkhisme dan radikalisme sebagai habitus/cara-hidup (terlebih dibumbui dengan kekerasan dan perilaku kriminal) seperti yang mereka tunjukkan hari-hari ini pada laporan media TV-TV nasional, itu tentu bukanlah sifat orang-orang negeri ini yang sebenar-benarnya yang dikenal santun dan penuh harmoni. Kekerasan dan anarkhi juga bukan cita-cita moral para founding fathers kita tatkala mereka menyusun Pembukaan UUD 1945 yang masih kita junjung tinggi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kekerasan demi kekerasan yang mereka tunjukkan adalah sekedar reaksi atas kekerasan demi kekerasan yang menghampiri mereka setiap hari, yang telah dilakukan oleh pihak lain yang seharusnya justru melindungi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan oleh rakyat menjadi absah, karena negara mendahului melakukan kekerasan dan anarkhisme melalui keputusan-keputusan yang menekan orang-orang desa. Eksklusi yang menyebabkan eliminasi sumber-sumber  penghidupan orang desa (betapapun lemahnya legitimasi mereka berada di suatu kawasan) tak pernah dicarikan solusi hukum yang memadai. Bahkan keputusan hukum semakin meminggirkan mereka. Sesungguhnya mereka (orang-orang desa itu) hanya ingin bisa hidup cukup, tak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, kita boleh berbeda pendapat, tetapi saya memandang bahwa negara telah lebih dahulu melakukan kekerasan bergelombang dari waktu ke waktu yang sistemik dan sistematis melalui Undang-Undang sektoral yang banyak melukai hati anak-anak negeri ini [sebut saja UU investasi, UU Perkebunan, UU Minerba, UU sumberdaya air dsb] dan keputusaan-keputusan regulatif turunannya yang muaranya adalah pemberian legitimasi dan hak-hak khusus kepada sektor swasta (kapitalis) yang sudah lama dikenal sebagai pihak yang sering berseberangan dengan orang desa (petani, nelayan, dan pelaku ekonomi kecil). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebut kekerasan negara yang dilegitimasi oleh UU  (undang-undang) dan regulasi turunan (yang sering dihasilkan secara konspiratif-terselubung oleh para pihak kepentingan ekonomki-kapital) sebagai pemicu penting kekerasan oleh rakyat yang saat ini berlangsung di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, mohon Anda memahami pandangan saya bahwa sektor swasta-kapitalis (terutama skala raksasa dan trans-national corporation) sebagai "anak-emas" negeri ini telah juga lebih dahulu melakukan kekerasan dengan mengakumulasi material berlebihan dari tanah air akibat pengagungan etika-etika moral yang sebenarnya kurang cocok bagi negeri penuh harmoni ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral ekonomi berintikan etika yang dibangun sektor kapitalis adalah maksimisasi profit, akumulasi modal, ekspansi usaha (tak peduli meminggirkan ekonomi rakyat kecil yang telah ada lebih dahulu ada ataupun menghancurkan lingkungan hidup) tanpa pandang bulu, pengagungan terhadap individualisme dan greediness. Keangkuhan serta ketamakan para kapitalis  dalam menguasai sumberdaya alam dan merusakkan materi-materi yang ada di negeri ini (kehancuran hutan dan masyarakat di dalamnya oleh ekspansi modal adalah salah satu contohnya) adalah kekerasan yang nyata dan tidak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, dengan demikian saya menyebut situasi krisis di Indonesia tercinta yang terjadi hari-hari ini adalah KEKERASAN NEGARA, KEKERASAN KAPITALIS, dan KEKERASAN RAKYAT yang bersatu padu mewarnai peradaban negeri yang katanya dipenuhi oleh rasa kasih-sayang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hulu dari segala kekerasan itu sebenarnya sangat sederhana, karena kekerasan-kekerasan itu adalah cara untuk mendapatkan sejumput kesempatan bertahan hidup di negeri ini, secara wajar. Namun kewajaran itu tak pernah tercapai, maka KEBERTAHANAN HIDUP HARUS DIREBUT DENGAN CARA KEKERASAN nan SADISTIS yang dilakukan baik oleh NEGARA, SWASTA maupun kini oleh RAKYAT. Sebuah situasi yang sangat mengenaskan bila hal ini terjadi di negeri ini.&lt;br  /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, marilah kita merenung, tidakkah situasi ini representasi sebuah PELURUHAN PERADABAN yang mengkhawatirkan bagi bumi-nusantara yang dikenal sangat beretika santun, penuh keadilan, dan tata-krama? Ataukah, Anda melihat hal-hal ini sebagai kewajaran sehingga Anda sekedar mengutus tim ini dan tim itu sekedar untuk "mengobati luka permukaan"? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, daku sangat berharap Anda melakukan langkah konkrit mendasar dengan mengubah keadaan ini dari akar-akar persoalannya, bukan dari gejala yang tampak di permukaan saja. Daku sangat berharap Anda menunjukkan keberpihakan kepada orang- orang desa dan rakyat kecil yang jumlahnya jauh lebih banyak dari segelintir pemodal di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yth Presiden RI, sebagai anak-bangsa, daku mengajak Anda berpikir dan bertindak lebih nyata dan lebih dalam lagi untuk menyikapi persoalan krisis bangsa ini. Sengaja kutulis surat elektronik ini dalam kalimat yang egaliter,  bukan berarti daku tak menghormati Anda. Daku menghormati Anda sebagai presiden RI, karenanya kutulis surat ini kepada Anda, bukan kepada yang lain, karena kutahu hanya Presiden RI yang bisa menangani ini semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat elektronik ini kubuat dalam suasana kebatinan sebagai sesama anak bangsa yang memikirkan dan merasakan keresahan secara bersama-sama, dan prihatin kemana sebenarnya negeri ini akan dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berpikir lebih adil dan seimbang, mari kita ciptakan kedamaian dan suasana kebatinan yang menyejukkan seluruh komponen anak bangsa. Semoga Anda diberkahi kekuatan untuk bertindak lebih jauh bagi negeri ini oleh Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam negeri tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arya Hadi Dharmawan&lt;br /&gt;Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB&lt;br /&gt;Warga Negara RI - tinggal di Bogor Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembusan: kepada rakyat Indonesia melalui jaringan beberapa milis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-8531418617120144049?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/8531418617120144049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=8531418617120144049' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8531418617120144049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8531418617120144049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2012/01/surat-dari-rakyat-untuk-presidennya.html' title='Surat Dari Rakyat untuk Presidennya'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-710970899578878551</id><published>2011-12-21T18:28:00.001+08:00</published><updated>2011-12-21T18:28:50.459+08:00</updated><title type='text'>Types of People</title><content type='html'>&lt;div style="color:#000; background-color:#fff; font-family:times new roman, new york, times, serif;font-size:12pt"&gt;&lt;font style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;" size="3"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;There  are three types of people in this world: &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;" size="3"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;1. Those who make things happen&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;,&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;" size="3"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;2. Those who watch things happen, &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;" size="3"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br&gt;3. Those who  wonder what happened.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;Which type are you ?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-710970899578878551?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/710970899578878551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=710970899578878551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/710970899578878551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/710970899578878551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/12/types-of-people.html' title='Types of People'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3921645627783050680</id><published>2011-11-23T09:06:00.000+08:00</published><updated>2011-11-23T19:23:45.828+08:00</updated><title type='text'>Tips Keuangan untuk Pasangan Muda</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;Dear Friends,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pada saat baru menikah,  dimana tanggung jawab keluarga masih tidak terlalu besar karena belum ada anak.  Saat itu,&amp;nbsp; pengeluaran sebagai pasangan yang baru menikah pasti masih lebih  leluasa, walaupun sudah ada hutang-hutang misalnya KPR, KPM dan lainnya.&amp;nbsp;  Tetapi saat si kecil dan lucu lahir ke dunia, mulailah timbullah permasalahan  keuangan keluarga yang baru. Urusan sekolah, kursus-kursus, dan lain sebagainya,  yang bisa membuat orangtua pusing kepala. Apalagi antara suami istri kurang ada  komunikasi yang saling terbuka mengenai keuangan, bisa dipastikan bisa timbul  pertengkaran.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Karena itu ada beberapa kesalahan yang bisa dihindari oleh  pasangan yang baru menikah dalam urusan keuangan: &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;1. Menambah  hutang-hutang. Seringkali, pasangan yang baru menikah adanya tambahan  hutang-hutang baik misalnya menambah kendaraan baru, penggunaan kartu kredit  yang makin meningkat. &lt;BR&gt;Standard yang baik untuk hutang adalah jumlah  pembayaran hutang tiap bulannya sebesar 30% dari pendapatan bulanan keluarga,  termasuk pembayaran hutang kartu kredit. Satu tips yang bisa jadi pertimbangan,  30% diambil dari pendapatan suami, sehingga pendapatan istri bisa sebagai  pelapis kalau terjadi apa-apa.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;2. Yang juga sering saya temui pada  teman-teman saya, pasangan baru menikah tidak buka-bukaan soal keuangan,  sehingga tidak membuat budget keuangan keluarga. Ikut arus saja, toh masih bisa  hidup dan makan. Ini adalah suatu kondisi bahaya, dimana artinya pasangan suami  istri dalam hal keuangan, berjalan dalam gelap tanpa tujuan yang jelas. Uang  yang diperoleh habis begitu saja. &lt;BR&gt;"Buka Hati, lalu Buka Dompet, baru Buka  Celana". Urutan ini tidak boleh terbaik. Mulailah berbicara buka-bukaan tentang  uang dengan pasangan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;3. Tidak menyiapkan Dana Pensiun dan Dana  Pendidikan karena dianggap masih lama. Hati-hati, tanpa kita sadar, waktu terus  berlalu dan tidak bisa kembali. Padahal waktu adalah faktor penting dalam  persiapan tujuan-tujuan keuangan keluarga kita. Semakin panjang waktu persiapan,  maka semakin sedikit dana yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan  itu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;4. Tidak punya dana darurat. Mungkin sering kita dengar tentang  penyiapan dana darurat untuk kondisi darurat, 3 -12 bulan tergantung kondisi  keluarga. Tapi banyak yang tidak punya. dengan berbagai alasan, masih ada hutang  KPR, hutang mobil, biaya sekolah anak, dan lainnya sehingga tidak menyiapkan  dana darurat. Kembali, di kondisi ekonomi yang kurang baik ini, ada baiknya  dipersiapkan dana darurat ini kalau tiba-tiba terjadi hal-hal yang tidak  diinginkan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Yuk mari, jangan sampai kesalahan-kesalahan diatas kita buat  dan apabila sudah terjadi, mari kita perbaiki, supaya keluarga kita menjadi  keluarga Indonesia yang sejahtera.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Managing Family;s Money with  Love&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Best Regards&lt;BR&gt;Johan Suhadi, CFP®&lt;BR&gt;MoneynLove Financial  Consulting&lt;BR&gt;Email: &lt;/FONT&gt;&lt;A href="mailto:johan.suhadi%40moneynlove.com"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;johan.suhadi@moneynlove.com&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;A  href="http://www.MoneynLove.com"&gt;www.MoneynLove.com&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3921645627783050680?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3921645627783050680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3921645627783050680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3921645627783050680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3921645627783050680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/11/tips-keuangan-untuk-pasangan-muda.html' title='Tips Keuangan untuk Pasangan Muda'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7056659543947345936</id><published>2011-11-18T22:43:00.000+08:00</published><updated>2011-11-20T11:38:16.089+08:00</updated><title type='text'>Perlukah Investasi Sedini Mungkin?</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV  style="FONT-STYLE: normal; DISPLAY: inline; FONT-FAMILY: 'Calibri'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: small; FONT-WEIGHT: normal; TEXT-DECORATION: none"&gt; &lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;B&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/06/19/menghitung-future-value-anuitas/"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/06/19/menghitung-future-value-anuitas/&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;/B&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;B&gt;&lt;BR&gt;&lt;/B&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Investasi apakah  perlu...??&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Bisa saja perlu,  bisa saja tidak.. itu tergantung tujuan keuangan yang ingin Anda  capai.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;Seperti diketahui bersama bahwa inflasi itu pasti dan  tidak bohong.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Tiap tahun harga  kebutuhan meningkat, bisa di atas 10% bahkan bisa diatas 15%  pertahun.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Berikut yang  menurut pengamatan saya kebutuhan yang naiknya bisa lebih dari 10% per tahun  :&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoListParagraphCxSpFirst align=justify&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoListParagraphCxSpFirst align=justify&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;1.&lt;SPAN style="LINE-HEIGHT: normal; FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 7pt"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Kebutuhan tempat tinggal  (properti)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoListParagraphCxSpMiddle align=justify&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;2.&lt;SPAN style="LINE-HEIGHT: normal; FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 7pt"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Kebutuhan  pendidikan&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoListParagraphCxSpLast align=justify&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;3.&lt;SPAN style="LINE-HEIGHT: normal; FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 7pt"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Kebutuhan  kesehatan&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Jika Anda masih  menggunakan tabungan sebagai instrumen untuk menyimpan asset Anda, maka hasil  itu akan kurang maksimal. Karena nilai uang anda akan selalu turun tiap  tahun-nya, karena bunga deposito atau tabungan saat ini (Nopember 2011) adalah  sebesar 6%. Bunga tersebut setelah dipotong pajak 20% akan mendapatkan nett  4,8%. Naiknya kebutuhan tersebut atau yang disebut inflasi ternyata lebih dari  bunga tabungan.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Salah satu cara  yang paling baik untuk meningkatan asset Anda adalah dengan investasi. Apakah  perlu untuk melakukan investasi sedari dini atau ditunda untuk 3 tahun atau 5  tahun lagi. Perlu diingat bahwa sebelum Anda melakukan investasi pastikan  keuangan Anda sudah sehat, jangan Anda masih punya rasio hutang terhadap  penghasilan diatas 65% tapi Anda memaksakan untuk berinvestasi.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal align=justify&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Berikut akan  sedikit saya jelaskan tentang keajaiban investasi, tidak perlu besar tapi  mulailah sedini mungkin.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 18pt"&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 18pt"&gt;Menghitung Future Value Anuitas (Mengoptimalkan  &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 18pt"&gt;return dengan Dollar Cost  Averaging)&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 10pt"&gt;Posted: Juni 19, 2011 by &lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 10pt"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Pandji  Harsanto&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 10pt"&gt; in &lt;A  title="Lihat seluruh tulisan dalam PERENCANAAN KEUANGAN"  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/category/perencanaan-keuangan/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;PERENCANAAN KEUANGAN&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;, &lt;A  title="Lihat seluruh tulisan dalam reksadana"  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/category/reksadana/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;reksadana&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt; &lt;BR&gt;Tag:&lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/tag/dollar-cost-averaging/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;dollar cost averaging&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;, &lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/tag/future-value/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;future value&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;, &lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/tag/menghitung-future-value/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;menghitung future value&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;, &lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/tag/perencanaan-keuangan-2/"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;perencanaan keuangan&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt; &lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "  class=Apple-style-span&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: " class=Apple-style-span&gt;Berapakah  nilai masa depan anuitas apabila Anda berinvestasi uang sebesar Rp. 100.000,-  per bulan atau Rp.1.200.000,- per tahun dengan return 25% per tahun selama 20  tahun ? dan bandingkan jika Anda berinvestasi selama 25 tahun?&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Jawab :&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Selama 20 tahun&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;FV&lt;SUB&gt;anuitas&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/SUB&gt;= nilai investasi&amp;nbsp; x&amp;nbsp; Faktor FV&lt;SUB&gt;anuitas&amp;nbsp; &lt;/SUB&gt;x  (1+r)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 1.200.000,00&amp;nbsp;&amp;nbsp; x  342,945&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  x 1,25&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 514.417.042,793&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Faktor FV&lt;SUB&gt;anuitas&amp;nbsp;  &lt;/SUB&gt;= &lt;U&gt;(Faktor FV -1)&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  r&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  =&amp;nbsp; &lt;U&gt;(1+r)&lt;SUP&gt;n&amp;nbsp; &lt;/SUP&gt;- 1&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  r&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = &lt;U&gt;(1+0,25)&lt;SUP&gt;20 &lt;/SUP&gt;-1&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  0,25&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  =&amp;nbsp; 342,945&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Jika selama 25  tahun&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;FV&lt;SUB&gt;anuitas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/SUB&gt;= nilai investasi&amp;nbsp; x&amp;nbsp; Faktor FV&lt;SUB&gt;anuitas &lt;/SUB&gt;x  (1+r)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 1.200.000,-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x&amp;nbsp;  1054,791&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; x 1,25&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 1.582.186.776,100&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Faktor FV&lt;SUB&gt;anuitas&amp;nbsp;  &lt;/SUB&gt;= &lt;U&gt;(Faktor FV -1)&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  r&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = &lt;U&gt;(1+r)&lt;SUP&gt;n&amp;nbsp; &lt;/SUP&gt;- 1&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  r&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = &lt;U&gt;(1+0,25)&lt;SUP&gt;25 &lt;/SUP&gt;-1&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  0,25&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 1054,791&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Jadi jika anda berinvestasi&amp;nbsp;  rutin pada reksadana sebesar 100.000 per bulan atau 1,2 juta pertahun dengan  return 25% selama &lt;B&gt;25 tahun&lt;/B&gt;, maka di akhir tahun ke 25 hasilnya akan  menjadi &lt;B&gt;Rp.1.582.186.776,10 &lt;/B&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;sedangkan  jika hanya berinvestasi &lt;B&gt;20 tahun Rp.514.417.042,79&lt;/B&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Penundaan yang dilakukan selama 5  tahun cukup memberikan hasil yang signifikan yaitu &lt;/SPAN&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;Rp.1.067.769.733,31. &lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;SPAN  style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Perbedaan yang cukup signifikan  bisa tiga kali lipat dengan perbedaan waktu 5 tahun.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Dengan rumus ini Anda dapat  menghitung sendiri kebutuhan yang Anda inginkan untuk di masa yang akan datang,  misalnya untuk merencanakan biaya pendidikan atau kuliah anak Anda, Kebutuhan  membeli kendaraan, ataupun kebutuhan pensiun.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Jadi selama kita masih diberikan  waktu untuk memulai dari sekarang, untuk apa ditunda lagi.Karena waktu akan  terus berjalan tanpa pernah kembali lagi.. (demi masa)&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;Selamat merencanakan kebutuhan  jangka panjang anda, demi kehidupan yang lebih baik dan terencana. Selamat  berinvestasi.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.files.wordpress.com/2011/06/perhitungan-investasi-reksa-dana.pdf"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;Perhitungan investasi reksa dana&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.files.wordpress.com/2011/06/mengoptimalkan-return-lewat-dollar-cost-averaging-investor.pdf"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT  color=#0000ff&gt;mengoptimalkan return lewat dollar cost averaging –  investor&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;Best Regard&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pandji  Harsanto, SE, RFA&lt;/FONT&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: "&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;FONT  style="FONT-SIZE: 11.3pt"&gt;®&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;Gedung Prijadi Praptosuhardjo III lantai 3&lt;BR&gt;Jl. Budi  Utomo Nomor 6 Jakarta Pusat&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;B&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;085697359500&lt;BR&gt;08170778989&lt;BR&gt;02183211555&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/B&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/" target=_blank&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://pandjiharsanto.wordpress.com/&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href="http://www.moneynlove.com/" target=_blank&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;www.moneynlove.com&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;twitter : &lt;B&gt;@pandjiharsanto&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;PIN BB  :&lt;/FONT&gt;&lt;B&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;22D3A6D0&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/B&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7056659543947345936?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7056659543947345936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7056659543947345936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7056659543947345936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7056659543947345936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/11/perlukah-investasi-sedini-mungkin.html' title='Perlukah Investasi Sedini Mungkin?'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-532424074755818889</id><published>2011-11-16T22:42:00.000+08:00</published><updated>2011-11-16T22:58:59.103+08:00</updated><title type='text'>Kelebihan dan Kekurangan Logam Mulia</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV  style="FONT-STYLE: normal; DISPLAY: inline; FONT-FAMILY: 'Calibri'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: small; FONT-WEIGHT: normal; TEXT-DECORATION: none"&gt; &lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Apabila Pak Pandji sudah mengulas keistimewaan emas tsb, maka apabila tidak  keberatan, sebagai pelengkap artikel beliau, saya ingin sharing sedikit beberapa  poin dalam berinvestasi di LM beserta risiko yang mungkin terjadi berdasarkan  hasil trial &amp;amp; error yang saya alami selama mencoba-coba investasi di LM  ini:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Emas tidak selalu naik.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Memang benar seperti yang ditulis Pak Pandji, selama 10 tahun terakhir  harga emas menanjak terus sehingga emas menjadi populer. Tapi perlu diingat,  sebelum dasawarsa tersebut, selama kurang lebih 25 tahun (dari 1981 - 2004),  kenaikan harga emas rata-rata hanyalah 2% per tahun, atau cenderung stagnan.  Tahun 1981 harga rata-rata emas per troy ounce: US$ 460, di tahun 2004 harga  rata-ratanya masih US$ 410. Data-data lengkap dan chartnya bisa dilihat di &lt;A  href="http://www.kitco.com"&gt;www.kitco.com&lt;/A&gt; &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Apabila kita merencanakan tujuan keuangan dengan menggunakan instrumen emas  dalam kurun waktu 25 tahun tersebut, ada kemungkinan dana yang dibutuhkan tidak  dapat tercapai.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Faktor penentu harga LM di Indonesia.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Memang kita bisa memantau harga gold spot setiap saat melalui &lt;A  href="http://www.kitco.com"&gt;www.kitco.com&lt;/A&gt; untuk melihat apakah harga di  pasaran dunia saat ini sedang tren naik/turun, namun khusus untuk harga LM di  Indonesia, ada 3 faktor yang mempengaruh harga LM dalam Rupiah berdasarkan  pengamatan saya:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;a) Harga Gold Spot di pasaran dunia: diukur dalam US$ per troy ounce,  sangat terpengaruh oleh kondisi ekonomi global serta demand and supply global.  Menurut saya, harga ini hanya bisa dijadikan patokan saja apakah kondisi emas  dunia saat ini sedang naik atau turun. Tapi tidak mencerminkan harga LM yang  dijual di Indonesia pada hari yang bersangkutan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;b) Kurs tukar US$ terhadap Rupiah: sangat terpengaruh kondisi perekonomian  Indonesia, ekonomi global serta beberapa faktor lain, mis: apakah BI berada di  pasar untuk menjaga Rupiah dari aksi spekulan, ataukah hutang luar negeri dalam  US$ sedang mendekati jatuh tempo dsb.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mengkombinasikan poin a &amp;amp; b, maka bisa kita ketahui berapa harga gold  spot tersebut dalam rupiah, caranya:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Harga gold spot dalam rupiah = (a) x (b) / 31,1034768.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Note: 1 troy ounce = 31.1034768 grams.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ketika USD/IDR masih stabil di kisaran 8.500 - 8.600, variable ini tidak  terlalu berpengaruh, namun hal berbeda terjadi belakangan ini dimana USD/IDR  sempat tembus ke ke level 9.000 an.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;c) Posisi stok LM produksi Antam: Antam mempunyai cadangan emas dan  kapasitas produksi terbatas. Antam juga memiliki kontrak-kontrak penjualan  dengan perusahaan baik dalam maupun luar negeri, dan juga menjual secara ritel.  Apabila pada bulan tertentu, Antam harus memenuhi pengiriman kontrak penjualan  tersebut dan jumlahnya cukup besar, maka kuota untuk penjualan ritel akan  dikurangi. Sehingga sesuai hukum demand-supply, maka para pedagang emas / bandar  emas akan menaikkan harga jual LM di pasaran, walaupun mungkin harga Gold Spot  saat itu sedang turun. Faktor (c) ini agak sulit diketahui informasinya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Contoh kasus:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;26 Agustus 2011: harga gold spot US$ 1,787 per troy ounce, kurs tengah BI  untuk USD/IDR adalah Rp 8.578. Harga jual LM Antam pada tanggal tersebut adalah  Rp 496.000/gram.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;17 Oktober 2011: harga gold spot US$ 1,670.70 per troy ounce, kurs tengah  BI untuk USD/IDR adalah Rp 8.845. Harga jual LM Antam pada tanggal tersebut  adalah Rp 516.000/gram&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Seharusnya kalau hanya menggunakan faktor (a) &amp;amp; (b), maka harga LM  tanggal 17 Oktober seharusnya lebih rendah dari 26 Agustus, kenyataannya adalah  sebaliknya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3) Tempat dan waktu terbaik membeli LM&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tempat&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak selalu Antam menjual dengan harga lebih murah daripada toko-toko  emas, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini menurut pengamatan saya lebih  dipengaruhi oleh posisi stok LM di bandar emas dan stok LM Antam. Karena itu  saran saya jangan selalu membeli LM di Antam hanya karena dia adalah  produsennya, karena harga Antam bisa lebih mahal pada saat-saat tertentu  dibandingkan toko-toko emas. Lihat saja website Antam dan tanyakan lagi harga  hari itu di toko-toko emas, bandingkan mana yang lebih murah. Barangnya juga  sama, yaitu LM sertifikat Antam.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Untuk patokan harga di toko-toko, biasanya saya cek ke &lt;A  href="http://www.goldgram.co.id"&gt;www.goldgram.co.id&lt;/A&gt; (bukan promosi  website/toko itu, tapi cara ini lebih praktis daripada telpon ke toko-toko emas  tiap saat)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Waktu&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ada beberapa artikel perencanaan keuangan yang pernah saya baca, yang  menyarankan agar menghindari hari Senin/Jum'at apabila ingin membeli emas  dikarenakan kemungkinan terpengaruh dengan situasi ekonomi dunia, ada juga yang  menyarankan pembelian dilakukan secara konsisten (misalkan tiap hari Rabu 1  minggu 1x). Namun menurut saya, cara seperti ini kurang bisa memaksimalkan  profit dari emas, karena kita seakan-akan tidak memantau pergerakan harga LM  pada saat tersebut, namun membeli secara buta saja dengan konsisten.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saran saya: pantaulah terus faktor 2a &amp;amp; 2b tiap hari, dan juga cek  website Antam serta harga toko-toko emas sehingga Anda bisa mendapatkan feeling  apakah ini saat yang sudah tepat untuk membeli LM lagi, karena selisih harga  1000 saja per hari, apabila anda membeli 100 gram itu sudah berarti selisih Rp  100.000.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sekedar catatan: Antam mulai memasang harga di website setiap jam 9.00  pagi. Sementara toko-toko emas baru mendapatkan harga dari bandar emas, sekitar  jam 11 siang dan menutup deal hari itu jam 16.00 (pesanan terakhir). Untuk hari  Sabtu, biasanya bandar emas akan melihat dulu harga gold spot dunia sampai Sabtu  dinihari (bisa anda pantau juga melalui Bloomberg/CNBC), apabila harga gold spot  dunia turun terlalu jauh dibandingkan Jum'at, maka beberapa bandar akan  memutuskan tidak melakukan penjualan di Sabtu dan memantau lagi kondisi hari  Senin. Sehingga kalau anda ingin membeli LM di hari Sabtu, belum tentu semua  toko emas menjual, tergantung pasokan dan informasi dari bandar emas  masing-masing. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mudah-mudahan rekan yang lain dapat berbagi juga tip-tip lainnya untuk  memperluas wawasan kita bersama serta memberi masukan apabila ada poin-poin di  atas yang dirasakan kurang tepat, karena saya sendiri juga masih belajar terus  dan berkeinginan belajar lebih banyak lagi dari artikel-artikel di milis ini dan  input-input para member sekalian, Terima kasih.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Best regards,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Budiyanto&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-532424074755818889?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/532424074755818889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=532424074755818889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/532424074755818889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/532424074755818889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/11/kelebihan-dan-kekurangan-logam-mulia.html' title='Kelebihan dan Kekurangan Logam Mulia'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7852075776896169078</id><published>2011-11-11T22:51:00.000+08:00</published><updated>2011-11-11T23:49:53.927+08:00</updated><title type='text'>Mengenal Reksadana</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Rendahnya bunga tabungan dan deposito sementara disisi lain penghasilan  yang sepertinya selalu ketinggalan dan tidak mampu mengejar tujuan-tujuan  keuangan yang telah kita susun sebelumnya, memaksa kita untuk berpikir dan  bertindak lebih bijak mencari alternatif bentuk investasi lain. Sebagai gambaran  &lt;STRONG&gt;uang di tabungan baru tidak akan tergerus jika saldonya minimal Rp 6  juta. Karena pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik  keseimbangan&lt;/STRONG&gt;.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Instrumen investasi apa saja yang tersedia buat kita agar tercapai  tujuan-tujuan keuangan yang telah kita buat ? Yang dapat dimengerti oleh kita,  dimana pengetahuan kita tentang investasi terbatas, waktu terbatas, dan dana  terbatas. Pokoknya semuanya serba TERBATAS . Oiya, tetapi harus liquid (artinya  mudah di konversi ke cash) dan returnnya lebih tinggi dari tabungan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana lah jawabannya. Reksadana muncul karena umumnya pemodal mengalami  kesulitan melakukan investasi sendiri pada berbagai macam instrumen surat  berharga. Terbatasnya pengetahuan pemodal yang membuat kesulitan dalam melakukan  berbagai analisa dan memonitor kondisi pasar secara terus menerus yang sangat  menyita waktu. Kesulitan lain adalah dibutuhkannya dana yang relatif besar untuk  dapat investasi pada instrumen surat berharga tersebut.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Secara umum reksadana utama yang ditawarkan Manajer Investasi (MI) di  Indonesia dibagi dalam 4 jenis kategori yaitu :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Reksadana Pasar Uang &lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang menempatkan 100% dana kelolaan  pada instrumen pasar uang. Yaitu instrumen utang jangka pendek yang tak lebih  dari setahun. Misalnya, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau obligasi  yang akan jatuh tempo kurang dari setahun. Instrumen Pasar Uang – kecuali  obligasi berumur kurang dari setahun – tidak diperjualbelikan. Oleh karena itu  (Nilai Aktiva Bersih) NAB reksadana ini tidak berubah-ubah atau tetap.  Keuntungan yang Anda terima tidak tercermin dari NAB, melainkan dalam bentuk  tambahan jumlah Unit Penyertaan (UP) milik Anda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dengan karakteristik seperti ini, reksadana pasar uang cocok bagi mereka  yang terbiasa berinvestasi di deposito. Produk ini juga pas buat pemodal yang  beriorientasi jangka pendek dan jenis pemodal yang mempunyai toleransi resiko  rendah (konservatif). Tentu saja para pemodal mesti maklum bila hasil investasi  reksadana ini tak berbeda jauh dari deposito. Soalnya, reksadana pasar uang  menempatkan sebagian dana pemodal ke deposito bank.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Reksadana Pendapatan Tetap &lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang melakukan investasi  sekurang-kurangnya 80% dari porfolionya yang dikelola Manajer Investasi (MI)  dalam efek bersifat utang. Dengan membeli surat utang, MI akan mendapatkan bunga  secara rutin. &lt;STRONG&gt;Inilah maksud "pendapatan tetap" : nilai bunga yang  diterima oleh MI dan penerbit obligasi selalu tetap sampai jatuh  tempo.&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Meski begitu, bukan berarti NAB reksadana ini juga selalu tetap. Asal Anda  tahu, obligasi juga lazim diperjualbelikan di pasar modal. Pada saat tertentu  harga obligasi naik, pada saat yang lain harganya turun. Nah, fluktuasi harga  surat utang ini mempengaruhi NAB reksadana, dan pada gilirannya mempengaruhi  harga UP.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Meski dalam kondisi normal fluktuasi NAB reksadana pendapatan tetap tak  sebesar reksadana saham, sebaiknya Anda juga menjadikan reksadana obligasi ini  sebagai instrumen investasi jangka menengah, 1-3 tahun. Dengan strategi seperti  ini, pemodal reksadana pendapatan tetap kemungkinan akan terhindar dari kerugian  akibat fluktuasi harga obligasi dalam jangka pendek.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana pendapatan tetap ditujukan bagi pemodal yang mempunyai toleransi  resiko menengah (moderate)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Reksadana Saham &lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sesuai namanya, reksadana saham adalah reksadana yang menempatkan mayoritas  dana pemodal dalam instrumen saham. Gampangnya, MI reksadana saham menggunakan  uang Anda untuk berinvestasi dalam bentuk saham. NAB reksadana saham bergerak  seiring perubahan harga saham yang telah dibeli MI (portofolio) di bursa. Jika  harga-harga saham tersebut naik, NAB juga meningkat. Begitu pula sebaliknya;  saat harga saham turun, NAB reksadana ikut melorot. Berhubung NAB reksadana  saham gampang naik turun, harga UP juga fluktuatif. Jika Anda menjual UP ketika  harganya relatif lebih rendah dibandingkan saat Anda membeli, Anda akan merugi  dan sebaliknya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Oleh sebab itu, reksadana saham hanya cocok untuk investasi jangka panjang,  minimal 5 tahun. Dalam jangka panjang, umumnya harga-harga saham meningkat  sehingga Anda juga bisa berharap NAB reksadana saham juga naik.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana saham ini ditujukan untuk mereka yang mempunyai toleransi resiko  tinggi (agresif).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Reksadana Campuran &lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Reksadana campuran merupakan reksadana yang menginvestasikan dananya pada  saham, obligasi dan deposito sekaligus. Gampangnya, ini reksadana gado-gado.  Penempatan dananya bisa di saham, surat utang atau obligasi, deposito dan  instrumen investasi lainnya. Komposisinya pun bisa sangat fleksibel. Dengan  membeli reksadana campuran, pemodal berkesempatan memperoleh imbal hasil dari  berbagai macam instrumen investasi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Biasanya tingkat keuntungan yang diberikan reksadana campuran bisa lebih  tinggi ketimbang reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, bahkan seringkali  hampir menyamai imbal hasil di reksadana saham. Dilain pihak, resiko reksadana  ini boleh dibilang tidak sebesar reksadana saham. Sebab, MI bisa leluasa memutar  dana di segala situasi. Nah, oleh karena itu, pemodal bisa memilih reksadana  campuran ini sebagai alternatif reksadana saham.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;﻿&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Disclaimer : Pemodal reksadana perlu menyadari bahwa reksadana mengandung  risiko dan kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan dan tidak harus menunjukkan  kinerja masa yang akan datang.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=1&gt;Referensi : &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=1&gt;Tabloid Kontan &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=1&gt;REKSADANA (Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern) oleh  Eko Priyo Pratomo &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=4&gt;&lt;STRONG&gt;Uliel Siregar&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=4&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;A  href="http://www.MONEYnLOVE.com"&gt;www.MONEYnLOVE.com&lt;/A&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7852075776896169078?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7852075776896169078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7852075776896169078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7852075776896169078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7852075776896169078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/11/mengenal-reksadana.html' title='Mengenal Reksadana'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7429126218375375188</id><published>2011-11-10T10:17:00.000+08:00</published><updated>2011-11-10T14:10:16.687+08:00</updated><title type='text'>TIDAK SEMUA ORANG BISA ATAU PERLU MEMBELI POLIS ASURANSI JIWA</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/07/02/tidak-semua-orang-bisa-atau-perlu-membeli-polis-asuransi-jiwa/"&gt;http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/07/02/tidak-semua-orang-bisa-atau-perlu-membeli-polis-asuransi-jiwa/&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dalam membuat perencanaan keuangan kompeherensif untuk klien-klien, saya  selalu membuat perencanaan manajemen risiko dengan proteksi/asuransi untuk  mencapai tujuan keuangannya. Namun karena satu atau lain hal ada beberapa klien  saya yang tidak dapat memiliki asuransi jiwa. Karena pada dasarnya Penanggung  tidak akan besedia menanggung tertanggung yang memiliki potensi besar atau  risiko besar.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan seseorang tidak dapat memiliki  polis asuransi jiwa:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Alasan Kesehatan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penanggung atau perusahaan asuransi seringkali menolak pemohon asuransi  jiwa jika ada alasan kesehatan, misalnya karena klien tersebut mempunyai  penyakit hepatitis, AIDS atau penyakit lain yang mengakibatkan ditolaknya  permohonan asuransi jiwa dari klien.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bila klien bertubuh besar (overweight) atau terlalu kurus (underweight)  atas alasan itu biasanya penanggung meminta pemohon asuransi jiwa untuk  melakukan tes kesehatan. Dari pemeriksaan kesehatan tersebut penanggung akan  memberikan laporan atas surat permohonan asuransi jiwa yang diajukannya. Ada  beberapa jawaban yang diberikan oleh penanggung atas permohonan tersebut:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penanggung menerima permohonan tersebut,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penanggung menolak permohonan asuransi jiwa yang diajukan oleh  pemohon,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penanggung menerima permohonan tersebut dengan tambahan ekstra premi dari  pemohon,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penanggung menerima permohonan tersebut dengan pengecualian atas klaim jiwa  atau kesehatan atas penyakit yang eksisting (pernah diderita).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Alasan Usia&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ada beberapa teman-teman saya yang bilang ini adalah faktor U (hehehe..).  Premi asuransi jiwa dipengaruhi oleh beberapa perhitungan, pertama dari tabel  mortalita (usia tertentu menunjukan premi tertentu), kedua adalah jumlah Uang  Pertanggungan yang dibutuhkan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Contoh kasus 1 :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Untuk yang sudah berusia lanjut diatas 70 tahun biasanya mereka yang sudah  di usia tersebut tidak mempunyai tanggungan lagi dan sudah tidak memerlukan  perlindungan atau proteksi lagi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Contoh kasus 2 :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Diketahui seorang ayah bekerja sebagai manager di perusahaan swasta dengan  penghasilan kotor per bulan 25 juta rupiah dan pengeluaran 15 juta per  bulan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bapak ini berusia 49 tahun, anak terakhir berusia 7 tahun, bapak ini ingin  memproteksi keluarganya sampai anak terakhir berusia 22 tahun.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Maka ia membutuhkan proteksi selama 15 tahun.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sesuai dengan tulisan saya bagaimana menghitung UP asuransi jiwa Bapak ini  dengan perhitungan : &lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/06/23/cara-menghitung-uang-pertangungan-asuransi-jiwa/"&gt;http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/06/23/cara-menghitung-uang-pertangungan-asuransi-jiwa/&lt;/A&gt;  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Human Life Value membutuhkan Uang Pertanggungan 4.500.000.000 (4,5 Milyar)  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Based Income Value membutuhkan Uang Pertanggungan 5.000.000.000 (5 Milyar)  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Survival Based Value membutuhkan Uang Pertanggungan 2.700.000.000 (2,7  Milyar) &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Maka secara kasarnya apabila Bapak ini berencana untuk memiliki polis  asuransi jiwa berjangka kontrak 15 tahun dengan UP 2,7 Milyar maka untuk premi  per tahun adalah sekitar 33,4 juta.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dengan usia masuk diatas 40 tahun UP diatas 1 Milyar memerlukan pemeriksaan  yang cukup kompleks maka bisa kemungkinan adanya ekstra premi atas permohonan  polis yang diajukan. Hal ini dapat mengurangi niat bapak tersebut untuk membeli  asuransi tersebut karena: pertama preminya yang terlalu besar yaitu 33,4 juta  pertahun atau 1,3 kali penghasilan bulanan nya. Kedua karena adanya proses  pemeriksaan kesehatan yang mengkibatkan timbulnya ekstra premi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimanapun akhirnya bapak ini membeli polis tersebut karena beliau  memahami pentingnya proteksi bagi keluarganya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Alasan tanggungan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak tepat rasanya jika anak kita membeli polis asuransi jiwa atau bagi  yang belum memiliki tanggungan dan penghasilan untuk membeli polis asuransi  jiwa.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Karena hakikatnya asuransi jiwa bertujuan untuk mentransfer risiko  finansial pada suatu keluarga. Jadi dalam hal ini asuransi jiwa sangat tepat  bagi mereka yang memiliki tanggungan dan memiliki penghasilan. &lt;U&gt;Sehingga bila  terjadi risiko pada si pencari nafkah maka perusahaan asuransi yang akan  menggantikan sejumlah uang pertanggungan kepada ahli warisnya&lt;/U&gt;.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dari beberapa alasan diatas dapat kita simpulkan beberapa hal:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Belilah polis asuransi sesuai dengan kebutuhan keuangan, sesuaikan dengan  penghasilan dan pengeluaran bulanan (mana yang paling optimal),&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Selagi muda dan selagi sehat untuk mempercepat memiliki polis  asuransi,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bila kita ditolak perusahaan asuransi tidak perlu berkecil hati, segera  membangun aset aktif untuk mendapatkan pasif income bagi keluarga yang kita  tinggalkan,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Selalu mereview kebutuhan uang pertangungan yang dimiliki tiap 1 tahun  sekali.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Semoga yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan diimplementasikan dalam  membuat perencanaan keuangan keluarga Anda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Best Regard,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pandji Harsanto, SE, RFA®&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Gedung Prijadi Praptosuhardjo III lantai 3&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jl. Budi Utomo Nomor 6 Jakarta Pusat&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;085697359500 , 08170778989&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;02183211555&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A  href="http://pandjiharsanto.wordpress.com/"&gt;http://pandjiharsanto.wordpress.com/&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A href="http://www.moneynlove.com"&gt;www.moneynlove.com&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;twitter : @pandjiharsanto&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;PIN BB :22D3A6D0&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7429126218375375188?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7429126218375375188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7429126218375375188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7429126218375375188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7429126218375375188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/11/tidak-semua-orang-bisa-atau-perlu.html' title='TIDAK SEMUA ORANG BISA ATAU PERLU MEMBELI POLIS ASURANSI JIWA'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5887216398020564038</id><published>2011-10-28T01:34:00.000+08:00</published><updated>2011-10-28T02:15:53.946+08:00</updated><title type='text'>Bung Hatta dan Sepatu Bally</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face="Trebuchet MS"&gt;Jika ada pemimpin di negeri ini  yang masih terus bertanya tentang kenaikan gaji, fasilitas, pelesiran ke luar  negeri hingga korupsi, maka mereka harus bercermin dari Proklamator bangsa ini,  Bung Hatta. Bung Hatta adalah salah satu sosok tokoh yang patut menjadi contoh  dan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama pemimpin bangsa ini.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face="Trebuchet MS"&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face="Trebuchet MS"&gt;Selama menjadi Wakil Presiden  mendampingin Bung Karno, Bung Hatta sangat memegang nilai-nilai sebagai  negarawan. Beliau begitu disiplin, berintegritas, dan jujur. Bung Hatta hidup  sangat sederhana dan selalu setia pada kepentingan bangsa. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Salah satu  kisah hidup Bung Hatta yang bekerja tanpa pamrih bagi negeri adalah kisah sepatu  Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang  berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden,  berniat membelinya. Beliau kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat  penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.  Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil  untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang  datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally  idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally  itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan  sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu,  sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally.  Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi  kenalan Bung Hatta. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Namun, di sinilah letak kenegarawan dan abdi negara  seorang Bung Hatta. Dalam keadaan hidup sederhana, Bung Hatta tidak pernah  mengeluh kepada masyarakat bahwa beliau hidup miskin, gajinya kecil, gajinya  tidak naik-naik. Sama sekali tidak pernah. Dia tidak berpidato meminta belas  kasihan untuk menaikan popularitasnya. Dia tidak pernah menggunakan titelnya  sebagai Proklamator agar ia mendapat penghasilan yang tinggi. Bung Hatta tidak  pernah mengatakan bahwa seharusnya gaji seorang proklamator sekaligus presiden  harus tertinggi. Tidak pernah. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan  sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata  gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang  lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi  pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak  berutang atau bergantung pada orang lain. Dan yang pasti, beliau tidak curhat  agar dirinya dikasihin sehingga popularitasnya naik. Bung Hatta merupakan sosok  tokoh bangsa yang telah memadukan antara kata dan perbuatannya. Bukan hanya  sebatas slogan "satu kata, satu  perbuatan".&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5887216398020564038?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5887216398020564038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5887216398020564038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5887216398020564038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5887216398020564038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/10/bung-hatta-dan-sepatu-bally.html' title='Bung Hatta dan Sepatu Bally'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1702910614204577970</id><published>2011-10-24T00:45:00.000+08:00</published><updated>2011-10-24T01:57:59.973+08:00</updated><title type='text'>Diversification in Investing</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT class=Apple-style-span face="'Times New Roman'"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;FONT style="BACKGROUND-COLOR: #ffff00"&gt;&lt;/FONT&gt;True diversification  is investing in all four asset classes, which are:&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL type=disc&gt;   &lt;LI class=MsoNormal&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;SPAN    style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;Business:    Owning a business that creates cash flow.&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/SPAN&gt; &lt;/STRONG&gt;   &lt;LI class=MsoNormal&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;SPAN    style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;Real    estate: Having investment properties that create cash flow.&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/SPAN&gt;    &lt;/STRONG&gt;   &lt;LI class=MsoNormal&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;SPAN    style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;Paper    assets: Trading paper assets with technical investments.&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/SPAN&gt;    &lt;/STRONG&gt;   &lt;LI class=MsoNormal&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;SPAN    style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;Commodities:    Hedging against markets with commodities such as gold, silver, oil, and    more.&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/SPAN&gt; &lt;/STRONG&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;As  an investor, you should be in all four asset classes, and you should be  specializing in one or two.&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN  style="BACKGROUND-IMAGE: none; BACKGROUND-ATTACHMENT: scroll; BACKGROUND-REPEAT: repeat; BACKGROUND-POSITION: 0% 0%"&gt;Robert  T. Kiyosaki&lt;/SPAN&gt;&lt;FONT  style="BACKGROUND-COLOR: #ffff00"&gt;&lt;SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;O&gt;&lt;/O&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1702910614204577970?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1702910614204577970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1702910614204577970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1702910614204577970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1702910614204577970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/10/diversification-in-investing.html' title='Diversification in Investing'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-4269847820374108195</id><published>2011-10-08T22:34:00.000+08:00</published><updated>2011-10-08T23:23:11.994+08:00</updated><title type='text'>Paper Assets versus Real Assets</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;Paper assets : harta tdk "real" dalam bentuk kertas,  seperti deposito, reksadana, saham, obligasi dll.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Real assets : business,  emas, properti dll. Ada phisiknya dan dikuasai oleh pemilik.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kekurangan  paper assets:&lt;BR&gt;Tdk ada phisik&lt;BR&gt;Penguasaannya ditangan orang  lain&lt;BR&gt;Dikenakan biaya (oleh pihak ke 3)&lt;BR&gt;Return-nya terbatas, dan ditentukan  pihak ke 3&lt;BR&gt;Tidak bisa di-refinancing&lt;BR&gt;Fluktuatif (saham)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kelebihan  Paper assets:&lt;BR&gt;Mudah penyimpanan, namun harus lebih berhati2 (mudah keselip  atau hilang)&lt;BR&gt;Biaya pemeliharaan yang murah&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kekurangan Real  Assets:&lt;BR&gt;Perlu pemeliharaan&lt;BR&gt;Kurang Likuid&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kelebihan Real  Assets:&lt;BR&gt;Returnnya ditentukan pemilik (bisnis-profit dan properti-disewakan),  lebih tinggi&lt;BR&gt;Bisa di-refinancing (properti)&lt;BR&gt;Bisa dibiayai oleh bank  (bisnis dan properti)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Unit Link saya tidak kategorikan sebagai investasi,  karena UL adalah asuransi ber-ajinomoto investasi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebelum  memasuki Paper Assets sebaiknya Anda memiliki Real Assets terlebih dahulu,  seperti Logam Mulia dan Rumah pribadi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Perbandingan Paper Assets dan Real  Assets : +/- 30% : 70%, sesuaikan dengan profil risiko diri, tujuan keuangan,  pengetahuan dan pengalaman diri.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Investasi bukan ikut-ikutan  dan ingin cepat-cepat sampai (kaya instant).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Investasi adalah sebuah  rencana dan harus memiliki "peta" sebelum melakukannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Investasi adalah  proses dan monitoring serta adjustment.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam buku saya "Investasi  Cerdas", saya sampaikan:&lt;BR&gt;Penipuan Investasi adalah "Orang Pintar yang ingin  cepat-cepat kaya membodohi Orang Goblok yang ingin cepat-cepat kaya  pula!".&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Keserakahan (tidak sabar dan tidak mau kerja keras), kebodohan,  sok pintar (takut diketahui kurang pandai), takut ketinggalan kereta (emang mau  pulang kampung), mudah percaya teman/saudara (uang tidak kenal saudara),  perasaan tidak enak menolak (lebih tidak enak kalo uang sudah melayang) adalah  beberapa penyebab timbulnya penipuan investasi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Demikian  sharing saya, semoga bermanfaat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Salam,&lt;BR&gt;Freddy  Pieloor&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A href="http://www.MONEYnLOVE.com"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;www.MONEYnLOVE.com&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;"Managing Money with  Love"&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-4269847820374108195?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/4269847820374108195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=4269847820374108195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4269847820374108195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4269847820374108195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/10/paper-assets-versus-real-assets.html' title='Paper Assets versus Real Assets'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5453212762152453589</id><published>2011-09-24T15:55:00.000+08:00</published><updated>2011-09-25T04:35:55.671+08:00</updated><title type='text'>Problem Perceraian Umat Hindu di Bali</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A  href="http://www.hukumhindu.com/2011/03/problem-perceraian-umat-hindu-di-bali/"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://www.hukumhindu.com/2011/03/problem-perceraian-umat-hindu-di-bali/&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;&lt;BR&gt;Akibat UU Perkawinan tidak Seimbang Akomodir Adat  Bali dan Ajaran Hindu.&amp;nbsp; KASUS perceraian diatur UU Nomor 1 Tahun 1974  tentang Perkawinan. Namun, ada problem di balik aturan hukum positif terutama  ketentuan yang mengatur masalah perceraian ini. Reaksi kritis disulut para  pemangku masyarakat adat di Bali. UU ini dinilai tidak mengakomodir keseimbangan  penghargaan terhadap eksistensi hukum adat Bali dan agama Hindu. Aturan ini  menegaskan perceraian sah setelah ada putusan pengadilan. Tetapi, ketentuan ini  tidak menyertakan peran hukum adat Bali (prajuru desa pakraman) dan ajaran agama  Hindu. Akibatnya dialami warga yang tertimpa musibah perceraian. Walau putusan  pengadilan mengesahkan gugatan perceraiannya, tetapi tidak diketahui sebagian  besar krama desa dan tidak segera dapat diketahui prajuru desa  pakraman.&lt;BR&gt;Forum Pesamuhan Agung ke-3 Majelis Desa Pakraman (MDP) Bali yang  berlangsung 15 Oktober 2010 di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali  mengeluarkan sikap kristisnya. Selain merespons bentuk perkawinan biasa,  nyentana, dan pada gelahang, juga masalah upacara patiwangi dalam perkawinan  beda wangsa, forum ini juga merumuskan pernyataan sikap atas ketentuan UU  Perkawinan tersebut. Berikut isi rumusan selengkapnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hukum adat Bali  mengenal dua bentuk perkawinan, yaitu perkawinan biasa (wanita menjadi keluarga  suami) dan perkawinan nyentana/nyeburin (suami berstatus pradana dan menjadi  keluarga istri).&amp;nbsp; Dalam perkembangan selanjutnya, ada kalanya pasangan  calon pengantin dan keluarganya tidak dapat memilih salah satu di antara bentuk  perkawinan tersebut, karena masing-masing merupakan anak tunggal, sehingga  muncul bentuk perkawinan baru yang disebut perkawinan pada gelahang. Hal ini  menjadi persoalan tersendiri dalam masyarakat Bali, sehingga perlu segera  disikapi.&lt;BR&gt;Selain perkembangan mengenai bentuk perkawinan, perkawinan beda  wangsa yang secara hukum tidak lagi dianggap sebagai larangan perkawinan sejak  tahun 1951 berdasarkan Keputusan DPRD Bali Nomor 11/Tahun 1951 tanggal 12 Juli  1951, ternyata masih menyisakan persoalan tersendiri dalam masyarakat, yakni  masih dilangsungkannya upacara patiwangi dalam perkawinan yang lazim disebut  nyerod.&amp;nbsp; Hal ini perlu pula disikapi karena hal itu&amp;nbsp; bertentangan  dengan hak asasi manusia dan menimbulkan dampak ketidaksetaraan kedudukan wanita  dalam keluarga, baik selama perkawinan maupun sesudah perceraian.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebelum  berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan dan  perceraian bagi umat Hindu di Bali dapat dikatakan sah apabila dilaksanakan  menurut hukum adat Bali (disaksikan prajuru banjar atau desa pakraman) dan&amp;nbsp;  agama Hindu. Sesuai Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, perkawinan bagi  umat Hindu di Bali dapat dikatakan sah apabila dilaksanakan menurut hukum adat  Bali,&amp;nbsp; agama Hindu,&amp;nbsp; sedangkan perceraian baru dapat dikatakan sah  apabila dilaksanakan di pengadilan negeri sesuai ketentuan Undang-Undang  Perkawinan.&lt;BR&gt;Apabila diperhatikan uraian tersebut, tampak jelas Undang-Undang  Perkawinan tidak memberikan penghargaan yang seimbang kepada hukum adat Bali dan  agama Hindu, dalam hubungan dengan pelaksanaan perkawinan dan perceraian bagi  umat Hindu. Ketentuan hukum adat Bali dan ajaran Hindu mendapat tempat yang  sepantasnya dalam pelaksanaan perkawinan, tetapi tidak demikian halnya dalam  perceraian. Terbukti, perceraian dikatakan sah setelah ada putusan pengadilan,  tanpa menyebut peran hukum adat Bali (prajuru desa pakraman) dan ajaran agama  Hindu. Akibatnya, ada sementara warga yang telah cerai secara sah berdasarkan  putusan pengadilan, tetapi tidak diketahui oleh sebagian besar krama desa  (warga) dan tidak segera dapat diketahui oleh prajuru desa pakraman. Kenyataan  ini membawa konsekuensi kurang baik terhadap keberadaan hukum adat Bali dan  menyulitkan prajuru desa dalam menentukan swadharma atau tanggung jawab krama  desa bersangkutan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Pasamuhan Agung III  Majelis Desa Pakraman Bali memutuskan upacara patiwangi tidak dilaksanakan lagi  terkait dengan pelaksanaan upacara perkawinan.&lt;BR&gt;Bagi calon pengantin yang  karena keadaannya tidak memungkinkan melangsungkan perkawinan biasa atau  nyeburin (nyentana), dimungkinkan melangsungkan perkawinan pada gelahang atas  dasar kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan.&lt;BR&gt;Agar proses perceraian  sejalan dengan proses perkawinan, maka perceraian patut dilaksanakan dengan  ketentuan pasangan suami istri&amp;nbsp; yang akan melangsungkan perceraian harus  menyampaikan kehendaknya itu kepada prajuru banjar atau desa pakraman. Prajuru  wajib memberikan nasihat untuk mencegah terjadinya perceraian.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;&lt;BR&gt;Apabila terjadi perceraian, terlebih  dahulu harus diselesaikan melalui proses adat, kemudian dilanjutkan dengan  mengajukannya ke pengadilan negeri untuk memperoleh keputusan. Selain itu, ada  penyampaian salinan&amp;nbsp; putusan perceraian atau akta perceraian kepada prajuru  banjar atau desa pakraman. Pada saat yang bersamaan, prajuru banjar atau desa  pakraman menyarankan kepada warga yang telah bercerai supaya melaksanakan  upacara perceraian sesuai dengan ajaran agama Hindu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Prajuru mengumumkan  (nyobyahang) dalam paruman banjar atau desa pakraman, bahwa pasangan suami istri  bersangkutan telah bercerai secara sah, menurut hukum nasional dan hukum adat  Bali, sekalian menjelaskan swadharma mantan pasangan suami istri tersebut di  banjar atau desa pakraman, setelah perceraian.&lt;BR&gt;Selain itu, ada akibat hukum  jika terjadi perceraian suami-istri.&lt;BR&gt;Setelah perceraian, pihak yang berstatus  pradana (istri dalam perkawinan biasa atau suami dalam perkawinan nyeburin)  kembali ke rumah asalnya dengan status mulih daa atau mulih taruna, sehingga  kembali melaksanakan swadharma berikut swadikara-nya di lingkungan keluarga  asal.&lt;BR&gt;Masing-masing pihak berhak atas pembagian harta gunakaya (harta bersama  dalam perkawinan) dengan prinsip pedum pada (dibagi sama rata).&lt;BR&gt;Setelah  perceraian, anak yang dilahirkan dapat diasuh oleh ibunya, tanpa memutuskan  hubungan hukum dan hubungan pasidikaran anak tersebut dengan keluarga purusa,  dan oleh karena itu anak tersebut mendapat jaminan hidup dari pihak purusa.  –sam&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumber : Koran Tokoh&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5453212762152453589?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5453212762152453589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5453212762152453589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5453212762152453589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5453212762152453589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/09/problem-perceraian-umat-hindu-di-bali.html' title='Problem Perceraian Umat Hindu di Bali'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-6395930723056982417</id><published>2011-09-23T15:42:00.000+08:00</published><updated>2011-09-24T14:14:07.309+08:00</updated><title type='text'>Ayam Mati di Lumbung Padi</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;Oleh: Wayan Ngarayana&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;Om Swastyastu,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Siapa orang Hindu di  Nusantara yang tidak pernah mendengar istilah tiga kerangka agama Hindu yang  terdiri dari tattva, susila dan upakara? Saya yakin hampir semua orang Hindu  yang pernah mengenyam pendidikan atau setidaknya menduduki posisi sulinggih  sudah fasih dengan istilah ini. Tattva atau filsafat, susila atau tingkah laku  dan upakara atau ritual, sebuah dasar keagamaan yang terlihat sederhana namun  sarat dengan makna. Umat Hindu dituntun untuk mengerti tattva sehingga dengan  dasar tattva yang benar dia akan memiliki sradha atau keyakinan yang kuat akan  agamanya. Umat Hindu juga harus memiliki dasar susila yang baik, melakukan tapa  dan bratha yang merupakan pondasi dasar dalam meniti jalan kerohanian. Dan yang  terakhir unsur upakara. Hindu memiliki sekian banyak jenis ritual mulai dari  ritual yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Ritual-ritual ini  diharapkan bisa menjembatani kesadaran manusia dalam menginsyafi Beliau Yang  Mutlak. Andaikan ketiga kerangka dasar ini dijalani dengan sinergi, maka seorang  pemeluk Hindu sudah pasti mencapai moksatram dan jagathita, kebahagiaan rohani  dan juga kebahagiaan material di dunia fana ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Tapi apa yang terjadi saat ini? Hanya sebuah ketimpangan. Tiga kerangka  dasar agama Hindu hanyalah sebuah jargon belaka. Dengan sangat bangganya  kalangan yang mengaku dirinya intelektual Hindu malahan mengingkari tiga  kerangka dasar ini. Sebut saja contohnya seperti pada saat acara Dharma Tula di  Pura BSD. Bapak Dewa K. Suratnaya yang bertindak sebagai salah satu sepuh  pemimpin Hindu di Indonesia dengan tegas memisahkan ketiga kerangka dasar ini.  Beliau mengatakan bahwa Hindu di India adalah corak Hindu yang kental dengan  tattva-nya tetapi kadar susila dan upakara-nya lebih minim. Hindu di Jawa adalah  corak Hindu yang sarat dengan susila sehingga mereka cenderung lebih keras dalam  melakukan tapa bratha dan kurang dalam hal filsafat dan upacara. Sedangkan Bali  adalah Hindu yang "bebalian" (bebantenan) yang kental dengan upakara sehingga  segala hal bisa diselesaikan dengan melakukan berbagai macam upacara. Beliau  juga mengatakan bahwa karena karakteristik berbeda ini adalah sebuah keunikan,  maka Hindu di Bali tidak boleh meniru Hindu di India atau di Jawa. Bali harus  tetap dengan ritualnya. Hindu Bali tidak boleh mengikuti tatanan seperti di  India yang cukup mempuni dalam filsafat. Sebuah dikotomi yang menurut saya  sangat nyeleneh. Bayangkan, bagaimana seseorang bisa melakukan tapa dan vrata  serta ritual tanpa ada dasar filsafat sehingga menumbuhkan sradha dalam dirinya?  Ketimpangan inikah yang menyebabkan Hindu di Indonesia hancur seperti sekarang  ini? Sementara di India yang dikatakan menguasai tattva dengan baik, meski  mereka sudah sekian abad dijajah oleh penguasa Muslim dan berikutnya dijajah  kembali oleh Inggris, namun fakta mengatakan sampai saat ini mayoritas penduduk  India masih tetap bertahan dalam naungan Veda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Swami Sivananda dalam bukunya All About Hinduism menyatakan; "Agama  Hindu menyediakan hidangan spiritual kepada setiap orang sesuai dengan  perkembangan diri pribadinya masing-masing". Hindu dengan kitab sucinya Veda  adalah sebuah sistem filsafat yang mencakup spiritual dan material yang  komprehensip. Tidak ada konsep keagamaan yang ada di agama lain yang tidak ada  dalam ajaran Veda. Sebut saja konsep Tuhan adalah Bapa dalam kekristenan. Dalam  Bhagavad Gita 9.17 Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna menyatakan dirinya adalah  ayah semua mahluk hidup. Masalah pemujaan Tuhan tanpa sesajen atau sarana  apapun, masalah jenis "rasa" dalam mendekati Tuhan, zikir, nyanyian dan apapun  yang ada pada agama lain juga ada dalam Hindu. Sungguh ironis jika orang Hindu  khususnya di bali yang memiliki semua kekayaan filosofi ini masih kekeringan  filosofi bukan? Tentu kekeringan ini disebabkan karena orang Hindu bodoh-bodoh.  Mereka dijejali dengan berbagai ritual, tetapi lupa dengan dasar filsafat.  Akibatnya mereka tidak menyadari bawha kitab suci mereka sangat-sangat  lengkap.&lt;BR&gt;Dewasa ini beredar sangat banyak kitab-kitab baru yang diklaim  merupakan bagian dari kitab suci Veda. Sebut saja beberapa diantaranya seperti  Akbar Upanisad, Allah Upanisad dan juga Jesus Upanisad. Ketiga Upanisad ini  bukanlah bagian dari 108 Upanisad yang diakui secara ortodok sebagaimana  tercantum dalam kitab Muktikā Upanisad. Tetapi oleh sebagian orang, Upanisad –  Upanisad ini sangat gencar dipropagandakan dan dikatakan sebagai bagian kitab  suci Veda yang baru saja ditemukan. Dalam Allah Upanisad berisi ajaran yang  berusaha menjabarkan benang merah antara Hindu dengan ajaran Islam, pengagungan  Allah dan Muhammad. Sedangkan dalam Jesus Upanisad mengajarkan tentang Yesus  sebagai Tuhan. Sangat banyak orang Hindu yang keblinger dan mempercayai apa yang  disampaikan oleh kitab suci palsu ini. Ujung-ujungnya tentu sudah bisa anda  tebak sendiri. Pelan tapi pasti orang-orang Hindu terkonversi dan meninggalkan  ajaran Veda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Keberadaan kitab suci Veda yang aspal, asli tapi palsu juga sudah  membanjiri kita. Bukan hanya di ranah maya, tetapi juga dalam buku-buku yang  beredar luas di pasaran. Banyak kalangan dakwah dan juga misionaris mencantumkan  kutipan-kutipan sloka yang disebutkan berasal dari kitab-kitab Veda tertentu  untuk membenarkan argumennya. Tetapi ternyata setelah ditelusur, sloka yang  dimaksud tidak pernah ada dan hanya merupakan karangan mereka sendiri.  Penerjemahan sloka Veda secara ngawur dan memplitir sloka aslinya yang  menyebabkan penyimpangan dari maksud aslinya untuk membenarkan argumen mereka  adalah modus yang paling sering terjadi. Sebut saja tokoh seperti Alexander  Duff, William Carey, Max Muller, James Mill, William Jones, Moriz Winternitz,  Zakir Naik dan banyak lagi yang lainnya. Mereka semua mencoba mempelajari,  menterjemahkan, menafsirkan dan menyebarkan ajaran Veda demi mencapai misi  mereka. Namun saking tololnya, ternyata terjemahan-terjemahan dan ulasan yang  banyak diacu oleh umat Hindu di Indonesia khususnya adalah hasil-hasil karya  mereka ini. Dampak dari semua ini sudah pasti membuat pemahaman sebagian besar  orang Hindu menjadi kacau.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Kenapa orang Hindu begitu mudahnya dikibulin? Apa yang salah dengan  Hindu? Jika kita flash back sejarah Hindu di Nusantara, tipikal masyarakat kita  benar-benar masih menganut prinsip kawulo-gusti. Ada kelompok masyarakat yang  dijadikan mercusuar oleh masyarakat pada umumnya. Raja-raja dianggap sebagai  titisan para dewa, dan para pemimpin spiritual dianggap wakil Tuhan. Dan  sementara itu masyarakat umum hanya mengekor para pemimpin tersebut. Mereka  mengikuti aturan tingkah laku dan upacara hanya karena petunjuk pemimpin tanpa  tahu dasar filsafatnya seperti apa. Dengan pola ini, prinsip-prinsip "nak mulo  keto" pun merasuk ke segenap lapisan mayarakat. Lalu apa jadinya jika mereka  yang berkedudukan sebagai pemimpin ini runtuh? Jawabannya dapat kita peroleh  dari sejarah runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu Nusantara yang diinvasi oleh  Islam. Sesaat setelah kerajaan musnah dan para pemimpin agama lenyap, seketika  itu pula masyarakat Nusantara bisa dengan mudah dialihagamakan. Kenapa? Karena  secara personal mereka tidak punya dasar filosofi tentang keyakinan mereka  sendiri. Mereka yang menguasai filsafat yang merupakan keturunan pemimpin dan  pemuka spiritual berbondong-bondong kabur ke plosok-plosok terpencil seperti ke  wilayah Bromo, Gunung kidul dan juga ke Bali. Wilayah-wilayah inilah yang  menjadi benteng terakhir pertahanan Hindu. Sampai pada awal kemerdekaan RI,  Gunung kidul dan Bromo masih bertahan karena benteng alamnya yang menyulitkan  kaum dakwah menjangkau mereka. Namun saat kases komunikasi dan transfortasi saat  ini telah menjangkau mereka, akhirnya Gunung Kidul juga sukses diislamisasi.  Sementara itu wilayah Bromo masih bertahan karena pada waktu awal kemerdekaan  ada tokoh karismatik yang bisa mempertahankan mereka. Semetara itu di Bali,  kerajaan Hindu bertahan sampai datangnya penjajah bangsa Eropa. Namun setelah  kerajaan di Bali takluk dan kehilangan taringnya, para misionaris Kristen mulai  bisa menyusup. Sebagaimana surat berupa lontar bertanggal 1935 yang disampaikan  raja Kelungkung selaku wakil raja-raja Bali kepada orang-orang Portugis di  Malaka dimana dia menyatakan "Saya senang sekali jika mulai sekarang kita  bersahabat dan orang datang ke pelabuhan ini untuk berdagang. Saya pun akan  senang sekali jika imam-imam datang ke sini agar siapa saja yang menghendaki  dapat memeluk agama Kristen". Namun untungnya pada masa itu penjajahan kolonial  Hindia Belanda menetapkan undang-undang yang melarang para misionaris melakukan  kristenisasi di Bali sebagai mana yang tercantum dalam pasal 177. Andaikan saja  Belanda tidak melindungi Bali pada waktu itu, maka mungkin seluruh masyarakat  Bali sudah menjadi Kristen. Pariwisata Budaya di Bali tidak akan berkembang  seperti dewasa ini.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Saat ini benteng pertahanan Hindu di Bali sudah hampir musnah. Tidak  ada raja-raja Hindu yang bisa melindungi Bali lagi. Tidak ada peraturan  pemerintah yang bisa menjegal masuknya kaum misionaris ataupun kaum dakwah lagi.  Kebijakan-kebijakan pemerintah Bali sudah tidak lagi ke arah ajeg Hindu ataupun  ajeg Bali yang selama ini didengungkan, tetapi sudah ke arah "Dolar". Semuanya  dijual hanya demi aliran uang dari mancanegara. Mereka lupa kalau suatu saat  Hindu lepas dari Bali, maka budaya yang mengakar dari Hindu pun akan sirna. Dan  itu artinya mesin penyedot uang yang mereka handalkan selama ini juga akan  rusak. Tidak akan ada Pulau Dewata lagi, tidak akan ada Pulau Seribu Pura lagi.  Tidak ada tarian Mahabharata, Ramayana dan sejenisnya lagi. Tidak akan ada daya  tarik yang dapat menyedot wisatawan lagi selain dari pada museum dan cagar  budaya yang sudah menjadi cagar mati yang kehilangan rohnya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Saat ini, meski Bali mulai meredup, namun kita masih punya pertahanan  terakhir yang bisa menyelamatkan kita. Masih ada sistem Desa Pakraman yang telah  diwariskan oleh Maha Rsi Markandya. Sistem yang kelihatannya sangat remeh ini  sebenarnya merupakan kekuatan yang sangat besar jika mau dimanfaatkan secara  optimal oleh seluruh umat Hindu di Bali. Leluhur kita telah mewariskan  prinsip-prinsip dasar pengajaran Veda secara terselubung melalui Desa Pekraman  ini. Prinsip Varnasrama dan Parampara (garis perguruan) terpatri rapi dalam  sistem ini. Dalam konsep desa pekraman, disamping pembagian parahyangan (area  tempat suci), pawongan (area pemukiman) dan palemahan (area alam sekitar tempat  bercocok tanam dan sejenisnya), masyarakat juga dibagi dalam strata sosial  sesuai dengan guna (sifat) dan karma (kerja) mereka. Ada orang-orang yang  berkarakter suci dan cenderung mudah menguasai kitab suci dan memimpin  masyarakat dalam hal spiritual, maka mereka termasuk dalam kelompok "ratu" yang  dewasa ini diberi gelar "Ida" pada nama-nama keturunannya. Ada juga kelompok  orang yang berjiwa kesatria yang berani mati dalam mempertahankan dharma. Maka  orang-orang ini masuk dalam kelompok "gusti". Kelompok yang pintar dalam bisnis  dan perekonomian masuk dalam kelompok vaisya dan terakhir yang memang tidak  memiliki kemampuan otak tetapi mampu secara otot masuk dalam kelompok sudra yang  menjadi "panjak" pada ketiga golongan ini. Sayangnya dewasa ini strata sosial  yang merupakan penerapan sistem catur varna telah terdistorsi menjadi sistem  wangsa atau kasta yang malahan menjerat orang-orang yang ada dalam sistem Desa  Pekraman itu sendiri. Para "ratu" yang merupakan pemimpin spiritual tidak lagi  melakukan transfer ilmu kepada para "sisya" yang terdiri dari seluruh masyarakat  di desa pekraman tersebut. Mereka sibuk melakukan bisnis "banten". Mereka sibuk  melanggengkan kekuasanan dan "kehormatan" keluarga mereka. Kalau pihak para  "ratu" yang bertempat di griya tidak lagi melakukan transfer ilmu kepada  "sisya"-nya, lalu bagaimana mungkin para sisya mengerti pengetahuan spiritual?  Jika pengetahuan spiritual mereka kering, dan hanya dijadikan objek bisnis  banten. Sudah dapat dipastikan apa yang akan terjadi. Mereka semua akan "kabur"  meninggalkan ajarannya. Mereka lebih memilih "diselamatkan" oleh para "pedagang  kecap" dari pada mereka dijerat dalam bisnis ritual.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Karena itu, wahai semua masyarakat Hindu di Bali yang masih memiliki  sistem Desa Pekraman, segeralah sadar dan bangkit dari tidur. Kembalikan sistem  Desa Pekraman seperti sedia kala. Bangunkan sistem varnasrama dan garis  perguruan (parampara) yang tertanam dalam sistem yang adiluhur tersebut. Dengan  jalannya sistem ini maka kekeringan filsafat tidak akan terjadi. Umat Hindu  tidak akan mudah dikibuli dengan berbagai sloka-sloka dan kitab suci palsu.  Mereka tidak akan mudah dikonversi dan diselamatkan. Disamping itu, sadarilah  bahwasanya semua tanah di Bali pada dasarnya adalah milik adat, semuanya ada di  bawah sistem Desa Pekraman. Tidak seorangpun termasuk para investor, warga  pribumi maupun pendatang dan pemerintah yang bisa menduduki tanah di arena Desa  Pekraman sebagai hak milik pribadi. Semua tanah dan kekayaan alamnya adalah  bagian tidak terpisahkan dari Desa Pekraman. Sehingga jika benar-benar sistem  ini dijalankan, tidak akan ada lagi berat sebelah terhadap warga pribumi, warga  pendatang atau yang keluar dari adat. Selama ini yang berat harus ngayah dan  membayar iyuran hanyalah mereka yang tergabung dalam warga Pakraman itu,  sementara para warga pendatang dan para mereka yang memutuskan pindah agama dan  keluar dari sistem desa Pekraman tidak lagi dibebani ayahan dan iyuran.  Akibatnya sudah barang tentu lebih baik keluar dari desa Pekraman bukan?&lt;BR&gt;Mari  kita bangun kembali pondasi tattva kita yang salah satunya bisa dengan cara  membangkitkan potensi yang sudah ada dalam Bali itu sendiri. Mari kita lebih  cerdas sebagai Hindu. Tidak ada orang lain yang bisa menyelamatkan kita lagi  kecuali kita membentengi diri kita sendiri. Bangkitlah saudara-saudara Hinduku  di Bali….. Masa depan Bali ada di pundak kalian.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Om Tat  Sat.&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-6395930723056982417?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/6395930723056982417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=6395930723056982417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6395930723056982417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6395930723056982417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/09/ayam-mati-di-lumbung-padi.html' title='Ayam Mati di Lumbung Padi'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5324889978018152412</id><published>2011-09-15T17:02:00.000+08:00</published><updated>2011-09-15T17:06:49.501+08:00</updated><title type='text'>Fakta Kecepatan Bereaksi di Jalan Raya</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;CoPas dari BBM&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Rata rata kecepatan manusia berjalan kaki adalah 6 km/jam atau 1.6  meter/detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saat berjalan kaki pandangan mata kita +/- 20 meter ke depan sebagai jarak  aman &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;agar kita tak bertabrakan dengan benda diam atau bergerak di depan  kita.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saat mengendarai motor atau mobil dengan kecepatan 60 km/jam , &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;artinya kita meluncur dengan kecepatan 16 m/detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pandangan bebas ke depan pun idealnya lebih jauh; meningkat 10 kalinya  yaitu 200 meter.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Setidaknya butuh 4 detik bagi kita untuk bereaksi terhadap  pengereman.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mulai dari saat mata melihat halangan didepan, otak memerintahkan  kaki&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;untuk menginjak rem, hingga reaksi kaki mengangkat pedal gas dan menginjak  rem. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dengan demikian dalam kondisi sehat, pada kecepatan 60 km/jam, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;anda membutuhkan jarak minimal 16 meter x 4 = 64 meter &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HANYA untuk reaksi mengerem saja. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Belum termasuk waktu yang dibutuhkan mulai dari rem dipijak hingga  kendaraan berhenti.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kejadian yang menimpa Syaiful Jamil dan ribuan orang lain yang  mengalami&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;nasib serupa umumnya disebabkan mengantuk. Bayangkan bila 3 detik  saja&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;pengemudi tertidur saat mengemudi di kecepatan 100 km/jam, maka&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kendaraan akan berjalan tanpa kontrol sepanjang lebih dari 80 meter&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;(100.000 meter/3600 detik) x 3 ). Hal yang sama terjadi ketika kita&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;melakukan texting (SMSan , BBMan) atau mengangkat dan menjawab&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;panggilan telpon saat mengemudi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jadi, makin cepat anda berkendaraan, maka harus makin jauh jarak&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;pandangbebas anda ke depan , dan makin lebar jarak iring anda dengan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kendaraan di depan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Teman teman, please NO TEXTING WHILE DRIVING. Jaga jarak iring, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;pandang jauh ke depan dan beristirahatlah segera bila mengantuk saat&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;mengemudi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kita ikut berduka cita untuk bukan saja artis, tapi bahkan pada yang  tak&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kita kenal, yang tertimpa musibah kecelakaan. Tak perlu membelokkan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;persoalan ke mitos KM KM angker. Kecelakaan bisa terjadi dimana saja,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;selama kita mengabaikan faktor keselamatan "kecil" sekalipun.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keluarga menunggu kita di rumah DENGAN SELAMAT bukan dengan  CEPAT.&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5324889978018152412?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5324889978018152412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5324889978018152412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5324889978018152412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5324889978018152412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/09/fakta-kecepatan-bereaksi-di-jalan-raya.html' title='Fakta Kecepatan Bereaksi di Jalan Raya'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-4464456070553806443</id><published>2011-08-12T16:42:00.000+08:00</published><updated>2011-08-12T17:21:29.225+08:00</updated><title type='text'>Kebiasaan-kebiasaan Yang Positif Dalam Hidup Kita</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;P&gt;&lt;B&gt;1. Kebiasaan mengucap syukur&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ini adalah kebiasaan istimewa yang  bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik,  &lt;/P&gt; &lt;P&gt;tapi juga dalam kesusahan dan hari-hari yang buruk. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang  sejarah. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia duatahun, telah menjadi orang  yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;"Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan  Tuhanku". &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga,  sahabat, dan sebagainya. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang  buruk.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;2. Kebiasaan berpikir positif&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hidup kita dibentuk  oleh apa yang paling sering kita pikirkan. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang  positif. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran,  kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang  positif. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak  hal-hal positif sebagai kebiasaan &lt;/P&gt; &lt;P&gt;dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;3.  Kebiasaan berempati&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan  kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah  empati, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan  dan dimengerti orang lain.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Meskipun tidak semua orang mudah berempati, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan  yang empatik. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada  posisi orang lain, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan  sebagainya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;4. Kebiasaan mendahulukan yang  penting&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan  dahulukanlah.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara  hal-hal yang penting terabaikan. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, &lt;/P&gt; &lt;P&gt;kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan  produktif &lt;/P&gt; &lt;P&gt;dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;5. Kebiasaan  bertindak&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai  tujuan yang hendak dicapai &lt;/P&gt; &lt;P&gt;dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah  selanjutnya adalah bertindak. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif.  &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya  mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;6. Kebiasaan menabur  benih&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan.&amp;nbsp; &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih  'kebaikan'. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur  keburukan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;7. Kebiasaan hidup jujur&lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tanpa kejujuran, kita  tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa  depan Anda sendiri. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi  juga terhadap orang lain. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;From mix sources.&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-4464456070553806443?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/4464456070553806443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=4464456070553806443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4464456070553806443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4464456070553806443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/08/kebiasaan-kebiasaan-yang-positif-dalam.html' title='Kebiasaan-kebiasaan Yang Positif Dalam Hidup Kita'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7141404373013832768</id><published>2011-08-10T18:05:00.000+08:00</published><updated>2011-08-11T15:38:04.192+08:00</updated><title type='text'>Financial Planner (Perencana Keuangan)</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Financial Planner dapat dibagi 2 secara umum:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Independent Financial Planners (IFP)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Planners yang tidak bekerja di sebuah institusi perbankan,  asuransi,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; investasi atau lembaga keuangan lainnya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mereka bekerja independen dan mandiri, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan ber-fokus pada kepentingan Klien (karena tidak menjual  produk).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Planners jenis ini memperoleh pendapatan dari "Fee Basis" yang  diterima&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Klien, atas jasa advis, pelayanan dan rekomendasi yang  diberikan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IFP tidak menjual produk investasi atau asuransi atau jenis  lainnya,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mereka hanya memberikan rekomendasi sesuai dengan profil, dan  kebutuhan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Klien. Mereka wajib memberikan rekomendasi minimal 2 produk  dari&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lembaga keuangan yang berbeda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IFP ada yang bergelar CFP, RFC, RFP, RFA, CWM, dan lain-lain  gelar.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada juga yang tidak bergelar, namun berkualitas dengan melihat  track record ybs.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IFP ada yang berbentuk pribadi dan juga berbentuk Firma atau  PT atau CV.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sementara ini banyak yang masih berbentuk pribadi atau  perseorangan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IFP memberikan arahan dan pelayanan secara keseluruhan kepada  Klien,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mulai dari Mindset, Cash-flow Management, Protection Program,  Education Plan, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Investment Plan, Taxes, Pension Plan, hingga ke Estate Plan.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tergantung pelayanan yang diminta Klien.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IFP memiliki wadah Independent Financial Planners Club (IFPC)  yang beranggotakan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11 Firma (sementara ini dan ada beberapa firma yang akan  mendaftar) a.l.:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Safir Senduk &amp;amp; Rekan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Aidil Akbar (AFC)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Ligwina Hananto (QM)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Eko Endarto (Finansia)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Mike Rini Sutikno (MRE)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Prita Ghozie (ZAP)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - M. Andoko (One Consulting)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Sri Kurniatun (Kurnia)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Risza Bambang (Shildt)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Teja Sari (Tata Dana)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Freddy Pieloor (MnL)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Taufik Gumulya (TGRM)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Pandji Harsanto&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Dependent Financial Planners&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebalikannya dari IFP.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mereka bekerja di sebuah lembaga keuangan, dan menjual  produk perusahaan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tempat di mana mereka bekerja.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; DFP ada yang diberikan gaji oleh perusahaan di mana  mereka bekerja,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ada juga yang memakai sistim komisi (bila produk laku,  maka komisi keluar).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelayanan DFP sangat terbatas pada produk yang mereka  jual.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ada beberapa DFP yang memberikan pelayanan tambahan,  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; namun tidak selengkap IFP.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mana yang lebih baik?&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Klien yang memutuskan, karena masing-masing memiliki plus minusnya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Salam,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Freddy Pieloor&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7141404373013832768?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7141404373013832768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7141404373013832768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7141404373013832768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7141404373013832768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/08/financial-planner-perencana-keuangan.html' title='Financial Planner (Perencana Keuangan)'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3536175445909338974</id><published>2011-08-04T17:13:00.000+08:00</published><updated>2011-08-05T15:29:36.328+08:00</updated><title type='text'>10 Sikap Profesional yang Sukses</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A  href="http://bkksmknusantara1comal.webnode.com/news/a10-sikap-profesional-yang-sukses/"&gt;http://bkksmknusantara1comal.webnode.com/news/a10-sikap-profesional-yang-sukses/&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ada beberapa hal yang menentukan kesuksesan seseorang, yakni kecerdasan,  bakat, dan koneksi yang bagus. Tetapi tak hanya itu. Ada satu faktor penting  lain; sikap! &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Para peneliti menemukan bahwa sikap seseorang adalah kadar penentu  kesuksesan yang lebih baik ketimbang IQ, pendidikan, dan faktor-faktor lain.  Mereka yang memiliki pandangan hidup yang positif lebih sehat, memiliki hubungan  yang lebih baik, dan bisa melangkah lebih baik dalam karier. Lebih lagi, orang  yang positif memiliki kekayaan lebih banyak ketimbang mereka yang negatif.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Semua orang bisa memiliki sikap yang positif. Berikut adalah beberapa sikap  positif yang mengantarkan banyak pegawai sukses di bidang mereka  masing-masing:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. "Sayalah yang mengkontrol takdir saya"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jika Anda selalu menunggu, menunggu, dan menunggu sesuatu untuk datang  kepada Anda, maka penantian adalah masa depan Anda. Profesional yang sukses dan  tangguh akan bergerak untuk menciptakan sesuatu. Jadi, berjanjilah pada diri  Anda untuk memikirkan karier Anda dengan cara yang berbeda. Anda pasti mampu  mencapai puncak, dan Anda memiliki kontrol untuk membuatnya menjadi kenyataan.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Segalanya mungkin&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jangan membatasi pandangan Anda. Pernah membaca atau menonton film The  Secret? Di sana, dikatakan, Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan jika  Anda membayangkan dan memfokuskan pikiran untuk bisa menggapai hal tersebut.  Namun, bukan berarti Anda bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai posisi  tersebut, ya. Jadi, jika Anda ingin menduduki kursi wakil pemimpin, jangan  berpikir itu tak bisa. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Tak ada tugas kecil yang terlalu kecil&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jangan berpikir bahwa Anda tak bisa mencapai posisi tertinggi jika hanya  mengerjakan tugas-tugas kecil saja. Seorang pekerja bisa saja hanya diberikan  tugas untuk merapikan gudang, tetapi ketika ia melakukannya dengan sepenuh hati  dan gudang tersebut menjadi bersih serta tertata rapi dan memudahkan karyawan  lain, pemimpinnya bisa menilai bahwa pegawai ini memang berniat untuk melakukan  pekerjaannya dengan sepenuh hati. Jadi, upayakan untuk tidak bersungut-sungut  untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu Anda sukai meski  tugasnya terlihat biasa. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;4. Setiap orang adalah kontak yang potensial&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Anda tak pernah tahu seberapa besar kemampuan orang-orang di sekitar Anda.  Begitupun mereka dengan Anda. Tak ingin kan orang-orang menganggap rendah  kemampuan Anda? Begitu pun orang lain. Jadi, jangan pula menganggap remeh  kemampuan orang lain. Siapa bilang tak penting untuk berbaik hati dengan  sekretaris bos? Ketika Anda perlu mengadakan rapat dengan si bos, si sekretaris  ini bisa membantu Anda menentukan jadwal lebih cepat dan memasukkan jadwal Anda  padahal si bos sudah sangat sibuk sekalipun. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;5. Lebih tinggi lagi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jika Anda selalu merasa kurang dihargai sesuai kemampuan Anda, performa  Anda akan menurun. Pekerjaan Anda sekarang bisa saja tidak terlalu cocok untuk  Anda, tetapi pekerja yang sukses selalu bersikap seperti mereka sedang bekerja  di pekerjaan impian mereka lagi. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;6. Bukan pengetahuan saya, tetapi siapa yang saya kenal&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Karyawan yang sukses mengerti pentingnya networking, baik di dalam maupun  di luar kantor. Anda harus lebih proaktif untuk membangun kontak dan jejaring.  Ajak teman kerja makan siang bersama, pergilah ke acara kantor meski hanya  silaturahmi, bergabung dengan asosiasi pekerja, apa pun itu yang berhubungan  dengan pekerjaan kantor, asalkan memang baik, gabung saja. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;7. Apalagi yang bisa saya lakukan?&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Karena Anda memegang kendali atas nasib Anda, sudah menjadi tugas Anda  untuk mencari cara untuk meningkatkan keprofesionalitasan diri Anda. Ajukan diri  untuk mengerjakan pekerjaan ekstra. Pelajari kemampuan baru untuk "menjual" diri  Anda. Rekan kerja se-tim perlu bantuan? Tawarkan bantuan, meski alhasil Anda  jadi harus ikutan lembur. Pekerja yang sukses tidak akan tinggal diam ketika  bagiannya selesai, ia akan mencoba memberi lebih dari sekadar "baik".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;8. Kegagalan akan membangun jalan menuju sukses&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Meski terlihat seperti hambatan, kegagalan adalah hal membantu seseorang  menuju kesuksesan. Perbedaan dari mereka yang berhasil dan yang tidak adalah  dari cara mereka memandang kegagalan. Mereka yang sukses adalah mereka yang  belajar dari kesalahannya dan maju. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;9. Menyayangi diri sendiri&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Apakah Anda adalah tipe orang yang menunggu orang lain untuk "menemukan"  bakat Anda dan menunggu agar ada yang memperhitungkan kemampuan Anda? Mungkin  sudah saatnya Anda mulai maju dan mengungkapkan kemampuan Anda, apa yang sudah  Anda lakukan untuk kantor. Orang yang sukses selalu menemukan cara untuk  menunjukkan keberhasilan mereka tanpa harus terlihat seperti orang sombong.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;10. Tidak menutup kemungkinan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Akan ada hari-hari Anda hanya ingin bahagia dengan keadaan yang sekarang.  Namun ingatlah, bahwa pekerja yang sukses selalu mencari kesempatan untuk  menjadi lebih baik. Jangan menutup telinga, mata, dan pikiran untuk kemajuan  karier Anda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3536175445909338974?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3536175445909338974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3536175445909338974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3536175445909338974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3536175445909338974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/08/10-sikap-profesional-yang-sukses.html' title='10 Sikap Profesional yang Sukses'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-494312673750538819</id><published>2011-08-01T18:23:00.000+08:00</published><updated>2011-08-01T18:50:03.553+08:00</updated><title type='text'>Membedakan antara Asuransi, Investasi dan Tabungan</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Banyak yang belum memahami bahwa dalam perencanaan keuangan keluarga  membedakan antara asuransi, investasi dan tabungan. ketiganya mempunyai  karakteristik yang berbeda, baik tujuan maupun jangka waktunya. secara garis  besarnya adalah sebagai berikut:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Asuransi adalah asuransi yang memang tujuannya adalah untuk melindungi  dengan jangka waktu tertentu, ataupun Asuransi adalah istilah yang digunakan  untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial  (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain  sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat  diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit,  dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu  sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang  berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan  akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa  depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. secara awam  investasi adalah suatu alat yang kita gunakan untuk mencapai tujuan keuangan  yang biasanya jangka menengah dan panjang. perlu dipahami bahwa investasi  memiliki return dan risiko. secara teori dan praktek semakin tinggi return  semakin tinggi pula tingkat risikonya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Tabungan Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,  Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat  tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro,  dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. jadi tabungan memang  selayaknya digunakan untuk dalam jangka waktu dekat dan dapat diambil kapanpun.  Dalam perencanaan keuangan tabungan digunakan sebagai dana darurat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face="Times New Roman"&gt;Tabloid Kontan mingguan&amp;nbsp; No. 41-XV 2011 4  – 10 Juli 2011&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-494312673750538819?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/494312673750538819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=494312673750538819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/494312673750538819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/494312673750538819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/08/membedakan-antara-asuransi-investasi.html' title='Membedakan antara Asuransi, Investasi dan Tabungan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-9098286091959925604</id><published>2011-07-28T01:49:00.000+08:00</published><updated>2011-07-28T16:32:44.804+08:00</updated><title type='text'>Tetap Bugar dan Segar di Kantor selama Puasa</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Puasa bukan alasan untuk tampil kurang segar. Apalagi dijadikan alasan  untuk mendiskon tugas di kantor. Biarpun menjalankan puasa , kita tidak boleh  kehilangan daya untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin seperti biasanya.  Gimana caranya? Ya menjaga kebugaran kita! &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bugar itu suatu keadaan di mana seseorang tidak merasa kelelahan yang  berarti. Itu kata pakar kebugaran Berty Tilarso. Untuk mencapai kebugaran, kita  harus melakukan oleh raga yang bersifat aerobik (joging, jalan kaki, renang,  mendayung, bersepeda, senam aerobik), seminggu 3-5 kali, selama 30 menit non  stop. Latihan ini akan meningkatkan denyut nadi, sehingga terbentuk energi  cadangan ke dalam tubuh. Makanya, kita jadi merasa bugar. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Lha, kalau dikantor, bagaimana bisa aerobik? Aerobik memang mungkin tidak  bisa. Tapi Anda bisa melakukan senam pelenturan dalam jam istirahat atau sebelum  pulang kantor, sekitar 10-15 kantor . Latihan ini melancarkan peredaran darah  dan membuta otot tidak kaku, sehingga kebugaran terjaga . Lepas dari kantor,  barulah aerobik (jogin, jalan cepat).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Berikut ini beberapa latihan kebugaran yang disesuaikan dengan kondisi  puasa , yang bisa dilakukan di meja kerja . Selain bugar , otot-otot Anda juga  masih bisa dijaga tetap kencang. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Peregangan Otot &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;a. Luruskan kedua tangan ke atas melalui sisi telinga. Tahan 10-20  detik.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;b. Condongkan tubuh ke kiri. Tanah 10 - 20 detik. Ulangi ke kanan 10 - 20  detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan otot-otot sisi tubuh, lengan dan pinggang. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Luruskan kedua tangan ke depan dada. Tahan 10-20 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan otot-otot lengan atas, punggung atas dan bahu. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Putarkan kedua siku dan bahu ke arah belakang dan depan masing-masing 10  kali. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan punggung atas dan bahu. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;4. Silangkan kaki kiri ke atas kaki kanan. Tubuh bagian atas serong kekiri.  Tangan kanan menekan paha luar kiri. Tahan 10-20 detik. Ulangi dengan kaki kanan  10-20 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan otot-otot pinggang, pinggul, dan punggung bawah.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;5. Peluk dan cium lutut dari kiri. Tahan 10-20 detik. Ulangi dengan kaki  kanan 10-20 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan punggung bagian bawah dan paha bagian depan. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;6. Bungkukkan tubuh bagian atas sampai dada menyentuh paha. Kedua tangan di  belakang betis. Tahan 10-20 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan punggung bawah dan paha di bagian belakang. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;7. Naik turunkan telapak kaki berganti ganti kanan dan kiri dengan posisi  tumit tetap di lantai. Lakukan 20 kali. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Melenturkan otot-otot betis dan pergelangan kaki. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;8. Tendangkan perlahan-lahan kaki kiri ke arah bokong dari bawah ke atas.  Lakukan 10 kali masing-masing untuk kaki kanan dan kiri. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Mengencangkan otot paha belakang dan bokong. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;9. Tendangkan pelan-pelan kaki kiri ke samping. Lakukan 10 kali  masing-masing untuk kaki kiri dan kanan. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat: Mengencangkan otot pinggul dan paha samping. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;10. Angkat lutut ke atas sampai paha sejajar pangkal paha, dan kembali lagi  ke posisi awal. Lakukan 10 kali masing-masing untuk kaki kiri dan kanan. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Manfaat:&amp;nbsp; Mengencangkan paha bagian depan dan perut bagian bawah.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;11. Melenturkan otot leher belakang &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;a. Tundukkan kepala dengan dorongan kedua telapak tangan di belakang  kepala. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;b. Jatuhkan kepala ke samping kiri dan kanan masing-masing 10 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;c. Tolehkan kepala ke kiri dan kanan masing-masing 10 detik. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;12. Pernafasan dan Relaksasi &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;a. Ayunkan kedua lengan dari arah bawah ke atas kepala melalui sisi bahu.  Buang napas dari mulut waktu yangan diayun keatas dan tarik napas dari hidung  waktu diayun ke bawah. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;b. Lakukan 10 kali. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dikutip dari Bintang Milenia 16 Desember 1999&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-9098286091959925604?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/9098286091959925604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=9098286091959925604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9098286091959925604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9098286091959925604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/07/tetap-bugar-dan-segar-di-kantor-selama.html' title='Tetap Bugar dan Segar di Kantor selama Puasa'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-599851250385698155</id><published>2011-07-21T17:28:00.000+08:00</published><updated>2011-07-22T06:01:55.070+08:00</updated><title type='text'>Membentuk Dana Darurat, GAMPANG KOK!</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Dalam film "The Company Men" dengan Ben Affleck dan Tommy Lee Jones yang  menjadi pemainnya, dikisahkan seorang eksekutif yang sudah bekerja lebih dari 10  tahun di satu Perusahaan cukup besar, tiba-tiba harus kehilangan pekerjaannya  karena unit kerjanya terkena penutupan dengan alasan rasionalisasi Perusahaan.  Dengan gaya hidup yang berjalan, adanya hutang cicilan rumah, hutang cicilan 2  mobil sportnya, 2 anak yang masih sekolah, si eksekutif dibantu istrinya  berusaha kembali mengatur keuangan keluarga mereka. Beruntung si eksekutif masih  menerima pesangon akibat PHK itu &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;sehingga masih bisa bertahan hidup selama beberapa bulan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimana dengan Anda apabila mengalami hal ini? Terkena PHK atau tiba-tiba  Perusahaan tutup. Apakah Anda sudah siap menghadapinya? Mungkin Anda berpikir,  ah nanti kan ada pesangon yang berkali lipat jumlahnya dari gaji saya, cukuplah  untuk beberapa bulan. Loh, itu kalau ada. Bagaimana kalau tidak ada karena  Perusahaan bangkrut? Di sinilah gunanya memiliki Dana Darurat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Apakah dana darurat itu? Dana darurat adalah sejumlah dana yang khusus  disisihkan untuk menghadapi kondisi yang darurat, misalnya terkena PHK atau  tiba-tiba ada keluarga yang masuk Rumah Sakit dan butuh dana tunai, dan lain  sebagainya yang bersifat darurat. Saya punya pengalaman mengalami PHK dari  perusahaan tempat saya bekerja. Bersyukur karena saya sudah memiliki dana  darurat ini, selama 2 bulan keluarga saya masih tetap dapat dibiayai tanpa perlu  meminjam ke sana ke mari. Setelah saya mendapatkan pekerjaan kembali, dana  darurat yang terpakai saya isi ulang (kaya pulsa saja). Saya sarankan, jangan  gunakan kartu kredit untuk membiayai biaya hidup Anda selama menghadapi kondisi  darurat ini karena Anda dapat terbelit dengan masalah lain yang lebih berat.  Gunakan kartu kredit hanya sebagai pengganti uang tunai sementara, misalnya  untuk pembayaran Rumah Sakit, tetapi dengan catatan Anda sudah punya sejumlah  dana (yang digesek melalui kartu kredit&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;tersebut)pada rekening di Bank. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mungkin ada yang berpikir dan beralasan, wah untuk makan saja sudah susah,  apalagi ini untuk menabung suatu dana darurat. Menurut saya, golongan pekerja  kantoran sekarang dapat dipastikan Anda masih bisa beli rokok, kalau Anda  merokok, masih bisa jalan-jalan ke mall, dan pengeluaran lainnya yang sebenarnya  bukan kebutuhan mendasar. Anda dapat mengurangi pengeluaran itu dan mulai  menyisihkan untuk dana ini. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ada juga yang berpikir: "Ah kondisi darurat juga jauh dari saya". Yang  namanya darurat tidak dapat diprediksi kapan datangnya dan berapa lama akan  terjadi, sehingga seperti pepatah berkata kita harus "Sedia payung sebelum  hujan".&amp;nbsp; Jadi siapkan dana yang cukup untuk menghadapi kondisi yang tidak  terduga ini. Yang penting adalah menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda  secara konsisten mulai sekarang dan menyimpannya untuk sesuatu kondisi sangat  darurat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ok, kalau begitu, berapa dana yang cukup untuk dana darurat ini? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Umumnya sebesar 3 – 12 bulan dari biaya hidup Anda, termasuk premi asuransi  dan cicilan hutang. Besarnya jumlah ini akan tergantung dari status Anda apakah  lajang atau berkeluarga. Juga tergantung dari tetap atau tidak tetapnya jumlah  penghasilan yang diterima Anda. Makin tidak tetap jumlah penghasilan yang Anda  terima setiap bulannya, misalnya Anda seorang artis atau pengusaha, maka makin  besar jumlah dana yang harus Anda persiapkan untuk kondisi darurat.&amp;nbsp; &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Nah apabila Anda belum memiliki dana darurat, segera siapkan. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimana caranya? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pertama, tentukan jumlah dana darurat yang harus disediakan. Dana darurat  ini tidak harus harus tersedia dalam satu hari. Rencanakan target waktunya,  biasanya dengan minimal menyisihkan 10% dari penghasilan Anda sampai mencapai  target jumlah. Contoh, dengan biaya hidup per bulan Rp 5 juta, status kawin  dengan 1 anak, dana darurat yang dibutuhkan sekitar 6&amp;nbsp; bulan, sehingga  diperlukan dana Rp 30 juta. Dengan penghasilan yang diterima rata-rata per bulan  Rp 10 juta maka sebesar Rp 1 juta minimal harus disisihkan untuk ditabung  menjadi dana darurat yang akan berjalan selama 30 bulan. Apabila Anda menerima  bonus dari perusahaan, sebagian dari bonus tersebut bisa ditambahkan sehingga  dana lebih cepat terbentuk. Langsung bayar pada saat gaji diterima, jangan  ditunda-tunda. Bisa Anda gunakan fasilitas auto debit pindah rekening. Sekali  lagi yang penting disini adalah kedisiplinan Anda dalam melakukan hal ini.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Satu tips dari saya, perlakukan dan jadikan dana darurat ini seperti  "Tagihan" yang harus Anda bayar, dimana kalau tidak dibayar akan terjadi  masalah, sehingga Anda akan termotivasi melakukan "pembayaran tagihan" atas dana  darurat ini. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sekarang, dimana harus disimpan dana darurat ini? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sebaiknya tabungan tersebut dimasukkan dalam yang tabungan yang terpisah  dari rekening Bank (tabungan) untuk keperluan sehari-hari. Apabila sudah  terkumpul kira-kira 3 bulan biaya hidup Anda, sejumlah 1 bulan biaya hidup  tersebut dapat Anda pindahkan menjadi deposito berjangka. Atau kalau cukup,  dibelikan logam mulia. Demikian seterusnya, sehingga komposisi ideal dari  penyimpanan dana darurat ini 20% dana likuid tabungan, 30% dalam deposito dan  50% dalam logam mulia.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pasti pertama-tama akan sulit untuk melakukan penyisihan penghasilan ini.  Tapi dengan disiplin dan kemauan, pasti lama-lama akan mudah. Saya percaya Dana  darurat sebagai hal penting dalam perjalanan hidup Anda dan keluarga, pasti  dengan mudah tercapai. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saat situasi kritis keuangan yang mungkin datang di masa depan, Anda akan  dengan tenang menghadapinya karena sumber keuangannya sudah Anda miliki melalui  pengorbanan yang sudah Anda buat sekarang. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Salam,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Johan Suhadi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Financial Planning&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;www.MONEYnLOVE.com&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Managing Money with Love"&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-599851250385698155?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/599851250385698155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=599851250385698155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/599851250385698155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/599851250385698155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/07/membentuk-dana-darurat-gampang-kok.html' title='Membentuk Dana Darurat, GAMPANG KOK!'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7064356432011460926</id><published>2011-07-18T19:03:00.000+08:00</published><updated>2011-07-18T19:08:10.265+08:00</updated><title type='text'>Yang Harus Di Hindari Dalam Percakapan</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;By : Freddy Hypno&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Source : Freddy Hypno 'Unconscious Motivator' Facebook&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jumat, 30 Oktober 2009 16:22 administrator&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pernahkah Anda berbicara dengan seseorang dan begitu tertarik dengan  respon-respon yang disampaikannya, atau kebalikannya, Anda merasa jenuh dengan  semua respon yang diucapkannya. . ?? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Menurut Kevin Hogan dan Mary Lee Labay dalam bukunya yang berjudul  Irresistible Attraction ada delapan hal yang harus dihindari dalam percakapan,  jika kita ingin percakapan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kita menjadi menarik. Kedelapan hal itu adalah :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Penentang Argumentatif&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Suatu hari dalam sebuah percakapan,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Wah, kelihatannya hari ini cerah ya?".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kemudian di respon oleh rekannya, "Ah tidak, menurut saya hari ini agak  mendung". &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Oh agak mendung ya, mungkin sebentar lagi akan turun hujan".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kemudian di respon lagi, "Menurut saya tidak akan hujan, hari ini saya  membaca&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;prakiraan cuaca dari BMG".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Oh, begitu ya, pasti Anda sering mencermati prakiraan cuaca dari BMG  ya?".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Lalu di respon, "Ah tidak juga, sesekali saja saya mendengarnya". &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimana dengan percakapan tersebut? Respon argumentatif memang baik,  melatih kemampuan berpikir kita, namun jika respon argumentatif itu diberikan  dalam bentuk penentangan yang bertubi-tubi seperti contoh diatas, akan membuat  percakapan kita menjadi tidak menyenangkan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Selalu Membuat Perbandingan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dalam sebuah percakapan, seseorang berkata pada temannya, "Hari ini saya  berhasil melewati ujian dengan baik". Kemudian dijawab oleh temannya, "Iya itu  belum seberapa, saya pernah melewati ujian yang lebih berat dari yang kamu  lewati sekarang, dulu saya benar-benar melewatinya dengan baik, walaupun saya  merasakan penderitaan saat itu. Yang kamu rasakan saat ini belumlah sebanding  dengan apa yang saya rasakan dulu, sangat sulit sekali".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Apa yang dirasakannya sekarang adalah rasa malas untuk melanjutkan  percakapan berikutnya. Seseorang yang sedang ingin bercerita tidak ingin  mendengarkan cerita orang lain, tapi ia ingin ceritanya didengarkan oleh orang  lain. Akan lebih baik jika kita mengeksplorasi cerita orang itu daripada malah  membuat sebuah cerita baru dan membanding-bandingkannya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Merasa Superior&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Saya dengar di kota ini akan berdiri sebuah supermarket baru ya?".  Kemudian temannya menjawab, "Ah, aku sudah mengetahuinya sejak setengah tahun  yang lalu". "Oh begitu ya, saya pikir saya termasuk yang paling dahulu  mengetahuinya". Lalu temannya menyahut, "Ah, kalau informasi seperti itu, aku  tidak pernah melewatinya, bahkan pendirian rumah sakit baru di kota ini tahun  depan aku juga sudah mengetahuinya kemarin".&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimana jika, tadi temannya menyahut, "Wah, itu informasi yang menarik,  bagaimana cerita selengkapnya?". Mungkin orang yang mendengar akan lebih merasa  tertarik untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;4. Mengumbar Beban Masalah Pribadi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saat kita membicarakan permasalahan pribadi kepada orang lain, secara tidak  langsung akan mempengaruhi psikologis orang yang kita ajak bicara. Kecuali jika  ia seorang terapis yang bermaksud menolong kita keluar dari masalah. Namun, jika  ia bukan seorang terapis, apakah secara psikologis ia selalu siap dengan  setumpuk beban masalah pribadi kita. Lebih parah lagi jika itu dilakukan secara  berulang-ulang dalam pokok bahasan yang sama. Kebosanan dan rasa jenuh akan  menghinggapinya saat mendengarkan beban masalah pribadi yang belum tentu ia saat  itu siap untuk mendengarkannya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;5. Menilai Negatif&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Suatu hari dalam suatu kantor, seorang karyawan berujar, "Kelihatannya John  sedang dalam kondisi yang sulit saat ini". Kemudian karyawan lain yang diajak  bicara menyahut, "Ia memang tidak mampu mengendalikan emosinya, hal ini membuat  seluruh pekerjaannya jadi buruk, semua tugas-tugasnya tidak dijalankan dengan  baik, saya lelah menghadapinya". Bagaimana jika Anda mendapat respon seperti ini  dalam pembicaraan Anda ? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Coba kita bandingkan dengan respon berikut ini;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Saya banyak belajar dari ia, dari permasalahan- permasalahan yang  dihadapinya, kelihatannya saat ini ia memang sedang dalam kondisi sulit, mungkin  juga ia membutuhkan bantuan kita saat ini". Bandingkan bedanya saat Anda  mendengarkan kedua respon itu, dan pastikan mana yang terbaik menurut Anda.  Opini-opini negatif yang berbentuk judgement tidak akan menarik untuk kita  dengar dan opini negatif itu dapat menggambarkan seperti apa karakter orang yang  menyampaikannya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;6. Suka Menginterupsi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bagaimana perasaan Anda jika saat berbicara sering diinterupsi oleh orang  lain ? Jika ada seseorang menginterupsi kita saat berbicara, kemungkinan yang  muncul adalah kita merasa pembicaraan kita tidak dianggap penting, atau merasa  diremehkan, atau merasa ia tidak tertarik dengan pembicaraan kita. Begitupun  saat kita sering menginterupsi orang yang kita ajak bicara, secara signifikan  kita akan menjadi komunikator yang tidak menarik. Ada baiknya jika kita mencoba  cara ini, biarkanlah ia mengambil nafas sejenak setelah ia menyelesaikan  pembicaraannya sebelum kita mengutarakan kalimat untuk menanggapinya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;7. Penuh Keluhan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keluhan biasanya merupakan kumpulan kalimat negatif yang sangat mungkin  akan mempengaruhi perasaan orang-orang yang mendengarnya. Mendengarkan keluhan  membuat orang menjadi terbebani, terlebih lagi jika keluhan yang sama terus  diulang dan dibicarakan. Selain itu membicarakan keluhan juga akan menggambarkan  betapa lemahnya seseorang dalam menghadapi permasalahannya, sehingga alangkah  lebih baik jika yang kita sampaikan dalam pembicaraan kita adalah  kalimat-kalimat yang baik dan membuat diri kita termotivasi dan lebih bagus lagi  dapat membuat orang lain yang berbicara dengan kita juga ikut termotivasi.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;8. Penyebar Gosip&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mungkin Anda pernah mendengar rekan Anda yang membicarakan keburukan orang  lain pada Anda. Apa yang ada didalam pikiran Anda saat itu ? Kebanyakan dari  kita akan berpikir, apakah ia akan berbicara seperti ini pada orang lain juga,  atau jangan-jangan keburukan yang dibicarakannya dengan orang lain itu adalah  tentang kita. Kebanyakan dari kita akan memandang buruk terhadap orang ini.  Penilaian yang mungkin muncul terhadap orang-orang yang senang membicarakan  keburukan orang lain adalah orang itu tidak percaya diri, culas, dan berpikiran  sempit. Jadi mungkin adalah hal yang baik jika Anda mempertimbangkam kembali  jika ingin mengambil tema-tema gosip dalam pembicaraan Anda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7064356432011460926?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7064356432011460926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7064356432011460926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7064356432011460926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7064356432011460926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/07/yang-harus-di-hindari-dalam-percakapan.html' title='Yang Harus Di Hindari Dalam Percakapan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3135977334084765622</id><published>2011-07-13T18:27:00.000+08:00</published><updated>2011-07-13T18:28:17.219+08:00</updated><title type='text'>Tip Hidup Bahagia</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Setiap orang ingin hidup lebih bahagia dari sebelumnya. Seperti dikutip  laman Ask Men, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar hidup kita  lebih bahagia:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Memiliki tujuan hidup&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;W. Beran Wolfe, seorang filsuf berkata, "Saat Anda melihat orang hidup  bahagia, pastinya ia memiliki tujuan hidup. Entah itu membangun kapal, menulis  lagu, membesarkan anak, atau berkebun." Pemikiran untuk memiliki kesibukan,  tujuan hidup, serta berkomitmen menjalankannya membuat seseorang hidup lebih  bahagia.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Berlibur&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Berlibur merupakan salah satu cara untuk lepas dari kesibukan sehari-hari.  Melepas lelah dan stres. Sekembalinya dari berlibur, Anda pasti akan kembali  bersemangat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Memiliki aktivitas sosial&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dengan memiliki banyak relasi atau teman akan membawa dampak positif bagi  hidup Anda. Menjaga hubungan dengan teman, terus bersikap optimistis, dan  melakukan hal baik lainnya, bisa meningkatkan kebahagiaan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;4. Menjalankan hobi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hobi adalah upaya untuk menjaga semangat hidup Anda. Menjalankan hobi juga  membuka peluang Anda mendapatkan teman, juga lingkungansosial yang baru.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;5. Tidur siang&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidur siang membantu Anda untuk kembali fokus bekerja dan mengembalikan  semangat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;6. Beristirahat sejenak&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jika tidak bisa tidur siang, coba lakukan aktivitas lain yang membantu Anda  untuk kembali bersemangat, seperti jalan-jalan sejenak keluar kantor,  mendengarkan musik, meditasi, atau mengatur pernapasan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;7. Melihat cahaya matahari&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ternyata, cuaca dapat mempengaruhi suasana hati seseorang. Oleh karena itu,  jika lingkungan kerja Anda minim terkena cahaya matahari langsung, coba keluar  sejenak untuk mendapatkan cahaya matahari. Cukup sekitar 30 menit, terpaan  cahaya matahari membantu memulihkan hari Anda.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;8. Bercinta&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Melakukan hubungan seks memberi rasa bahagia dan nyaman. Melakukannya  dengan teratur akan membuat Anda membangun komunikasi yang baik dengan  pasangan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;9. Olahraga&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Apa pun alasannya, baik itu untuk menurunkan berat badan, melawan penyakit,  atau sekadar hobi, yang pasti dengan berolahraga, hidup Anda akan lebih  menyenangkan. Jadi, jangan ragu-ragu untuk melakukannya sesering  mungkin&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3135977334084765622?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3135977334084765622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3135977334084765622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3135977334084765622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3135977334084765622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/07/tip-hidup-bahagia.html' title='Tip Hidup Bahagia'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-6637282713357597686</id><published>2011-07-04T18:57:00.000+08:00</published><updated>2011-07-05T05:48:32.368+08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Burung ELANG</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Elang adalah pasangan yang setia, sekali kawin untuk selamanya, FOREVER  kalo kata manusia. Elang betina ibu yang teladan, mengurus anak mereka dengan  Cinta dan Kasih&amp;nbsp; Sayang. Sebelum bertelur Elang menyiapkan sarang di  bukit/gunung yang tinggi dan di bawahnya jurang yang dalam. Rangkanya ranting  keras dan duri tajam dilapis rumput rumput halus dilapis dengan mencabut bulu  didadanya agar sarang anak anaknya Enak dan Nyaman. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Setelah bertelur dan dierami akhirnya telurnya menetas jadilah si Anak  Elang. Bila lapar, anak anak elang akan menengadahkan paruhnya, kemudian sang  ibu memasukkan makanan hasil buruannya. Bila ada angin kencang sang ibu pun  Menghadang dengan merentang sayap menutup sarang memberi perlindungan &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Si anak anak pun mulai tumbuh besar, dan suatu saat si anak elang kaget  karena jatah makanan mereka tiba tiba dihentikan oleh sang ibu. Perangai sang  ibu berubah drastis dan mereka menangis kelaparan "ibu kenapa jadi begitu?" kata  anak anak elang &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Suatu saat si anak elang kaget lagi karena sang ibu menyingkirkan rumput  halus dan bulu bulu hangat yang jadi "kasur" mereka. Di sarang mereka yang  tersisa tinggal ranting keras dan duri tajam menusuk badan . Mereka menangis  kesakitan "ibu tega nian engkau?"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Belum hilang penderitaan yang dirasakan,&amp;nbsp; si anak elang kaget ketika  diusir dari sarang, didorong keluar jatuh melayang "ibu kenapa kau mau bunuh  anak anakmu?". Namun saat jatuh hampir sampai dasar jurang, sang ibu dengan  sigap menyambar menyelamatkan sang anak. Demikianlah berkali kali mereka  dijatuhkan. Sampai suatu saat anak elang itu mulai bisa mengepakkan sayap dan  akhirnya TERBANG!&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sang ibu dan bapak elang dengan riang mengajak anak anaknya terbang di atas  awan lalu belajar mencari binatang buruan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Nah... barulah si anak elang sadar kalau orang tuanya sedang mengajarkan  kerasnya KEHIDUPAN. Ia harus bisa mandiri di belantara alam yang kejam untuk  melestarikan kehidupan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Elang mengurus anak dengan cinta tapi ada saatnya harus tega agar anaknya  jadi "orang" yang punya "Mental Juang" di masa yang akan datang.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Moral story:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tuhan sang pemilik semesta alam sudah menyiapkan alat untuk bertahan hidup  bagi seluruh makhluknya. Namun manusia sebagai makhluk tertinggi mendapatkan  lebih dari makhluk hidup lainnya yaitu otak, dengan otak manusia bisa berpikir  apa yang terbaik yang bisa dilakukan, namun kadang kala justru otak manusia  membuat manusia kehilangan jati dirinya. Manusia cenderung mencari kemudahan,  seperti pomeo buat apa cari yang susah susah kalau ada yang gampang, padahal apa  yang susah di awal justru jadi fondasi kehidupan yang kokoh yang membuat hidup  selanjutnya terasa jauh lebih ringan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;CoPas dr the Profec&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-6637282713357597686?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/6637282713357597686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=6637282713357597686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6637282713357597686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6637282713357597686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/07/belajar-dari-burung-elang.html' title='Belajar dari Burung ELANG'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1457605094053543392</id><published>2011-06-23T00:58:00.000+08:00</published><updated>2011-06-23T15:16:05.782+08:00</updated><title type='text'>"JAMINAN ASURANSI"</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;Bila Anda praktisi atau nasabah asuransi, baik jiwa  maupun umum, mungkin (baca "mestinya") pernah membaca dan memahami polis-polis  yang Anda jual.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Walaupun polis tersebut memiliki banyak pasal,  sesungguhnya polis itu mudah untuk dipahami karena tersusun secara  teratur.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Secara umum polis terdiri dari:&lt;BR&gt;- Skedul (Schedule)&lt;BR&gt;-  Definisi (Definitions)&lt;BR&gt;- Kondisi Umum (General Conditions)&lt;BR&gt;- Pengecualian  Umum (General Exclusions)&lt;BR&gt;- Jaminan (Coverage)&lt;BR&gt;- Pengecualian Khusus  (Special Exclusions)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lalu walaupun jumlah dan jenis polis  asuransi yang beredar sangat banyak, namun mereka itu dapat digolongkan hanya  dalam 2 kategori, yaitu:&lt;BR&gt;1. All Risks Policy (polis segala risiko)&lt;BR&gt;2.  Named Perils Policy (polis yang menyebutkan jaminan)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ke 2 jenis polis  diatas dapat dikenali dari 2 hal:&lt;BR&gt;- Dari namanya "All Risks", seperti  Property All Risks, Contractors All Risks, Moveable All Risks, Erection All  Risks. Ada juga polis yang tidak mengenakan "All Risks", tapi jaminannya All  Risks seperti Electronic Equipment Insurance, Personal Accident Insurance,  Health Insurance, Life Insurance, Heavy Equipment Insurance, Marine Cargo  Insurance ICC "A".&lt;BR&gt;- Dari ruang lingkup jaminan yang dapat dibaca pada "Scope  of Coverage". Walau orang sering menyebut jaminan komprehensif asuransi mobil  dengan "all riksk", sesungguhnya jaminannya adalah "Named Perils" karena risiko2  yg dijamin disebut 1 per 1. Polis kebakaran juga termasuk golongan "Named  Perils".&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Setelah kita sudah dapat memahami 1 polis itu masuk dalam  golongan mana, maka langkah selanjutnya adalah dengan memfokuskan  materi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bila polis itu jenisnya "All Risks" maka kita hanya fokus pada  pengecualian, baik umum maupun khusus. Sepanjang tidak dicantumkan dalam  pengecualian, dan memenuhi unsur "sudden, accidental dan physical damage" (PAR),  maka musibah tsb dijamin dalam polis. Asuransi wajib bayar (setelah nasabah  melakukan kewajibannya).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bila polis tsb berjenis "Named Perils Policy",  maka kita hanya fokus pada jaminan yang disebut 1 per 1. Saat terjadi musibah,  dan tidak tertera dalam list jaminan, maka klaim ditolak (walau tidak ada dalam  daftar pengecualian).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebagai seorang penjual, kita harus  mampu menguasai polis2 yang kita jual dan menjelaskannya kepada calon nasabah  dengan benar mempergunakan contoh polis (yang dijual).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jangan membiarkan  nasabah membaca sendiri dan berusaha memahami polis yang tebal dan memiliki  banyak pasal yang berbahasa hukum.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sungguh saya prihatin kepada "nasib"  nasabah asuransi, yang diberikan (dibiarkan) kesempatan dalam "Grace Period"  untuk membaca dan memahami polis sendiri.&lt;BR&gt;Alhasil mereka terima polis, mereka  taruh dalam laci meja atau lemari.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saran saya kepada nasabah:&lt;BR&gt;1.  Mintalah penjelasan dari penjual dengan memakai contoh polis yang akan Anda beli  (ilustrasi dan proposal sangat kurang, dan itu bukan bagian dari kontrak).&lt;BR&gt;2.  Bila Anda sudah terlanjur beli, panggil kembali penjual. Minta mereka  menjelaskan jaminan dan pengecualian serta prosedur klaim atas polis2 yang telah  Anda beli.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pahami polis sebelum terjadi klaim, agar Anda bisa memastikan  "Apakah polis itu memang jawaban kebutuhan Anda?!"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Demikian  sharing saya, semoga bermanfaat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Salam,&lt;BR&gt;Freddy  Pieloor&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A href="http://www.PialangAsuransi.com"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;www.PialangAsuransi.com&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;"Be Insured Securely"&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1457605094053543392?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1457605094053543392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1457605094053543392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1457605094053543392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1457605094053543392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/jaminan-asuransi.html' title='&quot;JAMINAN ASURANSI&quot;'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1630931325451652696</id><published>2011-06-22T05:25:00.000+08:00</published><updated>2011-06-22T17:13:20.338+08:00</updated><title type='text'>Agnihotra Dalam Nyala Sebatang Dupa</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Mengamati fenomena semakin maraknya kegiatan Upacara Agnihotra (Homa  Yadnya) dibeberapa tempat di Indonesia khususnya di Bali, maka pada suatu  kesempatan menghadap seorang Pandita, penulis menanyakan apa sebenarnya makna  hakiki dari Agnihotra ini. Pandita menjawab dengan singkat tetapi jelas, bahwa  "Ketika menghidupkan sebatang dupa untuk sembahyang maka itu adalah Agnihotra".  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penulis tercenung sejenak tetapi kemudian tersadar dengan suatu pemahaman  yang terang benderang, bahwa Inti dari Yadnya Agnihotra adalah pemujaan kepada  Dewa Agni dan dalam nyala sebatang dupa yang kita haturkan sesungguhnya kita  sudah melakukan Agnihotra. Lalu kenapa sekarang ini masih muncul perdebatan  seputar pelaksanaan Yadnya Agnihotra ini ? Itu karena kebiasaan kita hanya  melihat pada kulitnya saja yaitu ritualnya tidak menyatukan diri pada makna  utama dari yadnya ini yaitu persembahan kepada Dewa Agni. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jika dengan sebatang dupa kita sudah melaksanakan Agnihotra maka haruskah  mengikuti Yadnya ini seperti yang biasa dilakukan di India ? Lalu apakah kita  larang saudara kita dari India atau orang Bali yang belajar di India, untuk  melaksanakan Yadnya Agnihotra ini ? Tentunya tidak !!, masalah sembahyang  seperti halnya keyakinan beragama adalah masalah pribadi dan bersifat hak asasi  yang tidak perlu dilarang, asalkan tidak mengganggu ketentraman orang lain.  Untuk itu sebelum kita terlanjur menghakimi fihak lain salah atau benar, maka  alangkah baiknya dipahami dulu apa itu Agnihotra.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;AGNIHOTRA adalah upacara yadnya untuk memuja Hyang Widhi dalam  manifestasinya sebagai Dewa Agni, dan merupakan maha yadnya, multifungsi,  efisien, serta effektif. Sumber-sumber upacara Agnihotra bisa dijumpai pada  kitab-kitab Ithihasa, Purana (Kekawin Ramayana) dan beberapa upanisad seperti:  Swetha Swatara Upanisad, Maitri Upanisad, Prasna Upanisad, dan Sri Isopanisad.  Didalam kitab suci Reg Weda, Sama Weda, Yayur Weda, Atharwa Weda, puja-puja  terhadap Dewa-Dewa sangat banyak tetapi yang dominan adalah puja-puja kepada  Dewa Agni. Dewa Agni, dalam bentuk material api dalam kehidupan manusia memiliki  tujuh fungsi sebagai berikut :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Sebagai penerang&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Sebagai pencuci dan pembasmi kekotoran&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Sebagai pengusir roh jahat&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;4. Sebagai penghubung pemuja dan yang dipuja&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;5. Sebagai saksi upacara&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;6. Sebagai pendeta pemimpin upacara&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;7. Sebagai sumber kekuatan atau energi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Atharwa Weda XXVIII.6, menyatakan : Yatra suharda, sukrtam Agnihotra hutam  yatra lokah tam lokam yamniyabhisambhuva sano himsit purusram pasumsca. (Dimana  mereka yang hatinya mulia bertempat tinggal, orang yang pikirannya damai dan  mereka yang mempersembahkan dan melaksanakan Agnihotra, disana majelis (pimpinan  masyarakat) bekerja dengan baik, memelihara masyarakat, tidak menyakiti mereka  dan binatang ternaknya.) &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dengan demikian sesungguhnya Yadnya Agnihotra mempunyai landasan sastra  yang jelas sehingga tidak perlu membuat kita ragu lagi. Yang perlu dibicarakan  dengan bijaksana adalah aplikasinya dalam keseharian masyarakat khususnya di  Bali yang sangat kuat adatnya jangan sampai umat pada tataran awam menjadi  menolak Agnihotra ini hanya karena melihat ritualnya yang sangat berbeda dengan  kebiasaan upacara yadnya di Bali (Ke-Indiaan). &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penolakan ini tidak hanya pada tataran masyarakat awam tetapi ada juga  Pandita yang tidak sependapat walaupun tidak prontal seperti dengan tidak  mengijinkan dilaksanakan di utama mandala (Jeroan Pura). Berbicara sebuah ritual  sebenarnya juga berbicara masalah adat dimana adat ini adalah kebiasaan  masyarakat dan bersifat tidak kekal (dinamis) sehingga mau tidak mau akan  menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Walaupun demikian memadukan adat yang  berbeda (India dan Indonesia/Bali) seperti dalam aplikasi Yadnya Agnihotra  dengan tradisi India yang dilaksanakan di Bali, maka perlu kesadaran, bahwa hal  itu akan dapat menimbulkan pertentangan, maka tindakan yang bijak adalah tidak  ekstreem dengan serta merta (100%) membawa tata cara India ke Bali tetapi yang  terbaik adalah menyesuaikan dengan local genius tanpa menghilangkan maknanya.  Ada "Hotri" (pemimpin Yadnya Agnihotra) yang sudah dapat melakukannya dengan  baik sehingga saat mengikuti Agnihotra, maka perpaduan India dan Bali sangat  baik sehingga hampir menyerupai Puja Stawa Pemangku tetapi tetap terasa bedanya.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Disisi lain ada yang menurut penulis tidak berhasil menyatukan hal ini  khususnya adaptasi nyanyian-nyayian daerah seperti "Janger" yang sangat tidak  cocok dengan kekhusukan yadnya. Hal lain adalah cara duduk apakah harus  melingkar khususnya ketika dilaksanakan didalam Pura, karena kebiasaan kita di  Bali (Indonesia) adalah menghadap ke Pelinggih sehingga tidak membelakangi  Pelinggih. Juga kebiasaan menghadap ke Matahari atau gunung. Lalu sarana yadnya,  apakah tidak bisa dari lokal karena kita dididik oleh leluhur untuk mengambil  sarana sembahyang dari lingkungan kita, seperti kita dibiasakan untuk menanam  kembang, pohon janur, dll yang nantinya akan kita persembahkan kembali kepada  Hyang Widhi, nah kalau untuk Agnihotra kemudian kita harus import bahan-bahan  dari India apakah hal itu benar ? dan banyak hal yang akan berbeda penafsiran  bagi setiap orang, bagi setiap kepala.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jika demikian, berpalinglah sejenak pada "sebatang dupa" karena didalamnya  memancar kekuatan Dewa Agni dalam tujuh bentuk yang agung salah satunya sebagai  "Penerang" semoga dalam nyala sebatang dupa kita lebih memahami hakekat  Agnihotra yang sejati dan tidak memperdebatkan bhakti kepada Beliau ini hanya  karena ritualnya berbeda, caranya berbeda, bahannya berbeda, tetapi menyatukan  diri dalam sebuah BHAKTI apapun bentuknya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Penulis,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Nyoman Sukadana&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Karanganyar-Solo-Jawa Tengah&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;A  href="http://damuhantara.blogspot.com/2010/11/agnihotra-dalam-nyala-sebatang-dupa.html"&gt;http://damuhantara.blogspot.com/2010/11/agnihotra-dalam-nyala-sebatang-dupa.html&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1630931325451652696?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1630931325451652696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1630931325451652696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1630931325451652696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1630931325451652696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/agnihotra-dalam-nyala-sebatang-dupa.html' title='Agnihotra Dalam Nyala Sebatang Dupa'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7596867667994850996</id><published>2011-06-15T02:24:00.000+08:00</published><updated>2011-06-15T03:24:54.529+08:00</updated><title type='text'>kunci mencapai sukses</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Ambillah satu ide, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Jadikan ide tersebut hidupmu,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Pikirkan tentang itu,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bermimpilah tentang itu, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hiduplah dengan ide itu.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Biarkanlah otak, otot, saraf setiap bagian dari tubuh anda,&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;terpenuhi dengan ide tersebut dan tinggalkan bentuk ide lainnya&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Inilah kunci mencapai sukses&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Swami Vivekananda&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7596867667994850996?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7596867667994850996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7596867667994850996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7596867667994850996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7596867667994850996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/kunci-mencapai-sukses.html' title='kunci mencapai sukses'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7097912979958924212</id><published>2011-06-14T17:26:00.000+08:00</published><updated>2011-06-14T18:22:26.721+08:00</updated><title type='text'>Motto of the Baltimore Grotto, A Caving Society</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;1. Take nothing but picture&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak mengambil sesuatu,&amp;nbsp; tapi hanya untuk dinikmati keindahann atau  abadikan dalam foto, itu terjemahan murninya. Namun dibalik terjemahan murni itu  ada makna atau pesan moral yang ingin disampaikan misalnya jika berwisata ke  goa, janganlah dirusak dgn mematahkan staglagnit dan staglagtitnya, biarlah  semua itu keberadaan seperti sedia kala atau alami. abadikan keindahan itu dalam  pikiran atau dalam bentuk foto, misalnya. jangan sekali-kali mengganggu atau  merusaknya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Leave nothing but footprint&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak perlu meninggalkan apa2, tapi tinggalkanlah jejak. Makna pesan  moralnya kira2 jika berkunjung ke goa2 tidak perlu meninggalkan sesuatu disana  yang akan merusak keasrian goa, demikian juga bila berkunjung ketempat-tempat  indah lainnya. Untuk menjaga keasrian itu, sebaiknya tinggalkanlah jejak anda  sebagai kenangan indah bahwa anda sudah pernah kesana. Pepatah mengatakan  "harimau mati meninggalkan belangnya, gajah mati meninggalkan gadingnya". &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. Kill nothing but time&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak membunuh apa2, tapi gunakanlah/habiskanlah waktu anda. "kill time'  itu adalah menggunakan waktu senggang atau luang sebaik mungkin. Dalam melakukan  sesuatu mereka tidak merusak, tapi benar menghabiskan waktu sesuai dengan  peruntukannya. Seperti misalnya mengunjungi goa, mereka benar2 menggunakan  waktunya untuk itu, bukan untuk yang lainnya. Pencinta wisata alam dia akan  mengungjungi alam.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;From mix sources (HDnet)&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7097912979958924212?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7097912979958924212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7097912979958924212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7097912979958924212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7097912979958924212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/motto-of-baltimore-grotto-caving.html' title='Motto of the Baltimore Grotto, A Caving Society'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3095060910833128886</id><published>2011-06-06T18:04:00.000+08:00</published><updated>2011-06-07T17:22:17.070+08:00</updated><title type='text'>Pengertian Yoga</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Thursday, 03 March 2011 09:18 | Written by Aries &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Yoga adalah Yoga, bukanlah sesuatu yang berhubungan dengan agama atau  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kepercayaan tertentu. Yoga merupakan suatu tehnik spiritual yang lebih tua  dari &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;agama apa pun juga di dunia, termasuk agama Hindu, agama tertua dalam  catatan &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;sejarah manusia. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Agama Hindu adalah agama yang berdasarkan kitab suci Veda. Sementara kitab  Veda &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;pertama kali digubah sekitar tahun 5000 SM, pada saat masuknya bangsa Arya  ke &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;India. Sementara Yoga sudah dikenal oleh masyarakat India jauh sebelum  datangnya &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;bangsa Arya. Para Yogi (praktisi yoga) sudah terdapat di India jauh sebelum  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;jaman Veda. Sampai saat ini, praktisi yoga tidak hanya pemeluk Hindu saja,  namun &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dari berbagai agama dan kepercayaan. Bahkan dalam beberapa literatur,  disebutkan &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;beberapa nabi dan orang-orang suci pun juga menjadi praktisi yoga, seperti  Yesus &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dan nabi-nabi lain yang sulit disebutkan di sini. Yoga adalah milik dunia,  milik &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;semua insan yang ingin menjalani kehidupan spiritual. Tanpa ada ikatan  agama &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;maupun tradisi. Sebagaimana sinar matahari, semua insan berhak berjemur  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dibawahnya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Namun harus diakui, bahwa Yoga yang diketahui sekarang merupakan warisan  dari &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;khazanah budaya India. Maka istilah-istilah dalam Yoga mempunyai banyak  kesamaan &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dengan istilah-istilah dalam agama Hindu, karena keduanya sama-sama lahir  dalam &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;tradisi kebudayaan India. Oleh karenanya, bila ingin mendalami Yoga, harus  tidak &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;keberatan menerima istilah-istilah India. Sebagaimana kita tidak pernah  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;keberatan menggunakan istilah-istilah Latin, bila belajar ilmu kedokteran.  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Menggunakan istilah-istilah Jepang dalam belajar Karate dan istilah-istilah  Cina &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dalam belajar Kungfu. Atau, mempelajari buku-buku bahasa Inggris untuk  mendalami &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;ilmu Ekonomi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Yoga berasal dari suku kata yuj, dalam bahasa Sansekerta berarti  "menghubungkan" &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;atau "mempersatukan". Secara kebetulan, kata ini semakna dengan sholat yang  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;berasal dari kata washola, dalam bahasa Arab yang juga berarti  "menghubungkan" &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;atau "mempersatukan". Untuk menyatukan diri dengan Tuhan kalangan muslim  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;melakukan sholat, berupa doa-doa dan gerakan-gerakan tertentu. Dalam Yoga,  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;doa-doa disebut mantra yoga dan gerakan-gerakan disebut hatha yoga. Tujuan  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;sholat adalah untuk berzikir – mengingat Allah. (QS 20:14). Hasilnya adalah  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;tercegahnya perbuatan keji dan mungkar. Dan ritual ini (sholat) dipandang  oleh &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tuhan sebagai ritual yang lebih besar manfaatnya daripada ritual lainnya.  (QS &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;29:45). Jika anda setuju, maka Yoga merupakan ritual yang besar  manfaatnya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa. Pada tubuh fisik, yoga  memberi &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;efek kesehatan, keseimbangan, kekuatan dan vitalitas. Pada pikiran, yoga  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual,  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih kaya dan bahagia. Pada  jiwa, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;yoga membawa kesadaran, kebebasan dan pencerahan.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Bila kita mengenal Karate atau Kungfu sebagai sebagai suatu tehnik untuk  membela &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;diri, maka Yoga merupakan suatu tehnik untuk mengenal diri. "Siapa yang  mengenal &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dirinya, maka dia mengenal Tuhannya". Perlu ditegaskan lagi, bahwa Yoga  adalah &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;suatu sadhana (latihan yang bersifat spiritual). Yoga tidak sekedar senam  atau &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;latihan kanuragan. Ini perlu dijelaskan karena bagi masyarakat Indonesia,  yoga &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;seringkali disalahartikan sebagai "akrobat" atau semacam "praktek-praktek  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;klenik", dan lain sebagainya.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sebagaimana ilmu bela diri, berlatih Yoga juga memerlukan disiplin yang  keras. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tidak ada dispensasi untuk memperpendek jalan. Namun, berlatih Yoga tidak  ada &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;istilah terlambat untuk dimulai. Apakah seorang anak – orang tua, wanita –  pria, &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;cacat – sehat, terpelajar – buta huruf,&amp;nbsp; dengan kesungguhan hati  semuanya dapat &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;berlatih Yoga.&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3095060910833128886?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3095060910833128886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3095060910833128886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3095060910833128886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3095060910833128886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/pengertian-yoga.html' title='Pengertian Yoga'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3187961922932412014</id><published>2011-06-04T05:55:00.000+08:00</published><updated>2011-06-04T16:21:21.260+08:00</updated><title type='text'>Merapatkan Vagina</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV  style="FONT-STYLE: normal; DISPLAY: inline; FONT-FAMILY: 'Calibri'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: small; FONT-WEIGHT: normal; TEXT-DECORATION: none"&gt; &lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV&gt;Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merapatkan vagina yang  longgar :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;1. Latihan Kegel&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Latihan vagina terkenal yang dapat membantu memperkuat otot-otot vagina  adalah&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;latihan Kegel. Senam kegel berguna untuk melatih otot dasar panggul atau  disebut&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dengan pubococcygeus (PC). Otot-otot yang bergerak adalah organ dalam  panggul&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;yaitu rahim, kantong kemih, dan usus.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot  seperti&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus  ulangi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan  lama waktu&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;menahan kencing 15-20 detik.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan  hanya&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;membutuhkan waktu beberapa menit. Latihan bisa dilakukan di kursi kerja,  sambil&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Latihan ini tidak hanya membantu memulihkan elastisitas vagina, tetapi  juga&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;meningkatkan aliran darah ke daerah vagina. Hal ini sangat efektif dalam  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;meningkatkan libido pada wanita. Bukan hanya ini, juga dapat  mempercepat&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;membangkitkan dan meningkatkan respons terhadap rangsangan seksual.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;2. Gel vagina berbahan alami&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Gel pelumas vagina dengan bahan alami yang mengandung ekstrak ginseng,  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;oak, Hamamelis atau ekstrak tanaman Pureria Mirifica. Tanaman Pureria&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Mirifica yang kaya akan fitoestrogen tidak hanya memastikan  pengetatan&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;vagina, tetapi juga merupakan anti-aging yang cukup baik.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;3. 'Kerucut vagina' (vaginal cone)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Obat lain yang menggunakan otot untuk mengencangkan vagina adalah&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;vaginal cone. Vaginal cone berbentuk seperti tampon dengan berat yang  bervariasi.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Cara menggunakan adalah dengan memasukkan kerucut kecil ke dalam vagina  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;dan meremasnya dengan menggunakan otot-otot vagina. Lakukan ini beberapa  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;kali sehari sedikitnya 15 menit. Metode ini perlahan-lahan akan membantu  &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;mengencangkan otot  vagina.&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3187961922932412014?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3187961922932412014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3187961922932412014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3187961922932412014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3187961922932412014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/merapatkan-vagina.html' title='Merapatkan Vagina'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7170286789791219855</id><published>2011-06-02T02:22:00.000+08:00</published><updated>2011-06-02T17:27:18.528+08:00</updated><title type='text'>Bunga Flat (Menetap) dan Bunga Efektif (Menurun)</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;Pada kesempatan ini saya hendak membahas mengenai  cara&lt;BR&gt;perhitungan bunga hutang. Misalkan Bapak ditawarkan&lt;BR&gt;hutang dengan  tingkat suku bunga 6% per tahun, pertanyaannya &lt;BR&gt;adalah apakah bunga ini murah  atau mahal?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hanya dari informasi diatas saja, kita tidak dapat  menjawab&lt;BR&gt;pertanyaan di atas. Terlebih dahulu kita mesti bertanya  dahulu&lt;BR&gt;bagaimana cara perhitungan bunganya? Apakah suku bunga  tersebut&lt;BR&gt;adalah bunga flat? Atau bunga efektif? Apabila ternyata suku  bunga&lt;BR&gt;adalah 6% flat, artinya bunga tersebut MAHAL. Sedangkan  kalau&lt;BR&gt;ternyata suku bunga tersebut adalah 6% efektif, maka artinya  bunga&lt;BR&gt;tersebut murah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Apa yang dimaksud bunga flat? Dan apa yang  dimaksud dengan &lt;BR&gt;bunga efektif? Mari kita bahas satu per satu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;1.  BUNGA FLAT&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cara perhitungan bunga flat adalah cara yang paling  gampang,&lt;BR&gt;oleh karena itu banyak digunakan di berbagai instansi  keuangan.&lt;BR&gt;Sayangnya cara perhitungan seperti ini sangatlah  merugikan&lt;BR&gt;peminjam uang. Mengapa? Karena bunga dihitung secara rata  dari&lt;BR&gt;nilai total hutang, tanpa peduli terhadap nilai pokok hutang&lt;BR&gt;yang  telah dibayarkan. Nantinya kita akan dapat melihat hal&lt;BR&gt;ini dari ilustrasi  hutang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang  dari&lt;BR&gt;bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita&lt;BR&gt;pinjam  adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 6% flat &lt;BR&gt;dan tenor 2 tahun.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cara perhitungannya gampang. Total bunga yang harus kita bayar  &lt;BR&gt;adalah 6% dikalikan jangka waktu 2 tahun dan dikalikan&lt;BR&gt;dengan nilai  hutang Rp. 120.000.000. Total bunga adalah &lt;BR&gt;= Rp. 120.000.000 * 6% * 2&lt;BR&gt;=  Rp. 14.400.000. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Total bunga ini ditambahkan dengan nilai hutang akan  menjadi &lt;BR&gt;total angsuran yang harus kita bayar, yaitu :&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp.  120.000.000 + Rp. 14.400.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp. 134.400.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Total  angsuran ini tinggal kita bagikan ke jumlah periode&lt;BR&gt;pembayaran. Karena kita  mengangsur hutang secara bulanan,&lt;BR&gt;artinya periode pembayaran adalah 2 x 12 =  24 kali. Maka&lt;BR&gt;nilai angsuran per bulannya adalah :&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp.  134.400.000 / 24&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp. 5.600.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Tabel ilustrasi bunga  flat dapat dilihat di bawah  ini:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------&lt;BR&gt;|Per  | Pokok Hutang |&amp;nbsp; Bunga&amp;nbsp; | Angsuran&amp;nbsp; |&amp;nbsp; Sisa Hutang&amp;nbsp;  |&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 0  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  120.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 1 |&amp;nbsp; 120.000.000 | 600.000 | 5.600.000  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 115.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 2 |&amp;nbsp; 115.000.000 | 600.000 |  5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 110.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 3 |&amp;nbsp; 110.000.000 | 600.000  | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 105.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 4 |&amp;nbsp; 105.000.000 |  600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 5 |&amp;nbsp; 100.000.000  | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 95.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 6  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 95.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 90.000.000  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 7 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 90.000.000 | 600.000 | 5.600.000  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 85.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 8 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 85.000.000 | 600.000  | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 80.000.000 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 9 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  80.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75.000.000 |&lt;BR&gt;| 10  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 70.000.000  |&lt;BR&gt;| 11 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 70.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  65.000.000 |&lt;BR&gt;| 12 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 65.000.000 | 600.000 | 5.600.000  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 60.000.000 |&lt;BR&gt;| 13 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 60.000.000 | 600.000 |  5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 55.000.000 |&lt;BR&gt;| 14 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 55.000.000 |  600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 50.000.000 |&lt;BR&gt;| 15 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  50.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 45.000.000 |&lt;BR&gt;| 16  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 45.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 40.000.000  |&lt;BR&gt;| 17 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 40.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  35.000.000 |&lt;BR&gt;| 18 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 35.000.000 | 600.000 | 5.600.000  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 30.000.000 |&lt;BR&gt;| 19 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 30.000.000 | 600.000 |  5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 25.000.000 |&lt;BR&gt;| 20 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 25.000.000 |  600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20.000.000 |&lt;BR&gt;| 21 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  20.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15.000.000 |&lt;BR&gt;| 22  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15.000.000 | 600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10.000.000  |&lt;BR&gt;| 23 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10.000.000 | 600.000 | 5.600.000  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.000.000 |&lt;BR&gt;| 24 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.000.000 |  600.000 | 5.600.000 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; LUNAS  |&lt;BR&gt;----------------------------------------------------------- &lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;Dari tabel ilustrasi diatas kita dapat melihat bahwa bunga&lt;BR&gt;yang  dibayarkan setiap bulannya selalu bernilai Rp. 600.000.&lt;BR&gt;Oleh karena itulah  cara perhitungan ini disebut bunga flat,&lt;BR&gt;karena nilai bunganya selalu  rata.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kembali ke pernyataan saya pada penjelasan awal bunga  flat,&lt;BR&gt;mengapa cara perhitungan bunga flat merugikan peminjam  uang?&lt;BR&gt;Jawabannya bisa dilihat dari tabel ilustrasi diatas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Setiap  bulannya peminjam uang harus membayar angsuran sebesar&lt;BR&gt;Rp. 5.600.000.  Angsuran ini terdiri dari bunga sebesar&lt;BR&gt;Rp. 600.000 dan angsuran pokok  sebesar Rp. 5.000.000.&lt;BR&gt;Dengan membayar angsuran pokok berarti nilai pokok  dari hutang&lt;BR&gt;tersebut berkurang sebanyak Rp. 5.000.000 setiap  bulannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sayangnya pengurangan nilai pokok hutang tidak disertai  dengan&lt;BR&gt;pengurangan nilai bunga. Tentunya hal ini akan merugikan&lt;BR&gt;peminjam  uang di periode-periode berikutnya. Kita dapat &lt;BR&gt;perhatikan di dalam tabel  bahwa setelah mengangsur setahun,&lt;BR&gt;nilai pokok hutang tinggal Rp. 60.000.000  (periode 13).Namun &lt;BR&gt;nilai bunganya tetap Rp. 600.000. Bila kita  bandingkan&lt;BR&gt;nilai pokok pokok hutang terhadap nilai bunga, maka  tingkat&lt;BR&gt;suku bunganya menjadi:&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp. 600.000 / Rp.  60.000.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = 10%&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Loh, kok tingkat suku bunganya menjadi  10%? Padahal tadi &lt;BR&gt;katanya hanya 6%? Nah, perhitungan 6% itu adalah  dihitung&lt;BR&gt;dari nilai total hutangnya yaitu Rp. 120.000.000. Tidak&lt;BR&gt;pedulu  berapapun sisa hutang kita. Jadinya kalau sisa&lt;BR&gt;hutang kita tinggal sedikit,  kita akan rugi sekali karena&lt;BR&gt;tingkat suku bunganya menjadi tinggi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;2.  BUNGA EFEKTIF&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cara perhitungan bunga efektif lebih fair baik bagi  pihak&lt;BR&gt;bank maupun bagi pihak peminjam uang. Dengan menggunakan&lt;BR&gt;cara  perhitungan ini, maka bunga dihitung dari nilai pokok&lt;BR&gt;hutang, bukan dari  nilai total pinjaman, sehingga nilai&lt;BR&gt;bunga semakin lama akan semakin  berkurang seiring dengan&lt;BR&gt;pembayaran untuk pokok hutang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebagai contoh  kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari&lt;BR&gt;bank untuk membeli mobil  (KKB). Nilai hutang yang hendak kita&lt;BR&gt;pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan  tingkat suku bunga 11% efektif &lt;BR&gt;dan tenor 2 tahun.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Perhatikan bahwa  dalam contoh kasus kedua, nilai total hutang&lt;BR&gt;dan tenor adalah sama dengan  kasus pertama. Tingkat suku bunganya&lt;BR&gt;berbeda hampir dua kali lipat. Pada  kasus pertama kita tingkat&lt;BR&gt;suku bunga adalah 6% flat, sedangkan pada kasus  kedua tingkat&lt;BR&gt;suku bunga adalah 11% efektif.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cara perhitungan nilai  angsuran untuk bunga efektif terlalu&lt;BR&gt;sukar untuk dijelaskan disini. Apabila  kita menggunakan rumus&lt;BR&gt;PMT pada Excel, seperti yang saya ajarkan dalam ebook  "Tips&lt;BR&gt;dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel",&lt;BR&gt;maka  kita akan mendapatkan bahwa nilai angsuran bulanannya &lt;BR&gt;adalah Rp. 5.592.941.  Nilai angsuran bulanan dalam kasus ini&lt;BR&gt;lebih murah Rp. 7.059 dibandingkan  kasus sebelumnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berikut adalah tabel ilustrasi untuk kasus  kedua:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------&lt;BR&gt;|Per  | Pokok Hutang |&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bunga&amp;nbsp;&amp;nbsp; | Angsuran&amp;nbsp; | Sisa Hutang  |&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 0  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; | 120.000.000  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 1 |&amp;nbsp; 120.000.000 | 1.100.000 | 5.592.941 | 115.507.059  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 2 |&amp;nbsp; 115.507.059 | 1.058.815 | 5.592.941 | 110.972.934  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 3 |&amp;nbsp; 110.972.934 | 1.017.252 | 5.592.941 | 106.397.245  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 4 |&amp;nbsp; 106.397.245 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 975.308 | 5.592.941 |  101.779.612 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 5 |&amp;nbsp; 101.779.612 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 932.980 | 5.592.941  |&amp;nbsp; 97.119.652 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 6 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 97.119.652 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 890.263  | 5.592.941 |&amp;nbsp; 92.416.974 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 7 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 92.416.974  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 847.156 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 87.671.189 |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 8  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 87.671.189 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 803.653 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 82.881.901  |&lt;BR&gt;|&amp;nbsp; 9 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 82.881.901 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 759.751 | 5.592.941  |&amp;nbsp; 78.048.712 |&lt;BR&gt;| 10 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 78.048.712 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 715.447 |  5.592.941 |&amp;nbsp; 73.171.218 |&lt;BR&gt;| 11 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 73.171.218 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  670.736 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 68.249.013 |&lt;BR&gt;| 12 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 68.249.013  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 625.616 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 63.281.688 |&lt;BR&gt;| 13 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  63.281.688 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 580.082 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 58.268.830 |&lt;BR&gt;| 14  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 58.268.830 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 534.131 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 53.210.020  |&lt;BR&gt;| 15 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 53.210.020 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 487.759 | 5.592.941 |&amp;nbsp;  48.104.838 |&lt;BR&gt;| 16 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 48.104.838 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 440.961 | 5.592.941  |&amp;nbsp; 42.952.859 |&lt;BR&gt;| 17 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 42.952.859 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 393.735 |  5.592.941 |&amp;nbsp; 37.753.653 |&lt;BR&gt;| 18 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 37.753.653 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  346.075 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 32.506.787 |&lt;BR&gt;| 19 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 32.506.787  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 297.979 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 27.211.826 |&lt;BR&gt;| 20 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;  27.211.826 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 249.442 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 21.868.327 |&lt;BR&gt;| 21  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 21.868.327 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 200.460 | 5.592.941 |&amp;nbsp; 16.475.846  |&lt;BR&gt;| 22 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 16.475.846 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 151.029 | 5.592.941 |&amp;nbsp;  11.033.934 |&lt;BR&gt;| 23 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11.033.934 |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 101.144 | 5.592.941  |&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.542.138 |&lt;BR&gt;| 24 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.542.138  |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 50.803 | 5.592.941 |&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  LUNAS  |&lt;BR&gt;-----------------------------------------------------------&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dari  tabel diatas kita dapat melihat bahwa bunga semakin&lt;BR&gt;lama akan semakin kecil,  karena bunga dihitung dari nilai&lt;BR&gt;pokok hutang yang semakin dibayar akan  menjadi semakin kecil.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dengan cara perhitungan seperti ini, biasanya  hutang menjadi&lt;BR&gt;lebih fleksibel dalam arti misalkan saja dalam suatu  saat&lt;BR&gt;sebelum periode 24 bulan tersebut berakhir, ternyata peminjam&lt;BR&gt;uang  memiliki uang lebih (misalkan saja mendapatkan bonus&lt;BR&gt;atau THR) dan ingin  membayar angsuran lebih besar daripada&lt;BR&gt;angsuran bulanan Rp. 5.592.941,  biasanya bank akan memperbolehkan&lt;BR&gt;hal tersebut. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Peminjam uang bahkan  diperbolehkan untuk langsung melunasi &lt;BR&gt;hutang. Misalkan saja pada periode 16,  peminjam uang hendak&lt;BR&gt;melunasi hutangnya, maka peminjam uang dapat membayar  sebesar&lt;BR&gt;pokok hutang ditambahkan bunga pada periode tersebut:&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp.  48.104.838 + Rp. 440.961&lt;BR&gt;&amp;nbsp; = Rp. 48.545.799&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Lain halnya  dengan cara perhitungan tingkat suku bunga flat,&lt;BR&gt;bank tidak akan mengijinkan  pembayaran angsuran yang berbeda&lt;BR&gt;dari tabel ilustrasi, karena keuntungan yang  akan didapat oleh &lt;BR&gt;pihak bank justru berada di periode belakang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam  analisa lebih lanjut, apabila kita menjumlahkan total&lt;BR&gt;bunga dari kedua puluh  empat periode dalam tabel ilustrasi&lt;BR&gt;diatas, maka kita akan mendapatkan nilai  total bunga sebesar&lt;BR&gt;Rp. 14.230.574. Nilai yang hampir sama dengan nilai total  bunga &lt;BR&gt;flat dalam kasus pertama, yaitu Rp. 14.400.000.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hal ini  menunjukkan bahwa dari kedua kasus dengan nilai total&lt;BR&gt;hutang yang sama-sama  Rp. 120.000.000,- dan tenor yang sama-sama&lt;BR&gt;2 tahun, tingkat suku bunga flat  6% akan menghasilkan bunga yang&lt;BR&gt;sama dengan tingkat suku bunga efektif  11%.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Artinya? Kembali lagi ke pertanyaan pertama dari artikel  ini.&lt;BR&gt;Apabila Anda ditawarkan hutang dengan tingkat suku bunga 6%,  apakah&lt;BR&gt;bunga ini murah atau mahal? Jawabannya adalah tergantung  apakah&lt;BR&gt;suku bunga itu flat, atau efektif. Bila ternyata suku bunga 6%  flat,&lt;BR&gt;artinya MAHAL. Sedangkan suku bunga 6% efektif, artinya  MURAH.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tingkat suku bunga yang beredar di pasaran saat ini (Mei 2011)  adalah&lt;BR&gt;sekitar 5-6% untuk bunga flat dan 10-12% untuk bunga efektif.  Tentunya&lt;BR&gt;bila Anda bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih murah  daripada&lt;BR&gt;pasaran akan semakin bagus.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sekian dulu pembahasan finansial  dalam kesempatan kali ini. Semoga&lt;BR&gt;penjelasan ini dapat lebih membuka wawasan  kita mengenai hutang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Terima kasih.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Regards,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;David  Ciang&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A href="http://www.keuanganpribadi.com?id=phing"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://www.keuanganpribadi.com?id=phing&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;.&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7170286789791219855?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7170286789791219855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7170286789791219855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7170286789791219855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7170286789791219855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/bunga-flat-menetap-dan-bunga-efektif.html' title='Bunga Flat (Menetap) dan Bunga Efektif (Menurun)'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1727191522149745766</id><published>2011-06-01T17:15:00.000+08:00</published><updated>2011-06-01T17:39:43.668+08:00</updated><title type='text'>Mengenal Hutang</title><content type='html'>&lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt; &lt;DIV  style="FONT-STYLE: normal; DISPLAY: inline; FONT-FAMILY: 'Calibri'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: small; FONT-WEIGHT: normal; TEXT-DECORATION: none"&gt; &lt;DIV dir=ltr&gt; &lt;DIV style="FONT-FAMILY: 'Comic Sans MS'; COLOR: #000000; FONT-SIZE: 12pt"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;Hutang yang buruk dalam jangka waktu panjang akan  menggerogoti &lt;BR&gt;finansial kita dengan bunganya yang tinggi. Oleh karena itu  &lt;BR&gt;penting sekali bagi kita untuk segera mengenali hutang yang &lt;BR&gt;buruk agar  tidak terpuruk ke dalam masalah hutang. Namun, &lt;BR&gt;ternyata tidak semua hutang  itu bersifat buruk, ada juga hutang &lt;BR&gt;yang baik yang dapat membantu kehidupan  finansial kita. Nah, &lt;BR&gt;yang manakah hutang baik dan yang manakah hutang buruk?  Dalam &lt;BR&gt;kesempatan ini kita akan membahas mengenai hutang baik dan &lt;BR&gt;hutang  buruk.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hutang Baik&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hutang yang baik adalah hutang yang digunakan  untuk investasi &lt;BR&gt;jangka panjang. Kedepannya hutang ini akan memberikan  manfaat &lt;BR&gt;secara finansial bagi kita. Ada tiga jenis hutang yang tergolong  &lt;BR&gt;sebagai hutang baik.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Yang pertama adalah KPR (Kredit Kepemilikan  Rumah), yaitu hutang &lt;BR&gt;yang digunakan untuk membeli rumah. Hutang ini bersifat  baik &lt;BR&gt;karena nilai rumah cenderung untuk meningkat dari tahun ke tahun.  &lt;BR&gt;Misalkan saja Anda sekarang Anda meminjam uang 500jt untuk membeli  &lt;BR&gt;sebuah rumah, sekitar 5 tahun lagi rumah Anda harganya sudah &lt;BR&gt;bertumbuh  menjadi sekitar 1M. Malah bisa lebih besar apabila Anda &lt;BR&gt;membeli rumah di  daerah strategis yang amat berkembang. Karena &lt;BR&gt;kedepannya nilai rumah akan  meningkatkan jumlah asset Anda secara &lt;BR&gt;signifikan, maka berhutang untuk  membeli rumah tergolong sebagai &lt;BR&gt;hutang baik.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Yang kedua adalah  berhutang untuk keperluan edukasi. Saat ini &lt;BR&gt;biaya pendidikan sangat mahal.  Untuk mengambil S1 di universitas &lt;BR&gt;swasta ternama, uang kuliah secara  keseluhan sudah mencapai puluhan &lt;BR&gt;juta. Tentunya akan terasa berat bila  dibayar secara tunai. Oleh &lt;BR&gt;karena itu berhutang untuk edukasi dapat menjadi  salah satu pilihan. &lt;BR&gt;Setelah tamat kuliah, nilai pendapatan orang tersebut  akan meningkat. &lt;BR&gt;Jadi hutang untuk edukasi dalam jangka waktu panjang akan  memberikan &lt;BR&gt;efek positif ke cashflow orang tersebut. Oleh karena itu hutang  ini &lt;BR&gt;tergolong sebagai hutang yang baik.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hutang baik yang ketiga  adalah hutang untuk membuka usaha &lt;BR&gt;(entrepreneurship). Hutang ini tergolong  baik karena usaha tersebut &lt;BR&gt;bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu  diperhatikan juga &lt;BR&gt;bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup  banyak usaha &lt;BR&gt;yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut. Dalam hal ini orang  tersebut &lt;BR&gt;jadinya malah harus memikul beban hutang usaha. Tentunya kita tidak  &lt;BR&gt;ingin hal ini terjadi. Oleh karena itu dalam konsultasi keuangan, saya  &lt;BR&gt;lebih menyarankan untuk membeli produk investasi seperti reksadana,  &lt;BR&gt;emas, atau properti, daripada membuka usaha yang beresiko  tinggi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hutang Buruk&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hutang yang buruk adalah hutang yang  digunakan untuk barang yang &lt;BR&gt;nilainya semakin lama semakin kecil, atau yang  lebih buruk lagi bila &lt;BR&gt;digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya  langsung habis. &lt;BR&gt;Contohnya adalah KKB, berhutang untuk membiayai liburan atau  berhutang &lt;BR&gt;untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;KKB atau kredit  yang digunakan untuk mengangsur kendaraan bermotor &lt;BR&gt;tergolong sebagai hutang  buruk. Mengapa? Karena nilai dari kendaraan &lt;BR&gt;bermotor cenderung untuk semakin  kecil dari waktu ke waktu. Oleh &lt;BR&gt;karena itu kita mesti cerdas dalam memilih  kendaraan bermotor. Beli &lt;BR&gt;secukupnya saja. Jumlah kendaraan bermotor tidak  perlu banyak-banyak, &lt;BR&gt;terlebih lagi karena sekarang pemerintah menerapkan  pajak progresif &lt;BR&gt;dimana semakin banyak kendaraan Anda maka persentase pajak  yang &lt;BR&gt;dikenakan akan semakin besar. Dan untuk memilih mobil, sebaiknya  &lt;BR&gt;jangan memilih merk yang terlalu mewah. Harga yang harus Anda bayar &lt;BR&gt;akan  menjadi sangat mahal, karena biaya pajak, asuransi dan &lt;BR&gt;pemeliharaan mobil  tersebut ikut meningkat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berhutang untuk membiayai liburan juga termasuk  ke hutang buruk, &lt;BR&gt;sebab uang yang Anda belanjakan akan lenyap seluruhnya  begitu &lt;BR&gt;liburan Anda selesai. Pada saat Anda kembali bekerja, Anda akan  &lt;BR&gt;menjadi stres melihat tagihan liburan yang begitu besarnya. Dan &lt;BR&gt;karena  biasanya tawaran hutang berasal dari kartu kredit, &lt;BR&gt;tagihan ini diikuti  dengan bunga yang tinggi pula.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Anda mungkin mengatakan bahwa liburan itu  adalah kebutuhan, karena &lt;BR&gt;dengan adanya relaksasi pada waktu liburan maka  pada saat kembali &lt;BR&gt;bekerja produktivitas akan meningkat. Hal ini memang  benar. Anda &lt;BR&gt;boleh berlibur sebanyak yang Anda mau, dengan syarat Anda mampu  &lt;BR&gt;membayar liburan tersebut. Membayar liburan dengan cara berhutang  &lt;BR&gt;berarti sebenarnya Anda tidak mampu untuk berlibur, dan bila &lt;BR&gt;diteruskan  akan membawa Anda ke masalah hutang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Penggunaan kartu kredit untuk  pembelian kebutuhan sehari-hari &lt;BR&gt;seperti makanan, pakaian, dan lain-lain juga  akan berbahaya bagi &lt;BR&gt;finansial Anda apabila Anda tidak bisa melunasi seluruh  tagihannya &lt;BR&gt;pada bulan berikutnya. Perlu Anda ketahui bahwa bunga kartu  kredit &lt;BR&gt;sangatlah tinggi, paling kecil 30% per tahun. Bila tagihan tidak  &lt;BR&gt;dilunasi, maka sisa hutang akan dikenakan biaya bunga yang sangat  &lt;BR&gt;tinggi. Cukup banyak orang yang akhirnya terjebak ke dalam masalah  &lt;BR&gt;hutang karena kartu kredit.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Apakah Anda Terlalu Banyak Hutang  Buruk?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak hutang buruk atau  tidak, &lt;BR&gt;jumlahkan seluruh hutang kartu kredit dan sisa cicilan mobil/motor  &lt;BR&gt;Anda. Kemudian dibagikan dengan jumlah pendapatan Anda selama &lt;BR&gt;setahun.  Misalkan Mr.A memiliki hutang kartu kredit sebesar 8,5 juta &lt;BR&gt;dan sisa cicilan  sepeda motor sebesar 9 juta. Pendapatan Mr. A selama &lt;BR&gt;setahun adalah 52 juta.  Maka rasio hutang buruk Mr.A adalah:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rasio Hutang Buruk = Total Hutang  Buruk / Pendapatan  Setahun&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = (8.500.000 + 9.000.000) /  52.000.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 17.500.000 /  52.000.000&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  = 33,7  %&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;Nilai rasio hutang buruk yang paling baik adalah 0%. Namun di jaman  &lt;BR&gt;sekarang dimana tawaran kredit dan cicilan bertebaran dimana-mana,  &lt;BR&gt;tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk tidak berhutang sama sekali.  &lt;BR&gt;Oleh karena itu rasio hutang buruk kita tidak mungkin 0%, kita semua  &lt;BR&gt;pasti memiliki hutang buruk. Namun, jumlah rasio hutang buruk yang &lt;BR&gt;masih  tergolong sehat adalah bila nilai rasio hutang buruk masih &lt;BR&gt;lebih kecil dari  20%. Dalam contoh kasus diatas, artinya Mr. A memiliki&lt;BR&gt;terlalu banyak hutang  buruk.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Apabila rasio hutang buruk Anda lebih besar dari 25%, Anda  memiliki &lt;BR&gt;kecenderungan untuk terpuruk ke masalah hutang. Karena hutang buruk  &lt;BR&gt;cenderung untuk membesar dari waktu ke waktu. Apalagi bila Anda sudah  &lt;BR&gt;terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari menggunakan kartu kredit,  &lt;BR&gt;dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan kartu kredit secara  &lt;BR&gt;penuh di bulan berikutnya. Segeralah benahi kembali keuangan Anda,  &lt;BR&gt;kurangi belanja konsumtif dan usahakan untuk melunasi seluruh hutang  &lt;BR&gt;buruk yang masih ada.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sekian sharing dalam kesempatan kali ini.  Apabila Bapak&lt;BR&gt;merasa artikel ini bermanfaat, silahkan diforward ke  teman-teman.&lt;BR&gt;Marilah kita bersama-sama memajukan bangsa kita dengan cara  sharing&lt;BR&gt;pengetahuan agar kita semua lebih melek finansial. Untuk  membaca&lt;BR&gt;artikel-artikel keuangan lainnya, silahkan kunjungi situs kami  di:&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A href="http://www.keuanganpribadi.com?id=phing"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://www.keuanganpribadi.com?id=phing&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Akhir kata saya ucapkan terima kasih karena  telah membaca artikel&lt;BR&gt;ini. Salam  finansial.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Regards,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;David Ciang&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A  href="http://www.keuanganpribadi.com?id=phing"&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;http://www.keuanganpribadi.com?id=phing&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT  face="Times New Roman"&gt;.&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1727191522149745766?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1727191522149745766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1727191522149745766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1727191522149745766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1727191522149745766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/06/mengenal-hutang.html' title='Mengenal Hutang'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-8308666416837180615</id><published>2011-04-01T05:33:00.000+08:00</published><updated>2011-04-01T06:05:18.846+08:00</updated><title type='text'>Taxi</title><content type='html'>By: Tjia Irawan&lt;p&gt;Apa yang menarik dari sebuah Taxi? Buat saya Taxi memberikan pembelajaran&lt;br&gt;yang menarik. Seseorang hanya dapat menghentikan dan kemudian menumpang Taxi&lt;br&gt;yang lampu petunjuk yang terletak pada bagian atas Taxi menyala. Lampu&lt;br&gt;petunjuk tersebut menunjukan bahwa Taxi tersebut kosong dan Anda dapat&lt;br&gt;menghentikannya kemudian menumpang menuju tempat tujuan Anda.&lt;p&gt;Mengamati Taxi sama seperti mengamati sebuah kesempatan. Taxi mungkin&lt;br&gt;berlalu-lalang di depan anda namun kalau lampu petunjuk Taxi tidak menyala&lt;br&gt;maka Taxi tersebut bukan buat Anda, demikian pula dengan kesempatan. Ada&lt;br&gt;kalanya sebuah kesempatan seolah-olah bukan milik Anda karena orang lain&lt;br&gt;sudah terlebih dahulu meraihnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Untuk menghentikan Taxi, Anda perlu tahu di jalan mana banyak Taxi yang&lt;br&gt;lalu-lalang. Anda tidak mungkin menanti Taxi di jalan sempit yang mobil&lt;br&gt;tidak dapat memasukinya. Anda juga tidak dapat menantikannya di jalan buntu.&lt;br&gt;Anda perlu berjalan menuju jalan raya di mana banyak Taxi berlalu-lalang.&lt;br&gt;Demikian pula kesempatan, Anda perlu pergi dan menuju tempat di mana&lt;br&gt;kesempatan itu ada. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan&lt;br&gt;menanti dengan bermalas-malasan di dalam rumah karena kesempatan tidak&lt;br&gt;berada disana. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan&lt;br&gt;mengerjakan tugas Anda sebatas yang ditanggungjawabkan kepada Anda karena&lt;br&gt;kesempatan tidak ada disana. Kesempatan ada di jalur dimana setiap prestasi&lt;br&gt;Anda dilihat karena itu pastikan diri Anda berada pada jalur tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika Anda berhasil menghentikan Taxi dan masuk ke dalamnya, katakanlah&lt;br&gt;kepada pengemudinya untuk membawa Anda pada tujuan Anda. Anda tidak akan&lt;br&gt;naik Taxi tanpa tahu kemana tujuan Anda bukan? Karena bukan hanya kurang&lt;br&gt;kerjaan tapi juga sangat mahal. Ketahuilah dengan jelas ketika kesempatan&lt;br&gt;itu datang kepada Anda, hendak Anda bawa ke arah mana kesempatan itu.&lt;br&gt;Menyia-nyiakan kesempatan bukan hanya kurang kerjaan namun juga sangat mahal&lt;p&gt; &lt;br&gt;Tetapi juga berhasil menghentikan Taxi, naik ke dalamnya dan tahu hendak&lt;br&gt;menuju kemana belumlah cukup. Anda perlu memiliki uang untuk membayar ongkos&lt;br&gt;Taxi tersebut. Ketika kesempatan datang dan Anda tahu apa tujuan yang ingin&lt;br&gt;anda capai belumlah cukup. Anda perlu memiliki resources atau sumber daya.&lt;br&gt;Anda perlu memiliki pengetahuan tertentu atau keterampilan yang Anda&lt;br&gt;butuhkan untuk membayar perjalanan Anda menuju tujuan yang telah Anda&lt;br&gt;tetapkan. Anda juga perlu memiliki sikap mental yang tepat untuk memastikan&lt;br&gt;bahwa dengan apa yang Anda miliki, Anda akan sampai pada tujuan.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Mulai saat ini ketika anda melihat sebuah Taxi, perhatikanlah!!! Kemudian temukanlah pembelajaran apa lagi yang dapat Anda peroleh darinya untuk kehidupan Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-8308666416837180615?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/8308666416837180615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=8308666416837180615' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8308666416837180615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8308666416837180615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/04/taxi.html' title='Taxi'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3669824802305855433</id><published>2011-03-07T19:34:00.000+08:00</published><updated>2011-03-08T01:31:08.610+08:00</updated><title type='text'>Melayani dengan hati</title><content type='html'>Suatu mlm ada seorang pria tua &amp;amp; istrinya memasuki sebuah lobi hotel kecil&lt;br&gt;di Philadelphia.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&amp;quot;Semua hotel besar di kota ini telah terisi,bisakah kau memberi kami satu&lt;br&gt;kamar saja..?&amp;quot; kata pria tua itu. Pegawai hotel menjwb &amp;quot;Semua kamar telah&lt;br&gt;penuh krn ada 3 event besar yg b&amp;#39;samaan diadakan di kota ini,tapi&lt;br&gt;saya tdk dpt menyuruh pasangan yg baik seperti Anda untuk berhujan2 di&lt;br&gt;luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini, Bersediakah anda berdua&lt;br&gt;tidur di kamar saya..?&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Keesokan harinya pada saat m&amp;#39;bayar tagihan,pria tua itu berkata pada si&lt;br&gt;pegawai hotel &amp;quot;Kamulah orang yang sehrsnya menjadi bos sebuah hotel&lt;br&gt;terbaik di USA,krn kamu melakukan pkrjnmu dgn hati yg mau melayani, mgkn&lt;br&gt;suatu hari saya m&amp;#39;bangunkan sebuah hotel untukmu&amp;quot;.&lt;br&gt;Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar melupakan kata2 pria tua itu, krn&lt;br&gt;dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kira2 dua thn kemudian,dia menerima surat yg berisi tiket ke New York&lt;br&gt;permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua t&amp;#39;sebut.&lt;br&gt;Stlh berada di New York,pria tua mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan&lt;br&gt;antara Fifth Avenue Thirty-Fourth Street,dimana dia menunjuk sebuah bangunan&lt;br&gt;baru yg luar biasa megah dan mengatakan &amp;quot;Itulah hotel yg saya bangun untuk&lt;br&gt;kamu kelola&amp;quot;.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pegawai hotel itu adlh George Charles Boldt, yg menerima tawaran William&lt;br&gt;Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel&lt;br&gt;Waldorf-Astoria,yg mrpkn hotel t&amp;#39;baik di dunia.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ternyata sikap kita dlm bekerja sangat menentukan keberhasilan kita,Bila&lt;br&gt;kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karier/hasil yang kita&lt;br&gt;peroleh akan biasa saja Namun jika kita bekerja dengan hati yg mau melayani&lt;br&gt;orang lain,dgn motivasi bahwa pkrjn kita hrs menjadi berkah buat orang lain,&lt;br&gt;maka kita akan mem peroleh hasil yang luar biasa..!!!&lt;p&gt;Smoga manfaat &amp;amp; dpt mjd INSPIRASI&lt;br&gt;Share &amp;amp; be happy..&lt;br&gt;and always ACTION by the HEART&lt;br&gt;Nice day...&lt;br&gt; &lt;br&gt;Bambang Satria&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3669824802305855433?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3669824802305855433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3669824802305855433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3669824802305855433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3669824802305855433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/03/melayani-dengan-hati.html' title='Melayani dengan hati'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-2674160408315023341</id><published>2011-03-01T23:09:00.000+08:00</published><updated>2011-03-01T23:36:54.031+08:00</updated><title type='text'>Gayatri Mantra</title><content type='html'>Dari rubrik Tanya Media Hindu.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tanya:  Mengapa setiap saya melakukan Gayatri-mantra saya merasa pusing,&lt;br&gt;nafas&lt;br&gt;sesak dan lemas.&lt;br&gt;Lha, ini kok aneh? Kok bisa begitu? Mungkin anda harus tahu dulu apa arti&lt;br&gt;Gayatri-mantra dan bagaimana mengucapkannya?&lt;br&gt; &lt;br&gt;  Gayatri-mantra (artinya &amp;#39;mantra yang melindungi orang yang mengucapkannya)&lt;p&gt;Bila ada satu mantra Veda yang dipergunakan secara luas dan hidup sampai&lt;br&gt;sekarang ini, dalam bagian-bagian tertentu dari masyarakat Hindu modern,&lt;br&gt;mantra&lt;br&gt;itu adalah Gayatri-mantra. Selain dalam RgVeda Samhita[i]   ia juga terdapat&lt;br&gt;dalam Veda yang lain: Taittiriya Samhita[ii]  Taittiriya Aranyaka[iii];&lt;br&gt;Vajasenayi Samhita[iv]; SamaVeda Samhita[v]&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dikatakan mantra ini ditemukan oleh (diungkapkan kepada) maharesi terkenal&lt;br&gt;Visvamitra (artinya &amp;#39;sahabat dunia&amp;#39;). Mantra ini secara luas digunakan&lt;br&gt;sebagai&lt;br&gt;bagian dari ritual Sandhya, oleh para pandita, dua kali atau tiga kali&lt;br&gt;sehari.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sesungguhnya mantra ini disebut  &amp;#39;Savitri-mantra&amp;#39; karena mantra ini&lt;br&gt;ditujukan&lt;br&gt;kepada Tuhan Tertinggi (Supreme God) Savitr atau Savita (Sang Pencipta).&lt;br&gt;Namun&lt;br&gt;karena, sebagai mantra paling pertama diungkapkan dalam apa yang sekarang&lt;br&gt;terkenal sebagai matra gayatri (satu mode puitis, terdiri dari tiga baris,&lt;br&gt;masing-masing delapan huruf), mantra itu sendiri dikenal secara populer&lt;br&gt;sebagai&lt;br&gt;&amp;#39;Gayatri-mantra&amp;#39;.&lt;br&gt;Kata &amp;#39;Gayatri&amp;#39; kadang-kadang didefinisikan sebagai itu (mantra) yang&lt;br&gt;melindungi&lt;br&gt;(tra = melindungi) seseorang yang menyanyikan atau menjapakan (gai atau gay&lt;br&gt;=&lt;br&gt;menyanyikan)nya.&lt;br&gt;Mantra ini terdiri dari tiga bagian; (1) vyahrtis; (2) Gayatri-mantra murni&lt;br&gt;(3)&lt;br&gt;gayatrisiras.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tentu saja pranava Om selalu ditambahkan &amp;ndash; sebagaimana halnya dalam&lt;br&gt;kebanyakan&lt;br&gt;mantra-mantra Veda &amp;ndash; pada awal dan tidak dihitung.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Vyahrtiartinya pengucapan (uttering) dan terdiri dari: bhuh, bhuvah dansuvah&lt;p&gt;Mereka berarti dan merepresentasikan tiga dunia: bumi, angkasa, dan sorga.&lt;br&gt;Kadang-kadang jumlah vyahrti ditingkatkan dari 3 menjadi 7, mengindikasikan&lt;br&gt;7&lt;br&gt;dunia yang terbentang dari bumi ke Satyaloka atau Brahmaloka. Namun&lt;br&gt;vyahrti-vyahrti ini lebih digunakan untuk menghitung pranayama dari pada&lt;br&gt;japa.&lt;br&gt;Bagian kedua, Savitri-mantra murni, adalah:&lt;br&gt;tat savitur varenyam&lt;br&gt;bhargo devasya dhimahi&lt;br&gt;dhiyoyonah pracodayat&lt;br&gt; &lt;br&gt;Terjemahan bebasnya adalah &amp;quot;Kita memusatkan perhatian atas cahaya gemilang&lt;br&gt;Tuhan, sang Pencipta. Semoga dia membimbing intelek (buddhi) kita.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Bagian ketiga  gayatrisiras, berbunyi sbb: Om apo jyoti raso&amp;#39;mrtam brahma&lt;br&gt;bhurbhuvas suvarom. Artinya: &amp;#39;Om. Dia adalah air, cahaya, (aroma), sari&lt;br&gt;makanan&lt;br&gt;dan juga ketiga dunia.&amp;#39; (Artinya bahwa air, cahaya dan hal-hal lain,&lt;br&gt;semuanya&lt;br&gt;adalah manifestasi dari Brahman diindikasikan oleh Pranava).&lt;br&gt; &lt;br&gt;Gayatrisirasini juga hanya dipergunakan dalam proses pranayama dan tidak&lt;br&gt;dalam&lt;br&gt;japa dari  Gayatri-mantra.&lt;br&gt;Gayatri-mantra juga dapat digunakan untuk purascarana -  satu upacara khusus&lt;br&gt;mengenai pengucapan mantra &amp;ndash; supaya memperolah hasil-hasil khusus tertentu.&lt;br&gt;Berikut adalah langkah-langkah yang biasa yang dilibatkan di dalamnya:&lt;br&gt;upacara&lt;br&gt;harian seperti Sandhyavandana, pemujaan untuk Dewi Gayatri, japa&lt;br&gt;Gayatri-mantra,&lt;br&gt;homa (upacara api), tarpana (mempersembahkan air secara seremonial) dan&lt;br&gt;memberi&lt;br&gt;makan para pandita. Namun ini harus dilakukan di bawah tuntunan ahli.[vi]&lt;br&gt;Dari penjelasan panjang lebar di atas Gayatri-mantra tidak lain adalah&lt;br&gt;permohonan kepada Tuhan &amp;ndash; dengan memusatkan perhatian atas cahaya&lt;br&gt;gemilangNya -&lt;br&gt;agar Sang Pencipta membimbing intelek (buddhi) kita.  Jadi sangat&lt;br&gt;mengherankan&lt;br&gt;mengapa permohonan atau doa yang baik ini membuat anda pusing dan sesak&lt;br&gt;nafas?&lt;br&gt; &lt;br&gt;Seperti juga telah dijelaskan di atas, sebelum mengucapkan Gayatri-mantra&lt;br&gt;kita&lt;br&gt;harus melakukan pranayama, atau pengendalian nafas.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Jadi sebelum memulai Gayatri-mantra coba  tarik nafas pelan-pelan, tahan&lt;br&gt;sebentar, lalu keluarkan pelan-pelan lagi. Lakukan hal ini sebanyak 7 kali,&lt;br&gt;lalu&lt;br&gt;ucapkan Gayatri-mantra.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dengan memahami arti Gayatri-mantra, dan mengucapkannya sesuai aturan&lt;br&gt;sederhana&lt;br&gt;di atas, semoga anda dilindungi dari marabahaya, penyakit, termasuk pusing,&lt;br&gt;sesak nafas dan badan lemas. Silahkan mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-2674160408315023341?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/2674160408315023341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=2674160408315023341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2674160408315023341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2674160408315023341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/03/gayatri-mantra.html' title='Gayatri Mantra'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3232651178836506309</id><published>2011-03-01T00:37:00.000+08:00</published><updated>2011-03-01T00:43:57.580+08:00</updated><title type='text'>Nikmatilah Kebosanan</title><content type='html'>Di tengah perbincangan seorang pria muda kepada seorang renta nan yang bijak&lt;br&gt; &lt;p&gt;Pria muda : &amp;quot;Sebenarnya apa itu perasaan &amp;#39;bosan&amp;#39;, pak?&amp;quot; &lt;p&gt;Sang bijak : &amp;quot;Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,&lt;br&gt;mendambakan sesuatu yang &lt;br&gt;baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton&lt;br&gt;dari waktu ke waktu.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Kenapa kita merasa bosan?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak  : &amp;quot;Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita&lt;br&gt;miliki.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Bagaimana menghilangkan kebosanan?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak : &amp;quot;Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun&lt;br&gt;akan terbebas darinya.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak  : &amp;quot;Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah&lt;br&gt;bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak &lt;br&gt;&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak : &amp;quot;Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam&lt;br&gt;rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak  :&amp;quot;Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis&lt;br&gt;sambil duduk, cobalah &lt;br&gt;menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi,&lt;br&gt;cobalah membaca sambil &lt;br&gt;berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan&lt;br&gt;kanan, cobalah dengan &lt;br&gt;tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.&amp;quot; Lalu Tamu itu pun&lt;br&gt;pergi. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Beberapa hari kemudian pria muda itu mengunjungi Sang Bijak lagi. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa&lt;br&gt;saya masih merasa bosan juga?&amp;quot; &lt;p&gt;Sang bijak : &amp;quot;Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda  : &amp;quot;Contohnya?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sang bijak : &amp;quot;Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu&lt;br&gt;&amp;quot; Lalu Tamu itu pun pergi. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Beberapa minggu kemudian, pria muda itu datang lagi ke rumah sang bijak.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pria muda : &amp;quot;Pak, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu&lt;br&gt;senggang saya bermain &lt;br&gt;sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan&lt;br&gt;keajaiban pun terjadi. &lt;br&gt;Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya&lt;br&gt;melakukan hal-hal yang &lt;br&gt;dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak?&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sambil tersenyum sang bijak  berkata: &amp;quot;Karena segala sesuatu sebenarnya&lt;br&gt;berasal dari pikiranmu sendiri, &lt;br&gt;anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang&lt;br&gt;kebosanan. Saya menyuruhmu &lt;br&gt;bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak&lt;br&gt;merasa bosan lagi karena &lt;br&gt;pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan&lt;br&gt; Segala sesuatu &lt;br&gt;berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria&lt;br&gt;menjadikan &lt;br&gt;kamu ceria.&amp;quot; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Have a positive day! &lt;br&gt; &lt;br&gt;Salam, Yunus Bear&lt;br&gt;&amp;quot;Semoga kejenuhan cepat berlalu&amp;quot;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3232651178836506309?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3232651178836506309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3232651178836506309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3232651178836506309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3232651178836506309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/03/nikmatilah-kebosanan.html' title='Nikmatilah Kebosanan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1543812264571755025</id><published>2011-02-25T21:02:00.000+08:00</published><updated>2011-02-25T22:38:34.832+08:00</updated><title type='text'>"KATA-KATA ANDA adalah NASIB ANDA"</title><content type='html'>Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa kekayaan, kesusksesan dan&lt;br&gt;keberlimpahan sebenarnya berasal dan bersumber dari apa yang Anda katakan&lt;br&gt;dalam &amp;quot;KATA-KATA&amp;quot; Anda setiap saat di sepanjang perjalanan kehidupan Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sungguh sayapun baru tersadar secara penuh dalam 4 hari ini, bahwa betapa &lt;br&gt;DAHSYAT&amp;quot;nya &amp;quot;KATA-KATA&amp;quot; yang terlontar dari mulut kita.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam pengamatan saat perbincangan dengan banyak orang, yang saya ketemukan&lt;br&gt;adalah &amp;quot;CERMIN PRIBADI &amp;amp; NASIB&amp;quot; orang tesebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pemilihan &amp;quot;KATA&amp;quot; dan &amp;quot;INTONASI&amp;quot; serta &amp;quot;JIWA&amp;quot; dari suara yang dikeluarkan&lt;br&gt;seseorang cukup me-refleksi-kan &amp;quot;Bagaimana Keadaan Dirinya!&amp;quot;.&lt;p&gt;Sulit sekali menemukan &amp;quot;Suara Sumbang &amp;amp; Loyo&amp;quot; dalam perbincangan dengan&lt;br&gt;Orang Sukses dan Sejahtera, sekarang dan masa depan.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tidak terdengar &amp;quot;KATA&amp;quot; negatif atau tidak berdaya dari ucapan seseorang yang&lt;br&gt;&amp;quot;SUKSES&amp;quot; dan &amp;quot;KAYA&amp;quot;.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sangat banyak orang yang berubah dan mencapai Kesuksesan, Kekayaan dan&lt;br&gt;Keberlimpahan hanya karena memulai memilih &amp;quot;KATA-KATA&amp;quot; yang memberdayakan&lt;br&gt;(positip), penuh energi (kuat) dan menggelorakan (membangkitkan) dalam&lt;br&gt;kehidupannya sehari-hari.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Jadi mulailah memilih &amp;quot;KATA&amp;quot; yang benar dan tepat, dan ucapkanlah dengan&lt;br&gt;sepenuh jiwa, kepada diri Anda dan siapapun yang Anda temui dimanapun dan&lt;br&gt;kapanpun.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&amp;quot;KATA&amp;quot; Anda adalah &amp;quot;CERMIN &amp;amp; NASIB&amp;quot; Anda, jadi bila Anda belum memiliki &lt;br&gt;KATA&amp;quot; yang berenergi untuk diucapkan lebih baik Anda diam (&amp;quot;Silent is Golden&lt;br&gt;).&lt;br&gt; &lt;br&gt;Mulailah hari ini untuk memilih &amp;quot;MENU KATA&amp;quot; yang membuat Anda bertambah &lt;br&gt;KAYA&amp;quot; dan &amp;quot;SUKSES&amp;quot;.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Selamat menata masa depan dengan menata &amp;quot;KATA&amp;quot; Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Salam,&lt;br&gt;Freddy Pieloor&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.MONEYnLOVE.com"&gt;www.MONEYnLOVE.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1543812264571755025?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1543812264571755025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1543812264571755025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1543812264571755025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1543812264571755025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/02/kata-kata-anda-adalah-nasib-anda.html' title='&quot;KATA-KATA ANDA adalah NASIB ANDA&quot;'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5955168307248822613</id><published>2011-02-18T21:02:00.000+08:00</published><updated>2011-02-19T13:27:18.308+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Pemimpin Komunikasikan Penugasan</title><content type='html'>Memotivasi anak buah dan melakukan komunikasi penugasan merupakan esensi&lt;br&gt;dari tugas pemimpin untuk &amp;quot;menggerakkan&amp;quot; mereka menuju tujuan organisasi,&lt;br&gt;dan dalam jangka yang lebih panjang untuk mencapai visi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Agar pemimpin dapat memotivasi anak buah dengan lebih mudah, diperlukan&lt;br&gt;kemampuan menunjukkan &amp;quot;makna&amp;quot; pekerjaan yang akan dilakukan dan menunjukkan &lt;br&gt;keuntungan&amp;quot; yang akan diraih. Akan tetapi, tidak semua keuntungan &amp;quot;masa&lt;br&gt;depan&amp;quot; dapat dinyatakan dengan mudah. Perlu kepandaian berkomunikasi untuk &lt;br&gt;menggambarkan peluang pencapaian di masa depan secara meyakinkan. Tantangan&lt;br&gt;seperti inilah yang dihadapi pemimpin masa kini: bagaimana mengubah pola&lt;br&gt;pikir jangka pendek menjadi jangka panjang, yang berarti dituntut kemampuan&lt;br&gt;untuk menggambarkan &amp;quot;skenario keberhasilan masa depan&amp;quot;.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kadangkala anak buah kehilangan motivasi karena tidak dapat melihat &amp;quot;makna&amp;quot;&lt;br&gt;dan &amp;quot;keuntungan&amp;quot; dari apa yang sedang dilakukan. Dalam kondisi seperti ini,&lt;br&gt;pemimpin perlu memberikan &amp;quot;tanda-tanda&amp;quot; kemajuan dan keberhasilan yang telah&lt;br&gt;dicapai, untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam kondisi stagnan dan timbul banyak masalah, peran pemimpin beralih&lt;br&gt;untuk memberikan dukungan nyata terhadap proses penyelesaian masalah.&lt;br&gt;Maksudnya agar anak buah tetap dapat mempertahankan semangat kerja dan dapat&lt;br&gt;melihat peluang perbaikan, yang bermuara kepada kembalinya kepercayaan dan&lt;br&gt;motivasi diri.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Salah satu upaya memotivasi adalah pengembangan diri anak buah agar mampu&lt;br&gt;memimpin diri sendiri. Proses pembentukan &amp;quot;kepemimpinan diri sendiri&amp;quot; setiap&lt;br&gt;anak buah tidak mudah, dan akan lebih cepat terbentuk jika terdapat&lt;br&gt;keteladanan, menyediakan sarana introspeksi diri yang komprehensif dan&lt;br&gt;menciptakan iklim kerja yang kompetitif. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Penerapan pola kepemimpinan berdasarkan motivasi ini mengharuskan kerendahan&lt;br&gt;hati pemimpin untuk menerima kenyataan bahwa kontribusi setiap orang dinilai&lt;br&gt;tidak hanya dari &amp;quot;posisi&amp;quot; dalam hirarki organisasi saja, tetapi justru dari &lt;br&gt;peran&amp;quot; yang dimainkan. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi &amp;quot;direction setter&amp;quot; dan&lt;br&gt;menjadi &amp;quot;energizer&amp;quot; melalui kemampuan untuk menjaga kehadiran antusiasme&lt;br&gt;secara berkesinambungan. Pemimpin tidak berhenti pada upaya &amp;quot;menjaga arah&amp;quot;&lt;br&gt;saja, tetapi juga mempertahankan dan bahkan meningkatkan semangat dalam&lt;br&gt;menjalani arah yang telah digariskan, dengan menunjukkan rasa antusias&lt;br&gt;secara berkesinambungan. Jika semangat pemimpin mengendor, yang terjadi&lt;br&gt;adalah penurunan motivasi. Apabila tidak segera diselesaikan, hal ini dapat&lt;br&gt;merembet ke jajaran sumber daya manusia lainnya dan yang muncul kemudian&lt;br&gt;adalah degradasi motivasi di level organisasi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam kehidupan berorganisasi, motivasi juga dapat ditingkatkan jika&lt;br&gt;pemimpin menunjukkan kepercayaan kepada kapabilitas dan kearifan judgment&lt;br&gt;anak buahnya. Pemimpin memberikan kebebasan hingga derajat tertentu kepada&lt;br&gt;anak buah untuk membuat keputusan sendiri, karena telah dianggap memiliki&lt;br&gt;kemampuan evaluasi manajerial dan operasional yang memadai. Dengan kemampuan&lt;br&gt;ini mereka dianggap memiliki &amp;quot;kebijaksanaan&amp;quot; dalam menentukan apa yang harus&lt;br&gt;dilakukan atau yang harus dihindari. Namun pemimpin terlebih dahulu harus&lt;br&gt;menganalisa kesiapan dan keluasan wawasan anak buah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Motivasi untuk berkembang merupakan penggerak yang kuat dalam mengembangkan&lt;br&gt;kemampuan memimpin anak buah. Akan tetapi, jangan sampai setelah memiliki&lt;br&gt;kemampuan ini anak buah menjadi congkak. Jika tidak dipantau dan diarahkan&lt;br&gt;dengan benar, kecongkakan ini akan memutuskan hubungan anak buah dengan&lt;br&gt;realitas kehidupan berorganisasi yang sebenarnya dan mengakhiri rasa hormat&lt;br&gt;kepada pemimpin mereka. Akibatnya, tidak hanya pemimpin yang kehilangan &lt;br&gt;pengikut&amp;quot;, tetapi  anak buah juga telah merusak diri karena terjebak dalam&lt;br&gt;istana yang dibentuknya sendiri.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Komunikasi Penugasan&lt;br&gt; &lt;br&gt;Selain mengemban tanggung jawab pembentukan motivasi anak buah, seorang&lt;br&gt;pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk dapat memberikan perintah&lt;br&gt;penugasan melalui pola komunikasi yang sesuai. Hal ini terutama bertujuan&lt;br&gt;untuk menyingkirkan kesan &amp;quot;menggurui&amp;quot;, tetapi tetap dapat mencapai sasaran&lt;br&gt;yang diinginkan. Bagaimanakah sebaiknya cara untuk menimbulkan keyakinan&lt;br&gt;diri? Dan pola semacam apakah yang tepat untuk diterapkan bagi kondisi anak&lt;br&gt;buah yang beragam karakternya?&lt;br&gt; &lt;br&gt;Komunikasi penugasan dapat secara efektif dilaksanakan jika pemimpim mampu&lt;br&gt;berperan sebagai &amp;quot;pembimbing&amp;quot; dalam artian yang sesungguhnya, yaitu yang&lt;br&gt;mampu menerapkan pendekatan yang tepat untuk mempengaruhi anak buahnya.&lt;br&gt;Pemilihan pendekatan komunikasi penugasan harus pula disesuaikan dengan&lt;br&gt;situasi dan kondisi yang dihadapi. Seorang pemimpin yang bijaksana sebaiknya&lt;br&gt;tidak menentukan &amp;quot;satu&amp;quot; pendekatan untuk semua anak buah, melainkan memiliki&lt;br&gt;fleksibilitas dalam  pemanfaatan pendekatan yang satu ke pendekatan yang&lt;br&gt;lainnya, karena perbedaan karakter anak buah serta spesifikasi aspek-aspek&lt;br&gt;organisasi lainnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam memberikan komunikasi penugasan, seorang pemimpin dapat menggunakan&lt;br&gt;pendekatan &amp;quot;persuasi&amp;quot; dan lebih mengutamakan &amp;quot;ajakan&amp;quot;, bukan perintah.&lt;br&gt;Dengan demikian terdapat unsur pemberian kebebasan untuk mengambil keputusan&lt;br&gt; yang tentunya diberikan jika anak buah telah memiliki kedewasaan berpikir.&lt;br&gt;Komunikasi yang bersifat ajakan ini dapat juga dimanfaatkan jika ingin&lt;br&gt;memperoleh dukungan secara sukarela. Tentu saja, agar dapat menerapkan pola&lt;br&gt;ajakan dan persuasi seperti ini, harus mempertimbangakan derajat kepentingan&lt;br&gt;dari permasalahan yang menjadi topik pembahasan dan keterbatasan waktu yang&lt;br&gt;dihadapi. Juga harus dilengkapi dengan pemberian dukungan nyata secara&lt;br&gt;berkesinambungan, serta keterbukaan terhadap kemungkinan kendala yang akan&lt;br&gt;dihadapi oleh anak buah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sebenarnya, pemimpin tidak selalu harus menggunakan pola persuasi dan ajakan&lt;br&gt; Ada kalanya seorang pemimpin justru dituntut untuk menggunakan pendekatan&lt;br&gt;instruksi atau pemberian perintah. Keharusan ini terjadi jika  tingkat &lt;br&gt;urgency&amp;quot; sudah semakin tinggi dan diperlukan pelaksanaan tugas secara cepat.&lt;p&gt; &lt;br&gt;Sebaiknya, jika pemimpin memberikan perintah penugasan kepada anak buah,&lt;br&gt;sebaiknya juga mengikutsertakan alasan betapa pentingnya  pelaksanaan tugas&lt;br&gt;tersebut. Tujuannya agar anak buah segera dapat menerima apa yang ditugaskan&lt;br&gt;dengan sepenuh hati.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kepemimpinan menuntut kemampuan untuk mengevaluasi dan menentukan secara&lt;br&gt;praktis, kapan saatnya menggunakan pendekatan ajakan dan kapan harus&lt;br&gt;memanfaatkan pendekatan pemberian instruksi dan perintah. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sumber : Jakarta Consulting Group&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt;Dirilis Kembali oleh :&lt;br&gt; &lt;br&gt;RKY REFRINAL PATIRADJAWANE&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;a href="mailto:refrinal@research-indonesia.com"&gt;refrinal@research-indonesia.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5955168307248822613?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5955168307248822613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5955168307248822613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5955168307248822613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5955168307248822613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/02/bagaimana-pemimpin-komunikasikan.html' title='Bagaimana Pemimpin Komunikasikan Penugasan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-8142231738223624061</id><published>2011-02-16T19:54:00.000+08:00</published><updated>2011-02-16T21:40:24.249+08:00</updated><title type='text'>Tips Instant Mengelola Pikiran dan Perasaan</title><content type='html'>By Putera Lengkong&lt;br&gt; &lt;br&gt;Hari ini adalah ulang tahun saya. Dua tahun yang lalu pada tanggal yg sama,&lt;br&gt;saya bertanya pada diri sendiri &amp;quot;Pilih mana: pekerjaan sebagai seorang&lt;br&gt;professional (karyawan) yg dibayar tinggi setiap bulannya ATAU menjadi&lt;br&gt;seorang entrepreneur (wirausaha) yg harus menentukan sendiri berapa&lt;br&gt;pendapatan setiap bulannya dan bisa saja tidak menentu?&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pagi ini ketika saya teringat keputusan yg saya ambil dan tekadkan 2 tahun&lt;br&gt;yg lalu, saya bersyukur! Sungguh luar biasa pencapaian yg saya raih hingga&lt;br&gt;hari ini. Ketika itu, orang-orang mengatakan saya sinting, ga waras: &amp;quot;Sudah&lt;br&gt;mau married koq memutuskan berhenti dari pekerjaan, istri mau dikasih makan&lt;br&gt;apa, bagaimana kamu menjamin kehidupan keluarga nantinya?&amp;quot; Orang tua&lt;br&gt;meragukan keputusan saya tersebut. Bahkan calon istri menjadi kuatir dengan&lt;br&gt;pilihan saya tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Flash back sedikit, keputusan saat itu diambil karena PASSION pada profesi&lt;br&gt;yg saya putuskan utk geluti. Mungkin terdengar lucu tetapi itulah, PASSION&lt;br&gt;dan KOMITMEN yang kuat pada profesi tersebut membuat saya memantapkan&lt;br&gt;pilihan menjadi seorang entrepreneur.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya akui tidak mudah ketika berganti profesi dan memang saat itu saya&lt;br&gt;mengalami masa-masa terkelam dalam hidup saya, termasuk biaya pernikahan&lt;br&gt;harus saya cicil 6x.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tetapi saya belajar bahwa pencapaian luar biasa hingga hari ini adalah&lt;br&gt;karena pengelolaan pikiran dan perasaan yg EFEKTIF dan itulah yg ingin saya&lt;br&gt;sharing-kan. Pengelolaan pikiran dan perasaan yg EFEKTIF membuat saya tetap&lt;br&gt;termotivasi dan berada dalam performa puncak.&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 1: SAYA&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ya, SAYA, bukan KITA, bukan KAMU, bukan ORANG LAIN. Saya yg secara sadar&lt;br&gt;berpikir, saya yg berkata-kata/berucap/memilih kata-kata yg mau saya ucapkan&lt;br&gt; saya yg melakukan/bertindak, seharusnya sayalah juga yg bertanggung jawab&lt;br&gt;atas hasilnya/pencapaian saya tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tetapi seringkali ketika tidak mencapai hasil yg diinginkan, &amp;#39;saya&amp;#39; mulai&lt;br&gt;menyalahkan atasan yg kurang perhatian, bawahan yg tidak support, rekan&lt;br&gt;kerja yg cuek, situasi kondisi penetrasi pasar yg sulit, daya beli&lt;br&gt;masyarakat melemah, peraturan pemerintah yg tidak kondusif, kompetitor yg&lt;br&gt;menggurita, de-el-el. Ketika berhadapan dengan klien, pelanggan, nasabah,&lt;br&gt;seringkali kita mendengar: &amp;quot;Dasar nasabah bawel! Dasar klien yg tidak tahu&lt;br&gt;aturan! Dasar pelanggan tidak tahu diri, maunya menang sendiri! Gara-gara&lt;br&gt;kamu, saya jadi bete! Gara-gara kamu, mood kerja saya jadi jelek seharian&lt;br&gt;ini!&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Lah, kalau begitu, mood saya, bete saya, perasaan saya, diatur oleh pihak&lt;br&gt;eksternal dong?! &amp;quot;Kan gara-gara mereka, saya tidak capai target! Gara-gara&lt;br&gt;mereka, saya jadi bete!&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika anda mulai tidak in-control atas diri anda, berarti anda perlahan&lt;br&gt;mulai membiarkan pihak lain yg in-control atas diri anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Seperti cerita berikut:&lt;br&gt; &lt;br&gt;Seorang pasien di RSJ yg menganggap dirinya adalah sebutir jagung dan takut&lt;br&gt;utk keluar RSJ karena akan bertemu dengan ayam-ayam yg pasti akan mematuk&lt;br&gt;dan memangsa dirinya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tahun demi tahun dilakukan terapi untuk mengembalikan kepercayaan dirinya&lt;br&gt;dan menyadarkan bahwa dirinya adalah seorang manusia.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Tahun pertama, dia masih menganggap dirinya sebagai sebutir jagung dan takut&lt;br&gt;utk keluar RSJ. Tahun kedua, mulai ada kemajuan, walau dia masih menganggap&lt;br&gt;dirinya sebutir jagung, tapi sudah berani utk berjalan-jalan di areal&lt;br&gt;sekitar RSJ. Tahun ketiga, berani keluar areal RSJ dengan ditemani seorang&lt;br&gt;perawat walau masih sangsi apakah dirinya benar-benar seorang manusia. Tahun&lt;br&gt;keempat, dia mulai percaya bahwa dirinya adalah seorang manusia.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Di akhir tahun keempat, dokter yang puas akan kemajuan pasien tersebut,&lt;br&gt;merekomendasikan utk melepaskan pasien tsb dan membiarkannya kembali&lt;br&gt;bersosialisasi dengan masyarakat.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sebelum menandatangani surat rekomendasi pelepasan, sekali lagi dokter&lt;br&gt;bertanya kepada pasien tsb: &amp;quot;Saudara masih merasa sebagai sebutir jagung&lt;br&gt;atau seorang manusia?&amp;quot; Jawab pasien tsb dengan tegas: &amp;quot;Saya adalah seorang&lt;br&gt;manusia!&amp;quot; kemudian sambungnya dengan lirih: &amp;quot;Apakah ayam-ayam tsb juga tahu&lt;br&gt;bahwa saya adalah seorang manusia?&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Yang menentukan pasien tsb adalah seorang manusia adalah dirinya sendiri dan&lt;br&gt;bukannya ayam-ayam tsb, ya?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika saya mengambil tanggung jawab bahwa saya yg memilih akan merespon&lt;br&gt;seperti apa terhadap suatu kejadian, saya sadar bahwa saya in-control. Saya&lt;br&gt;yg memilih apakah saya akan marah ATAU sedih ATAU kecewa ATAU mengumpat ATAU&lt;br&gt;menyalahkan orang lain ATAU mencari 1001 alasan ATAU senang ATAU tertawa dan&lt;br&gt;atau-atau lainnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika orang menyalip dan menyerobot, saya bisa memilih utk mengumpat, balas&lt;br&gt;mengejar, ATAU berkata: &amp;quot;Barangkali dia lagi kebelet.&amp;quot; &amp;quot;Pendidikannya memang&lt;br&gt;rendah makanya begitulah cara dia menyetir.&amp;quot; &amp;quot;Mungkin ada sanak saudaranya&lt;br&gt;yg lagi emergency.&amp;quot; De-el-el.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika pelanggan, klien, nasabah komplain dan marah-marah, saya bisa memilih&lt;br&gt;utk membalasnya dengan emosi ATAU mencoba cara/pendekatan yg berbeda ATAU&lt;br&gt;mencari tahu jangan-jangan ada postur, gesture, bahasa tubuh, ucapan yang&lt;br&gt;menantang dan membuat dia marah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika bangun pagi, saya bisa memilih utk melanjutkan tidur lagi karena ada&lt;br&gt;gambar-gambar, suara-suara, feeling-feeling yg membuat malas dan tidak&lt;br&gt;termotivasi berangkat kerja ATAU mengubah dan memilih &amp;#39;channel&amp;#39;, image,&lt;br&gt;suara yg membuat saya bersemangat dan termotivasi utk berangkat kerja.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya menyadari bahwa MOTIVASI datangnya dari apa yg saya ISIkan di kepala&lt;br&gt;saya setiap harinya, apa yg saya PUTAR, REWIND, FORWARD, REPLAY, TUMPUK di&lt;br&gt;&amp;#39;teater&amp;#39; kepala saya, apa yg saya DENGAR, AMPLIFY/PERKUAT di &amp;#39;teater&amp;#39; kepala&lt;br&gt;saya. Apa yg saya ISIkan akan mempengaruhi OUTPUTnya. Jadi kalau mau&lt;br&gt;OUTPUTnya POSITIF dan BERMANFAAT, yg saya ISIkan tentunya adalah HAL-HAL yg&lt;br&gt;BERMANFAAT.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya yg bertanggung jawab untuk mengisikan hal-hal bermanfaat tsb ke&lt;br&gt;&amp;#39;teater&amp;#39; kepala saya dan itu saya lakukan secara SENGAJA. Ya, secara SENGAJA&lt;br&gt; karena mood, great feeling, motivasi tidak datang begitu saja. Saya yg&lt;br&gt;harus men-STIMULASI-nya dengan SENGAJA!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Lagu MY HEART WILL GO ON (Celine Dion) dan I FEEL GOOD (James Brown) pasti&lt;br&gt;memberikan efek yg berbeda kepada perasaan Anda, kepada gambar/image yg&lt;br&gt;timbul di benak Anda, ya?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sinetron percintaan, cerita ibu tiri yg kejam, film horor, serial kriminal&lt;br&gt;pasti akan memberikan efek yg berbeda dibanding Anda menonton acara&lt;br&gt;motivatalk atau komedi humor.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kalau begitu Anda tahu sekarang, bahwa Andalah yg bertanggung jawab utk&lt;br&gt;mengisikan hal-hal yg bermanfaat utk mendapatkan output yg bermanfaat pula!&lt;br&gt;Bukan SAYA, KITA, ataupun ORANG LAIN!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam konteks cerita saya, ketika saya down, yg saya katakan adalah:&lt;br&gt;&amp;quot;Bukankah ini adalah sesuatu yg kamu sukai, PASSION kamu. Kalau kamu&lt;br&gt;menyukainya, kenapa kamu down?&amp;quot; Image yg saya munculkan adalah wajah&lt;br&gt;audience yg tersenyum puas dan mengangguk-angguk serta acungan dua jempol.&lt;br&gt;Audio yg saya munculkan adalah tepuk tangan meriah audience dan kata-kata:&lt;br&gt;&amp;quot;Luar biasa sekali Pak! Menginspirasi sekali! WOW!&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Bandingkan dengan image yang saya munculkan adalah bahwa peserta pelatihan&lt;br&gt;akan &amp;#39;sulit&amp;#39;, tidak mau mendengarkan, tidak kooperatif, merasa &amp;#39;sok pintar&amp;#39;,&lt;br&gt;suara-suara yang terdengar adalah nada ketidakpuasan, sibuk mengobrol&lt;br&gt;sendiri, dering HP, de-el-el.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kalau image tsb yg Anda munculkan, bagaimana pikiran dan perasaan Anda? Apa&lt;br&gt;yg muncul di benak Anda? Apa yg Anda dengar? Apa yg Anda rasakan? BEDA, ya?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 2: FLEKSIBEL&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika saya mengajukan pertanyaan di seminar/workshop, apakah FLEKSIBEL itu,&lt;br&gt;kebanyakan peserta menjawab: &amp;quot;Tidak kaku&amp;quot;, &amp;quot;Lentur&amp;quot;, &amp;quot;Menyesuaikan dengan&lt;br&gt;sikon&amp;quot;, &amp;quot;Mudah beradaptasi&amp;quot;. Kemudian saya lanjutkan &amp;quot;Kalau tidak mencapai&lt;br&gt;target berarti fleksibel juga dong? Kan itu berarti tidak kaku dengan tujuan&lt;br&gt;yg mau dicapai. Itu berarti menyesuaikan dengan sikon: krisis, daya beli&lt;br&gt;rendah, kompetitor yg ganas, de-el-el&amp;quot;. J&lt;br&gt; &lt;br&gt;FLEKSIBEL bukan berarti menyesuaikan target/goal dengan kemampuan. Ini yg&lt;br&gt;umumnya terjadi. Penentuan target/goal menyesuaikan dengan kemampuan,&lt;br&gt;keahlian, wawasan, pengetahuan, keterampilan yg ada. Pasti saja&lt;br&gt;target/goal-nya tidak akan tinggi alias menyesuaikan dengan perkembangan&lt;br&gt;kemampuan tsb. Bagaimana kalau kemampuannya tidak pernah berkembang, apakah&lt;br&gt;target/goal juga tidak akan berkembang, padahal yg namanya manusia&lt;br&gt;keinginannya selalu bertambah (tidak pernah puas). Nah, tidak matching, ya?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;FLEKSIBEL di sini maksudnya adalah menyesuaikan kemampuan dengan target/goal&lt;br&gt;yg mau dicapai. Kita yg terus meng-upgrade diri sehingga pelan-pelan&lt;br&gt;kemampuan, wawasan, keterampilan, keahlian kita mendekati bahkan melampaui&lt;br&gt;target/goal yg telah kita set. Termasuk kalau mempunyai keyakinan yg tidak&lt;br&gt;mendukung pencapaian sasaran maka keyakinan tsb harus Anda ganti! Contoh:&lt;br&gt;keyakinan bahwa karena kutukan nenek moyang maka hidup saya selamanya pasti&lt;br&gt;susah karena dirunut 7 turunan semuanya adalah Office Boy. Nah, kalau&lt;br&gt;keyakinan ini tidak membantu pencapaian sasaran maka hilangkan belief tsb&lt;br&gt;dan install dengan belief yg lebih bermanfaat.&lt;br&gt; &lt;br&gt;FLEKSIBEL berarti merubah gerak, bahasa tubuh, postur, cara bicara, sikap,&lt;br&gt;ketika semua itu tidak cocok utk menghadapi tipe klien/pelanggan/nasabah&lt;br&gt;tertentu. Cari pendekatan lain sehingga bisa &amp;#39;masuk&amp;#39; dan membangun RAPPORT&lt;br&gt;(hubungan keakraban) dengan klien/pelanggan/nasabah tsb. FLEKSIBEL dapat&lt;br&gt;Anda gunakan utk pendekatan terhadap atasan, rekan kerja (colleague, peer),&lt;br&gt;bawahan, pasangan, kehidupan sosial, dlsbnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;FLEKSIBEL berarti menganggap bahwa kegagalan adalah sebuah hadiah yg&lt;br&gt;memberitahukan utk merubah FOKUS, DISTORSI, dan GENERALISASI kita.&lt;br&gt; &lt;br&gt;FLEKSIBEL tidak sama dengan PLIN PLAN karena PLIN PLAN berarti merubah&lt;br&gt;target/goal ketika sebuah cara/teknik/prinsip tidak berhasil.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam konteks saya, saya belajar utk FLEKSIBEL dalam menghadapi tipe&lt;br&gt;audience mengingat mereka adalah pribadi yang unik dan berbeda. Preferensi&lt;br&gt;VISUAL berbeda dengan AUDITORI dan mereka yg KINESTETIK sehingga memerlukan&lt;br&gt;pendekatan yg sesuai utk masing-masing tipe tsb. Termasuk FLEKSIBEL ketika&lt;br&gt;alat bantu (laptop, LCD projector, speaker, dlsbnya) tidak berfungsi dengan&lt;br&gt;baik dan the show still must go on!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya mendistorsikan bahwa kegagalan adalah feedback bagi saya untuk&lt;br&gt;mengubah/ menyesuaikan/ memperbaiki CARA untuk men-deliver sebuah materi dan&lt;br&gt;tidak menganggap bahwa audience adalah tipe sulit. Bukankah semakin Anda&lt;br&gt;bisa mengatasi audience/klien/konsumen/pelanggan/nasabah yg sulit, itu&lt;br&gt;menunjukkan kualitas Anda sebagai seorang professional? Bahwa, ibarat&lt;br&gt;seorang petinju, Anda berada di kelas &amp;#39;berat&amp;#39; dan pastinya hantaman-hantaman&lt;br&gt;yg Anda peroleh adalah kualitas kelas &amp;#39;berat&amp;#39;!&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 3: RAPPORT&lt;br&gt; &lt;br&gt;Rapport berarti membangun hubungan. Membangun hubungan (keakraban) dengan&lt;br&gt;siapa? Dengan orang-orang yg bisa membantu pencapaian sasaran Anda. Bukan&lt;br&gt;berarti pilih-pilih teman tetapi lebih kepada menghabiskan porsi terbanyak&lt;br&gt;waktu Anda dengan orang-orang yg bisa membantu dan mendukung pencapaian&lt;br&gt;sasaran Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Orang cenderung berkelompok dengan mereka yg sejenis. Orang yg suka gosip&lt;br&gt;suka berkelompok dengan sesama penggosip, yg suka komplain berkumpul dengan&lt;br&gt;sesama komplainers, pedagang berkumpul dengan sesama pedagang, orang sukses&lt;br&gt;berkumpul dengan sesama orang sukses, pemberani dengan sesama pemberani,&lt;br&gt;dlsbnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sehingga salah satu cara tercepat utk memotivasi diri Anda, berkumpullah&lt;br&gt;atau bergabunglah dengan mereka yg sukses, berpikiran positif, memiliki visi&lt;br&gt; menyukai tantangan, percaya diri, atau yg sudah &amp;#39;proven&amp;#39; (terbukti)&lt;br&gt;berhasil yg dapat mengajarkan kepada Anda CARA-nya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kabar baiknya adalah bahwa hampir semua masalah di dunia ini sudah pernah&lt;br&gt;dialami oleh orang lain dan sudah ada solusinya sehingga yang perlu Anda&lt;br&gt;lakukan adalah mencari mereka yg sudah terbukti &amp;#39;proven&amp;#39; utk mengajarkan&lt;br&gt;Anda CARA yang lebih CEPAT dan EFEKTIF dalam mencapai target/goal Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Manusiawi sekali bahwa orang tidak suka (iri) dengan mereka yg lebih sukses,&lt;br&gt;berhasil, maju dibanding dirinya. Seringkali mereka mencibir dan mengatakan&lt;br&gt;bahwa orang lain bisa seperti itu karena KKN, nasib (sudah dari sononya),&lt;br&gt;kutukan nenek moyang, fengshui, orang tuanya, warisannya, dlsbnya. Mengapa&lt;br&gt;begitu? Karena mereka harus &amp;#39;OOO&amp;#39; besar alias menganga lebar dan bahkan&lt;br&gt;merasa tidak nyaman ketika orang lain memberitahukan dan mengajarkan CARA yg&lt;br&gt;lebih CEPAT dan EFEKTIF. Mereka merasa seperti orang bodoh, bahkan minder&lt;br&gt;dan tidak percaya diri. Mereka merasa sudah nyaman berada di&lt;br&gt;posisi/jabatan/karir yg sekarang. Tetapi bukankah itu adalah harga yg harus&lt;br&gt;dibayar kalau ingin MAJU: merasa TIDAK NYAMAN utk sementara?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Bangunlah dan jalinlah hubungan yg EKOLOGIS dengan siapa saja dan terutama&lt;br&gt;dengan mereka yg bisa membantu Anda lebih cepat dalam pencapaian target/goal&lt;br&gt;Anda! Mereka sudah lebih dulu menjalaninya dan menemukan SOLUSInya dibanding&lt;br&gt;Anda. Mereka ada di sana utk membantu Anda menjadi SUKSES juga!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam konteks saya, sebagai seorang professional speaker dan trainer, saya&lt;br&gt;langsung mencari dan belajar dari speaker dan trainer yg paling TOP di&lt;br&gt;bidangnya. Tidak mudah karena Anda harus menemukan chemistry. Bahkan Anda&lt;br&gt;harus mempunyai modal karena mereka tidak akan membagikan ilmu mereka dengan&lt;br&gt;percuma. Tetapi bukankan itu adalah harga yg harus dibayar kalau Anda mau&lt;br&gt;lebih CEPAT dan EFEKTIF dalam pencapaian sasaran Anda?!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya menggeneralisasi bahwa kami sama-sama manusia, sama-sama makan nasi,&lt;br&gt;kalau dia BISA, saya juga seharusnya BISA sehingga yg saya lakukan adalah&lt;br&gt;berlatih dan berusaha LEBIH SERING, LEBIH BANYAK, LEBIH KUAT, LEBIH CEPAT!&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 4: FOKUS&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda&lt;br&gt;perlu merubah FOKUS Anda. Ketika Anda FOKUS pada suatu hal maka Anda&lt;br&gt;cenderung mengabaikan hal yg lain. Ketika Anda FOKUS pada PERASAAN, biasanya&lt;br&gt;Anda mengabaikan LOGIKA, ya?! Demikian pula sebaliknya ketika FOKUS pada&lt;br&gt;LOGIKA, biasanya Anda cenderung mengabaikan PERASAAN. FOKUS yg berbeda akan&lt;br&gt;memberikan hasil yg berbeda pula.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sebuah kisah TOM &amp;amp; JERRY:&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pada suatu hari TOM dan teman kucingnya pergi berjalan-jalan dan kebetulan&lt;br&gt;melewati rumah yang di halamannya terdapat kandang si anjing SPIKE. TOM&lt;br&gt;melihat di halaman rumah tsb terpancang papan dengan tulisan &amp;quot;BEWARE DOG&amp;quot;.&lt;br&gt;Apa yg terjadi? Pasti saja TOM tidak berani mendekat apalagi masuk ke&lt;br&gt;halaman rumah tsb.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sementara teman kucing si TOM melihat hal yg berbeda. Dia melihat keset kaki&lt;br&gt;dengan tulisan WELCOME. Tebak, apa yg terjadi? Dia berani mendekat dan&lt;br&gt;bahkan mau masuk ke halaman rumah tsb.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Apa yg membedakan antara apa yg dilihat TOM dan teman kucingnya? YES,&lt;br&gt;FOKUS-nya!&lt;br&gt; &lt;br&gt;FOKUS pada kebaikan atasan, rekan kerja, bawahan, perusahaan, organisasi,&lt;br&gt;pasangan akan memberikan dampak yg berbeda pada pikiran dan perasaan Anda&lt;br&gt;dibanding kalau Anda FOKUS pada kelemahan, kekurangan, kejelekan, dlsbnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;FOKUS yg kuat pada outcome akan memberikan dampak yg berbeda pada pikiran&lt;br&gt;dan perasaan Anda dibanding kalau FOKUS Anda bercabang atau FOKUS pada hal&lt;br&gt;lain yg tidak mendukung pencapaian outcome Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika Anda FOKUS dan mengatakan pekerjaan adalah sebuah masalah maka itu&lt;br&gt;akan menjadi masalah yg menyebabkan Anda tenggelam di dalamnya. Ketika Anda&lt;br&gt;FOKUS pada pekerjaan sebagai tantangan maka jadilah itu sebuah tantangan yg&lt;br&gt;mengairahkan utk Anda atasi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Apa yg Anda FOKUSkan akan menentukan apa yg akan Anda lihat, dengar, dan&lt;br&gt;alami. Kalau ternyata FOKUS Anda selama ini tidak membawa Anda ke hasil yg&lt;br&gt;Anda inginkan, Anda bisa mempertimbangkan utk merubah FOKUS (sudut pandang)&lt;br&gt;Anda. Mungkin ketika Anda melihat dari sudut pandang yg berbeda, Anda akan&lt;br&gt;bisa mencapai apa yg Anda inginkan dengan LEBIH CEPAT dan EFEKTIF.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dalam konteks saya, saya FOKUS pada usaha dan perbaikan usaha utk mencapai&lt;br&gt;outcome saya sebagai seorang professional speaker dan FOKUS memodel&lt;br&gt;orang-orang TOP dan TERBAIK di industri pelatihan ini. Ketika saya FOKUS&lt;br&gt;pada hal-hal tsb, saya menjadi optimis dan percaya diri pasti akan berhasil&lt;br&gt;dan sukses di industri ini karena saya belajar dan memodel dari yg TERBAIK.&lt;br&gt;Saya mengabaikan hal-hal lain (gambar, suara, perasaan) yg menjauhkan saya&lt;br&gt;dari pencapaian impian saya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 5: DISTORSI&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda&lt;br&gt;perlu merubah DISTORSI Anda. DISTORSI berarti memaknakan sesuatu secara&lt;br&gt;bebas sesuai konteks.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Contoh: &lt;br&gt; &lt;br&gt;1.     Seorang anak yg rewel dapat dimaknakan sebagai anak yg cerewet, nakal&lt;br&gt; keras kepala atau dapat dimaknakan bahwa anak tsb sedang bertumbuh&lt;br&gt;kecerdasan/ kreatifitasnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;2.     Seorang karyawan yg ditugaskan ke pelosok terpencil utk membuka&lt;br&gt;cabang dapat mengartikan bahwa dia tidak disukai atasan, menjadi kambing&lt;br&gt;hitam, selalu kena sial, dlsbnya atau dia dapat memaknakan bahwa ini adalah&lt;br&gt;tantangan atau kesempatan utk berprestasi lebih tinggi sehingga setelah&lt;br&gt;berhasil di daerah maka dia kemungkinan besar mendapat promosi di kantor&lt;br&gt;pusat.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Distorsi yg berbeda akan memberikan hasil yg berbeda pula. Ketika seorang&lt;br&gt;anak dimaknakan cerewet, nakal, bandel maka dia akan tumbuh sesuai dengan&lt;br&gt;apa yg dicap pada dirinya. Sebaliknya ketika diartikan sedang bertumbuh&lt;br&gt;kecerdasannya maka perlakuan orang tua juga akan berbeda, ya?! Orang tua&lt;br&gt;akan merespon dan meluangkan waktu utk membimbing dengan lebih bijak dan&lt;br&gt;sabar.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Karyawan yg memaknakan bahwa dirinya adalah korban dan tidak disukai atasan&lt;br&gt;pasti tidak akan bekerja sungguh-sungguh dibanding yg memaknakan bahwa&lt;br&gt;penugasan ke pelosok tsb adalah sebuah kesempatan sehingga dia akan berusaha&lt;br&gt;sepenuh hati utk berprestasi.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Saya mendistorsikan bahwa komplain, feedback, pertanyaan, penilaian dari&lt;br&gt;audience selama ini adalah sebuah pembelajaran penting yg sangat membantu&lt;br&gt;dalam pencapaian outcome saya sebagai seorang professional speaker. Saya&lt;br&gt;bisa saja memaknakan komplain, feedback, pertanyaan, penilaian sebagai&lt;br&gt;hambatan/masalah yg menghadang dan membuat saya stres, pesimis, kurang&lt;br&gt;percaya diri tetapi saya sadar bahwa itu tidak bermanfaat dan tidak membantu&lt;br&gt;dalam pencapaian outcome saya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kalau sesuatu itu tidak bermanfaat, distorsikan saja maknanya sehingga dapat&lt;br&gt;membantu pencapaian tujuan/goal dengan lebih CEPAT dan EFEKTIF.&lt;br&gt; &lt;br&gt;TIPS 6: GENERALISASI&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda&lt;br&gt;perlu merubah GENERALISASI Anda. Manusia suka menggeneralisasi utk&lt;br&gt;menyederhanakan atau membuat kesimpulan dengan mudah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Pengalaman seorang teman wanita yg mengalami masalah dalam hubungannya&lt;br&gt;dengan pria sebanyak 3x (diputus, dipermainkan) lalu dengan mudahnya dia&lt;br&gt;menggeneralisasi bahwa semua pria, termasuk teman baiknya ini (yaitu: saya),&lt;br&gt;adalah &amp;#39;buaya darat&amp;#39; berdasarkan pengalaman 3x nya tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Seorang klien yg ditipu oleh tenaga penjual beberapa kali (delivery tdk&lt;br&gt;sesuai kontrak, janji yg meleset, &amp;#39;cuci tangan&amp;#39;, spesifikasi tdk sesuai,&lt;br&gt;dlsbnya) kemudian menggeneralisasi bahwa semua tenaga penjual adalah tukang&lt;br&gt;tipu.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Oknum PNS yg &amp;#39;nakal&amp;#39;, melakukan pungli, KKN, berprinsip &amp;#39;pelayanan cepat&lt;br&gt;asal ada tip&amp;#39;, dlsbnya kemudian digeneralisasi dan disamaratakan oleh&lt;br&gt;masyarakat sebagai cap utk semua PNS.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Generalisasi tsb di atas semuanya kurang bermanfaat kalau tidak mendukung&lt;br&gt;pencapaian sasaran. Wanita tsb akan bersikap dingin kepada semua pria. Klien&lt;br&gt;di atas akan acuh dan curiga terhadap semua tenaga penjual. Masyarakat akan&lt;br&gt;bersikap antipati terhadap semua kebijakan pemerintah.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sebaliknya kalau wanita di atas mengubah generalisasinya bahwa: &amp;quot;Semua&lt;br&gt;manusia pasti ada jodohnya&amp;quot;, &amp;quot;Manusia diciptakan berpasangan&amp;quot;, &amp;quot;Tuhan sudah&lt;br&gt;menciptakan pria yg sesuai utk saya di luar sana. Yang perlu saya lakukan&lt;br&gt;adalah lebih berhati-hati selanjutnya!&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kira-kira di dalam konteks mendapatkan pasangan lagi, generalisasi mana yg&lt;br&gt;lebih bermanfaat untuk si wanita? TEPAT, yg kedua, ya!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Untuk konteks saya, saya menggeneralisasi bahwa: Jika dia BISA, saya juga&lt;br&gt;pasti BISA. Saya hanya perlu melakukannya LEBIH SERING, LEBIH BANYAK, LEBIH&lt;br&gt;KUAT, LEBIH CEPAT, LEBIH GIAT!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Masih ingat sharing saya di awal tentang masa-masa terkelam dalam hidup saya&lt;br&gt; termasuk biaya pernikahan harus saya cicil 6x? Saya menggeneralisasi bahwa&lt;br&gt;hidup itu seperti roda berputar: Suatu saat saya pasti akan berada di&lt;br&gt;PUNCAK! Dan ketika berada di PUNCAK, saya akan terus meng-upgrade diri&lt;br&gt;sehingga selalu lebih siap dan lebih bijak menghadapi apapun.&lt;br&gt; &lt;br&gt;KESIMPULAN:&lt;br&gt; &lt;br&gt;1. Apa yg Anda ISIkan atau INPUT (gambar, video, suara, musik) di &amp;#39;teater&amp;#39;&lt;br&gt;kepala Anda akan menentukan OUTPUTnya seperti apa! Pikiran dan perasaan Anda&lt;br&gt;dipengaruhi oleh apa yg Anda INPUT atau ISIkan!&lt;br&gt; &lt;br&gt;2. Kalau Anda belum mencapai apa yg Anda inginkan saat ini, saatnya Anda&lt;br&gt;mengganti FOKUS, DISTORSI, dan GENERALISASI Anda!&lt;br&gt; &lt;br&gt;3. Anda mempunyai PILIHAN untuk mengisikan hal-hal yg bermanfaat dan&lt;br&gt;mendukung pencapaian outcome atau sebaliknya. Anda yg bertanggung jawab!&lt;br&gt; &lt;br&gt;4. Untuk mencapai outcome tsb harus FLEKSIBEL CARAnya yaitu menyesuaikan&lt;br&gt;kemampuan dengan target/goal.&lt;br&gt; &lt;br&gt;5. Bangunlah jaringan dan relasi yg EKOLOGI dengan sebanyak mungkin pihak&lt;br&gt;dan FOKUS dengan/kepada mereka yg bisa membantu Anda dalam pencapaian&lt;br&gt;sasaran.&lt;br&gt; &lt;br&gt;6. TEORI SAJA TIDAK CUKUP PREN, PRAKTEKKK!!! PRAKTEKKK!!! PRAKTEKKK!!!&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sumber: &lt;a href="http://nlpintoaction"&gt;http://nlpintoaction&lt;/a&gt;&lt;br&gt;com/aplikasi-nlp/tips-instant-mengelola-pikiran-dan-perasaan/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-8142231738223624061?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/8142231738223624061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=8142231738223624061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8142231738223624061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/8142231738223624061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/02/tips-instant-mengelola-pikiran-dan.html' title='Tips Instant Mengelola Pikiran dan Perasaan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-2412441992081971243</id><published>2011-02-10T05:48:00.000+08:00</published><updated>2011-02-10T11:31:27.304+08:00</updated><title type='text'>Denyut Nadi Maksimal (DNM)</title><content type='html'>Menurut DR Suhantoro cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal&lt;br&gt;(DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan &lt;br&gt;DNM = 220 - Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70&lt;br&gt;persen DNM. &lt;p&gt;DR Suhantoro mencontohkan orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia&lt;br&gt;berolahraga adalah 220-40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60&lt;br&gt;persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108&lt;br&gt;-126. &lt;p&gt;Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun&lt;br&gt;harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah&lt;br&gt;melampaui 126. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kram jantung yang&lt;br&gt;membuat serangan jantung. &lt;p&gt;&amp;quot;Sekali lagi perlu diperhatikan kondisi denyut jantung saat berolahraga&lt;br&gt;jangan sampai melebihi btas maksimal yang bisa membahayakan jantung,&amp;quot; ingat&lt;br&gt;Dr Suhantoro. &lt;p&gt;Jika sudah merasa melampaui dosis saat lari di futsal berikan saja bola-bola itu ke orang lain yang masih kuat. Satu lagi saat istirahat minumlah air dengan suhu 15-16 derajat atau minuman manisdengan kadar gula 2,5-5 persen. &amp;quot;Minuman yang terlalu dingin akan sulit diabsorb tubuh karena suhu tubuh setelah olahraga sedang dalam kondisi panas,&amp;quot; jelas Dr Suhantoro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-2412441992081971243?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/2412441992081971243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=2412441992081971243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2412441992081971243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2412441992081971243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/02/denyut-nadi-maksimal-dnm.html' title='Denyut Nadi Maksimal (DNM)'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-2155759639327913033</id><published>2011-01-31T16:51:00.000+08:00</published><updated>2011-02-01T08:45:30.330+08:00</updated><title type='text'>Drink Water !!</title><content type='html'>​Dahulu kita sering diingatkan orang tua kita jangan telan biji jambu, nanti&lt;p&gt;usus buntu...!! &lt;br&gt;c&lt;br&gt;Penulis pernah diskusi dengan temannya yang seorang dokter. Dokter itu &lt;br&gt;menerangkan bahwa dia sudah ribuan kali mengoperasi orang yang kena sakit &lt;br&gt;usus buntu. Selama dia operasi usus buntu, belum pernah dia menemukan di &lt;br&gt;dalam usus buntu itu yang namanya biji jambu, biji cabe, apalagi biji durian&lt;br&gt;.. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Dokter itu menerangkan pula, bahwa sakit usus buntu terjadi karena kita &lt;br&gt;KURANG MINUM AIR ! &lt;br&gt;Bukan karena makan biji-bijian. &lt;p&gt;As simple as that ?? &lt;br&gt; &lt;br&gt;Ya, karena kurang minum air, bisa berakibat frekuensi BAB juga berkurang. &lt;br&gt;Frekuensi BAB berkurang, sementara makanan yang kita makan sudah jadi sampah&lt;p&gt;yang siap dibuang, mampet di usus besar. Akhirnya kotoran tsb naik, dan &lt;br&gt;masuk ke usus buntu. Karena sudah berupa kotoran, membusuk, jadilah infeksi.&lt;p&gt;Infeksi terjadi, kadar darah putih naik (karena ada infeksi), makanya kalau &lt;br&gt;ada gejala USBUN, waktu dicek darah, kadar lecocyt pasti naik dengan tajam. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Jadi, kalau mau terhindar dari usus buntu : Banyak lah minum air!! &lt;br&gt; &lt;br&gt;Kotoran didalam usus buntu akan keluar di &amp;#39;flushing&amp;#39; oleh air putih. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sekedar tips (yang saya dapat di toilet VICO, waktu pelayanan PDK disana &lt;br&gt;bulan lalu) di tempat Urinoir mereka, ada 4 lingkaran yang berwarna putih &lt;br&gt;(bening), lalu kuning muda, kuning agak tua, dan kuning tua sekali. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Lalu dibawahnya ada penjelasan. &lt;br&gt;Warna bening : You are in good shape ! &lt;br&gt;Warna kuning muda : You still Ok, but drink more Water. &lt;br&gt;Warna Kuning agak Tua : You are being dehidrated! Drink water now! &lt;br&gt;Warna kuning tua sekali : Warning, Your body in danger !!! &lt;br&gt; &lt;br&gt;Kita bisa tahu kita kurang minum dari warna air seni kita. &lt;br&gt;Keep drinking guys!! (Water, not alcohol !!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-2155759639327913033?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/2155759639327913033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=2155759639327913033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2155759639327913033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2155759639327913033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/drink-water.html' title='Drink Water !!'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-9032353930616548724</id><published>2011-01-30T15:39:00.000+08:00</published><updated>2011-01-31T04:33:39.728+08:00</updated><title type='text'>SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"</title><content type='html'>Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu&lt;br&gt;terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini&lt;br&gt;menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki &amp;quot;raja jalanan&amp;quot;. &lt;p&gt;Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri &amp;quot;kerajaan&amp;quot; Honda - Soichiro Honda -&lt;br&gt;diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih&lt;br&gt;Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa&lt;br&gt;yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan,&lt;br&gt;selalu menjauh dari pandangan guru. &amp;quot;Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya&lt;br&gt;tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan&lt;br&gt;sepeda,&amp;quot; tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat&lt;br&gt;di RS &lt;br&gt;Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. &lt;p&gt;Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat&lt;br&gt;jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi&lt;br&gt;dan bermimpi... &lt;p&gt;Kecintaannya kepada mesin, mungkin &amp;#39;warisan&amp;#39; dari ayahnya yang membuka&lt;br&gt;bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah,&lt;br&gt;tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak&lt;br&gt;tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi&lt;br&gt;melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. &lt;p&gt;Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri&lt;br&gt;berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin&lt;br&gt;menyaksikan pesawat terbang. &lt;p&gt;Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda&lt;br&gt;berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi,&lt;br&gt;benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari&lt;br&gt;keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya&lt;br&gt;rendah diri. &lt;p&gt;Di usia 15 tahun, Honda bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara,&lt;br&gt;sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal&lt;br&gt;mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput&lt;br&gt;dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang&lt;br&gt;permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu&lt;br&gt;kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. &lt;p&gt;Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi&lt;br&gt;yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil&lt;br&gt;pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam,&lt;br&gt;dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu,&lt;br&gt;jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia&lt;br&gt;punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya&lt;br&gt;luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di&lt;br&gt;usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. &lt;p&gt;Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat&lt;br&gt;usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?&lt;br&gt;Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh&lt;br&gt;bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota&lt;br&gt; karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan&lt;br&gt;tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu.&lt;br&gt;Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. &lt;p&gt;Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,&lt;br&gt;kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring &lt;br&gt;Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi&lt;br&gt;untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang&lt;br&gt;kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang&lt;br&gt;baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan&lt;br&gt;karena jarang mengikuti kuliah. &lt;p&gt;&amp;quot;Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan&lt;br&gt;dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,&amp;quot;&lt;br&gt;ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan&lt;br&gt;maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini&lt;br&gt;justru dianggap penghinaan. &lt;p&gt;Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota&lt;br&gt;memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya,&lt;br&gt;niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun&lt;br&gt;tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk&lt;br&gt;mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus,&lt;br&gt;pabriknya terbakar dua kali. &lt;p&gt;Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya.&lt;br&gt;Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal&lt;br&gt;Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga,&lt;br&gt;gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual&lt;br&gt;pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha&lt;br&gt;lain. Sayang semuanya gagal. &lt;p&gt;Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini&lt;br&gt;kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat&lt;br&gt;menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan&lt;br&gt;terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, &amp;quot;sepeda motor&amp;quot;&lt;br&gt;- cikal bakal lahirnya Mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka&lt;br&gt;berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak&lt;br&gt;pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi &amp;quot;raja&amp;quot;&lt;br&gt;jalanan dunia, termasuk Indonesia. &lt;p&gt;Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti&lt;br&gt;industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. &amp;quot;Orang&lt;br&gt;melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99%&lt;br&gt;kegagalan saya&amp;quot;,&lt;br&gt;tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu&lt;br&gt;mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah&lt;br&gt;mimpi itu menjadi kenyataan. &lt;p&gt;Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang &amp;quot;Raja Jalanan&amp;quot; :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-9032353930616548724?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/9032353930616548724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=9032353930616548724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9032353930616548724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9032353930616548724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/soichiro-honda-lihat-kegagalan-saya.html' title='SOICHIRO HONDA : &quot;Lihat Kegagalan Saya&quot;'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5262226151635527733</id><published>2011-01-30T14:43:00.000+08:00</published><updated>2011-01-31T04:33:54.091+08:00</updated><title type='text'>Mewujudkan Impian</title><content type='html'>Pada suatu saat hiduplah seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya&lt;br&gt;adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap&lt;br&gt;peternakan, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain,dari satu peternakan&lt;br&gt;dari peternakan yang lain.singkat crita sang anak sering pindah-pindah&lt;br&gt;sekolah karena mengikuti pekerjaan sang ayah.&lt;p&gt;        Kisah ini dimulai pada saat Monty menginjak masa SMU. Dia mendapat&lt;br&gt;tugas dari gurunya untuk membuat suatu karangan mengenai apa yang dia&lt;br&gt;inginkan. Akhirnya pada malam harinya dia berpikir dan mengerjakan karangan&lt;br&gt;itu, dimana ke 7 halaman karangan itu begitu terperinci mengenai peternakan&lt;br&gt;kuda, karena sang ayah adalah seorang pelatih kuda sehingga membuat Monty&lt;br&gt;saat terobsesi sekali mempunya impian berupa peternakan kuda seluas&lt;br&gt;200hektar dan terdapat rumah seluas 4000m2 ditengah2 peternakan kuda&lt;br&gt;tersebut,semua track lintasan kuda, arena bertanding, kandang kuda, serta&lt;br&gt;rumahnya digambar dengan jelas dan dengan detail tanpa terlewatkan satu hal&lt;br&gt;kecil pun.&lt;p&gt;        Akhirnya karangan itu dikumpul pada hari esoknya,2 hari kemudian&lt;br&gt;semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada murid. Namun Monty melihat&lt;br&gt;karangan tersebut dengan kecewa karena karangan tersebuat mendapat nilai F&lt;br&gt;serta terdapat tulisan oleh gurunya &amp;quot;Mohon Bertemu saya setelah kelas &amp;quot;.&lt;br&gt;Hanya Monty seorang yang mendapat nilai F pada saat itu. &lt;p&gt;        Ketika bertemu dengan gurunya Monty langsung protes dengan nilai&lt;br&gt;tersebut. Tapi malah sang guru yang balik menyalahkan Monty. Gurunya berkata&lt;br&gt;&amp;quot; Semua yang kaubuat itu adalah impian yang tidak masuk akal, semuanya&lt;br&gt;terlalu besar buat anak seukuran engkau. Engkau hanyalah seorang anak dari&lt;br&gt;pelatih kuda miskin, mana mungkin bisa mewujudkan itu semua. Itu memerlukan&lt;br&gt;biaya yang sangat besar sekali, kamu tidak punya latar belakang apapun,&lt;br&gt;bahkan engkau sekarang tidak menyiapkan sedikitpun untuk membangun ini, mana&lt;br&gt;mungkin ini semua bisa terjadi. Kamu saya berikan waktu untuk memperbaiki&lt;br&gt;karangan ini. Apabila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal, nilaimu&lt;br&gt;akan saya ubah&amp;quot;. Akhirnya Monty pulang dan berpikir, apakah dia harus&lt;br&gt;merubah semua karangannya. Dia bertanya kepada sang ayah, dan sang ayah&lt;br&gt;dengan bijak hanya berkata, &amp;quot;Monty, ini semua terserah kepadamu. Karena ini&lt;br&gt;semua menyangkut masa depanmu, jadi hanya engkau sendirilah yang bisa&lt;br&gt;menentukan hidupmu&amp;quot;.&lt;p&gt;        Satu minggu telah berlalu, dan  akhirnya Monty mengumpulkan karangan&lt;br&gt;tersebut tanpa merubah sedikit pun. Monty kecil hanya menulis, &amp;quot;Guru engkau&lt;br&gt;boleh menyimpan nilai F tersebut, tapi aku &lt;br&gt;akan tetap menyimpan impian ini &amp;quot; &lt;p&gt;        Puluhan tahun telah berlalu sejak kejadian itu.  Sekarang Monty yang&lt;br&gt;telah dewasa bercerita kepada grupnya, &amp;quot;Saya bercerita seperti ini kepada&lt;br&gt;kalian karena guru saya tersebut. Kini lihatlah &lt;br&gt;sekeliling kalian. Kalian berada di  lahan peternakan kuda saya seluas 200&lt;br&gt;hektar. Saya masih menyimpan karangan dulu tersebut bahkan membingkainya dan&lt;br&gt;tetap bertulisan huruf F untuk nilainya. &lt;p&gt;        Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang memberi nilai F tersebut&lt;br&gt;datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat&lt;br&gt;peternakan kuda Monty. Pada saat pulang, sang guru &lt;br&gt;berkata kepada Monty, &amp;quot;Monty, sekarang saya bisa katakan kepada anda pada&lt;br&gt;saat saya menjadi guru anda, saya telah menjadi orang yang mencuri banyak&lt;br&gt;impian dari anak-anak seperti anda, tetapi anda sungguh luar biasa untuk&lt;br&gt;terus mempertahankan impian tersebut &lt;br&gt;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;hellip;..&amp;quot;&lt;p&gt;Catatan :&lt;p&gt;        Saya tidak tahu, apakah anda akan menjadi seperti Monty atau menjadi&lt;br&gt;seperti seorang guru itu yang terus menerus akan mencuri IMPIAN orang-orang&lt;br&gt;terdekat anda bahkan orang-orang yang anda cintai ? Rintangan pasti tetap&lt;br&gt;akan ada bagi orang-orang yang mempunyai impian dan berusaha untuk&lt;br&gt;mewujudkannya. Cerita Monty ini mungkin sedikit banyak akan memberi masukan&lt;br&gt;kepada anda mengenai pentingnya IMPIAN dalam kehidupan. Jangan takut untuk&lt;br&gt;terus mencoba apabila impian anda masih belum terwujud. Berjuang terus untuk&lt;br&gt;masa depan anda yang lebih baik !&lt;p&gt;        &amp;quot;Jangan takut untuk bermimpi besar, karena apabila anda ingin besar&lt;br&gt;maka anda harus bermimpi besar, serta jangan lihat diri anda sekarang&lt;br&gt;seperti apa tapi lihatlah diri anda nanti anda akan &lt;br&gt;jadi seperti apa &amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;The Future Belong To Those Who Believe The Beauty Of The Dreams&amp;quot;&lt;br&gt;Ricky&lt;br&gt; &lt;br&gt;Life For Success&lt;br&gt;Salam Trainer,&lt;br&gt;HENDRY RISJAWAN&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.hendryrisjawan.com"&gt;www.hendryrisjawan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5262226151635527733?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5262226151635527733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5262226151635527733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5262226151635527733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5262226151635527733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/mewujudkan-impian.html' title='Mewujudkan Impian'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-4519914268808335359</id><published>2011-01-30T14:38:00.000+08:00</published><updated>2011-01-31T04:33:44.880+08:00</updated><title type='text'>Keajaiban Dunia</title><content type='html'>Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh&lt;br&gt;Keajaiban Dunia. Tepat sebelum kelas usai, siang itu, semua siswa diminta&lt;br&gt;untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing. Seorang gadis kecil yang&lt;br&gt;paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan&lt;br&gt;ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu&amp;hellip;&lt;p&gt;Malamnya sang guru memeriksa tugas siswa-siswanya itu. Sebagian besar siswa&lt;br&gt;menulis demikian:&lt;p&gt;Tujuh Keajaiban Dunia:&lt;br&gt;1. Piramida&lt;br&gt;2. TajMahal&lt;br&gt;3. Tembok Besar Cina&lt;br&gt;4. Menara Pisa&lt;br&gt;5. Kuil Angkor&lt;br&gt;6. Menara Eiffel&lt;br&gt;7. Kuil Parthenon&lt;p&gt;Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya&lt;br&gt;terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu terus&lt;br&gt;memeriksa sampai lembar yang paling akhir&amp;hellip;&lt;p&gt;Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar&lt;br&gt;terakhir itu milik si gadis kecil pendiam&amp;hellip;&lt;br&gt;Isinya seperti ini:&lt;p&gt;Tujuh Keajaiban Dunia:&lt;br&gt;1. Bisa melihat&lt;br&gt;2. Bisa mendengar&lt;br&gt;3. Bisa menyentuh&lt;br&gt;4. Bisa disayangi&lt;br&gt;5. Bisa merasakan&lt;br&gt;6. Bisa tertawa, dan&lt;br&gt;7. Bisa mencintai&amp;hellip;&lt;p&gt;Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas&lt;br&gt;siswa-siswanya.. Kemudian menundukkan kepalanya berdoa.. Mengucap syukur u/&lt;br&gt;seorang gadis kecil pendiam di kelasnya, yg telah mengajarkannya sebuah&lt;br&gt;pelajaran hebat..&lt;p&gt;Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.&lt;br&gt;Keajaiban itu ada di sekeliling kita untuk kita miliki.. &lt;p&gt;Bersyukur atas semua yg kita miliki hari ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-4519914268808335359?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/4519914268808335359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=4519914268808335359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4519914268808335359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4519914268808335359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/keajaiban-dunia.html' title='Keajaiban Dunia'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7696535439646245482</id><published>2011-01-28T16:08:00.000+08:00</published><updated>2011-01-29T10:25:48.054+08:00</updated><title type='text'>BATU BESAR</title><content type='html'>Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada&lt;br&gt;para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan&lt;br&gt;berkata, &amp;quot;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&amp;quot; Kemudian ia mengeluarkan&lt;br&gt;sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember&lt;br&gt;tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga&lt;br&gt;tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya&lt;br&gt;pada kelas, &amp;quot;Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?&amp;quot; Semua mahasiswa&lt;br&gt;serentak berkata, &amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Dosen bertanya kembali, &amp;quot;Sungguhkah demikian?&amp;quot; Kemudian, dari dalam meja ia&lt;br&gt;mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke&lt;br&gt;dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu&lt;br&gt;turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian,&lt;br&gt;sekali lagi ia bertanya pada kelas,&lt;br&gt;&amp;quot;Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&amp;quot; Kali ini para mahasiswa&lt;br&gt;terdiam. Seseorang menjawab, &amp;quot;Mungkin tidak.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;&amp;quot;Bagus sekali,&amp;quot; sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan&lt;br&gt;menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah&lt;br&gt;kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas,&lt;br&gt;&amp;quot;Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&amp;quot; &amp;quot;Belum!&amp;quot; sahut seluruh&lt;br&gt;kelas.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sekali lagi ia berkata, &amp;quot;Bagus. Bagus sekali.&amp;quot; Kemudian ia meraih sebotol&lt;br&gt;air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu&lt;br&gt;ia menoleh ke kelas dan bertanya, &amp;quot;Tahukah kalian apa maksud illustrasi&lt;br&gt;ini?&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, &amp;quot;Maksudnya&lt;br&gt;adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha&lt;br&gt;sekuat  tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;&amp;quot;Oh, bukan,&amp;quot; sahut dosen, &amp;quot;Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi&lt;br&gt;mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan &amp;quot;batu besar&amp;quot;&lt;br&gt;terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;Apa yang dimaksud dengan &amp;quot;batu besar&amp;quot; dalam hidup anda? Anak-anak anda;&lt;br&gt;Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda;&lt;br&gt;Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai;&lt;br&gt;Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang&lt;br&gt;berharga.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Ingatlah untuk selalu memasukkan &amp;quot;Batu Besar&amp;quot; pertama kali atau anda akan&lt;br&gt;kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam&lt;br&gt;kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang&lt;br&gt;merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda&lt;br&gt;tidak  akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk&lt;br&gt;hal-hal  besar dan penting.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita&lt;br&gt;pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: &amp;quot;Apakah &amp;quot;Batu Besar&amp;quot; dalam&lt;br&gt;hidup saya?&amp;quot; Lalu kerjakan itu pertama kali.&amp;quot;&lt;br&gt; &lt;br&gt;IMPIAN = BATU BESAR&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;p&gt;&lt;p&gt;Life For Success&lt;br&gt;Salam Trainer,&lt;br&gt;HENDRY RISJAWAN&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.hendryrisjawan.com"&gt;www.hendryrisjawan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7696535439646245482?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7696535439646245482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7696535439646245482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7696535439646245482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7696535439646245482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/batu-besar.html' title='BATU BESAR'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-4562975964371246998</id><published>2011-01-11T13:17:00.001+08:00</published><updated>2011-01-11T13:17:38.165+08:00</updated><title type='text'>Keberadaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Anakku &amp;#8230;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dengan tanganmu yang demikian kecil,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kamu hendak menggapai keberadaanKu ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dengan kedua kakimu yang lemah itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kamu ingin mengejar keberadaanKu ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dengan kedua matamu yang kecil,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kamu ingin melihat ciptaanKu yang tak terhingga ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dengan kedua telingamu yang kecil ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kamu ingin mendengarkan semua sabdaKU ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Oh Anakku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hentikan usaha mu itu !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Karena itu akan sia-sia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kalau kamu ingin mengetahui segalanya tentang Aku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tempatkan Aku dalam hatimu !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dan semuanya akan nampak dalam setiap fikiran, kata-kata maupun perbuatanmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bahwa kamu sudah mengetahui Aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-4562975964371246998?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/4562975964371246998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=4562975964371246998' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4562975964371246998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4562975964371246998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/keberadaan-tuhan.html' title='Keberadaan Tuhan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-3449318407207076788</id><published>2011-01-05T00:14:00.001+08:00</published><updated>2011-01-05T00:14:59.848+08:00</updated><title type='text'>Self-Belief and Clarity</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Clarity means that you are absolutely clear about who you are, what you want &amp;amp; where you are going. Write down your goals &amp;amp; make plans to accomplish them. Set very careful priorities &amp;amp; do something every day to move toward your goals. The more progress you make toward accomplishing things that are important to you, the greater self-confidence &amp;amp; self-belief you will have, &amp;amp; the more convinced you will become that there are no limits on what you can achieve ... Brian Tracy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-3449318407207076788?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/3449318407207076788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=3449318407207076788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3449318407207076788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/3449318407207076788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/self-belief-and-clarity.html' title='Self-Belief and Clarity'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-2096655804476998282</id><published>2011-01-04T21:39:00.000+08:00</published><updated>2011-01-04T21:40:00.954+08:00</updated><title type='text'>Cara Sederhana Mencintai Wanita</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;VIVAnews &amp;#8211; Wanita menyukai pujian. Tak mengherankan jika memuji dapat menjadi cara paling sederhana yang bisa dilakukan pria untuk membuat pasangannya merasa dicintai dan diperhatikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bahkan, jika hal ini menjadi kebiasaan, pujian dapat membantu membuat hubungan Anda dan pasangan kian langgeng. Namun sayangnya, kebanyakan pria mengabaikannya. Setelah hubungan berjalan lama, biasanya mereka menganggapnya pujian tidak relevan lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pujian juga dapat dimaknai sebagai hadiah istimewa bagi orang lain. Dalam suatu hubungan, pujian merupakan sumber dorongan bagi pasangan. Misalnya, memuji seorang wanita yang sukses menurunkan berat badan, ini bisa membikin dia makin bersemangat untuk diet dan menjaga bentuk tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pujian juga bisa menjadi cara membangun kepercayaan diri wanita. Memuji di kala dia berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan, dapat menaikkan kepercayaan dirinya sekaligus meningkatkan keharmonisan hubungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Memuji itu seni. Untuk mengetahui caranya memang tidak sulit. Tapi, saat menyampaikannya tidak bisa asal mengeluarkan kata-kata indah karena bisa salah. Berikut ini beberapa tips yang akan membantu Anda memberikan pujian dengan cara tepat, dikutip dari laman Dating Tips.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;- Pujian tulus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pujian tidak boleh sekadar untuk mencari perhatian wanita. Inilah yang terjadi selama ini. Kebanyakan pria kurang tulus saat memberikan memuji pasangan. Padahal, itu dapat mengurangi nilai seorang pria di mata wanita. Kaum hawa menginginkan pasangannya memuji dengan tulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;- Pujian terbaik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Wanita menyukai pujian yang cerdas dan rinci. Jadi, tidak hanya pujian singkat, seperti &amp;quot;Pakaianmu bagus&amp;quot; atau &amp;quot;Kamu cantik&amp;quot;. Ini tidak akan membuatnya terkesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Wanita ingin mendengar penjelasan lebih banyak, misalnya Anda menjelaskan di mana letak bagusnya atau di mana letak kecantikannya. Makin rinci pujian Anda, hatinya makin melambung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;- Sering dipuji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kebanyakan wanita tidak cukup hanya mendapatkan sekali pujian dari pasangan. Mereka menerjemahkan pujian juga sebagai bukti bahwa pasangannya selalu memikirkan dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bila pujian hanya disampaikan sebulan sekali, biasanya hubungan tidak terlalu bergairah. Pujian harus diberikan sesering mungkin (tidak peduli apakah yang dipuji sebenarnya hal sepele) selama disampaikan dengan tulus, akan membuat hubungan makin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;- Pujian di tempat umum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pujian yang tulus memiliki efek yang lebih besar jika disampaikan di depan teman-teman atau keluarga. Pujian yang diutarakan di depan orang lain akan membuatnya merasa bangga. Dia akan memaknainya sebagai ekspresi penghormatan dan penghargaan Anda kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sayangnya, saat ini banyak pria yang mengabaikan hal ini. Padahal, saat-saat seperti itu harusnya menjadi bagian terpenting untuk membuat pasangan bahagia. (pet)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;a href="http://id.news.yahoo.com/viva/20110103/tls-cara-sederhana-mencintai-wanita-34dae5e.html"&gt;http://id.news.yahoo.com/viva/20110103/tls-cara-sederhana-mencintai-wanita-34dae5e.html&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-2096655804476998282?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/2096655804476998282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=2096655804476998282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2096655804476998282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/2096655804476998282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2011/01/cara-sederhana-mencintai-wanita.html' title='Cara Sederhana Mencintai Wanita'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-4637634455855707781</id><published>2010-12-30T14:16:00.001+08:00</published><updated>2010-12-30T14:16:32.320+08:00</updated><title type='text'>Tidak takut pada Tuhan!</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;by Ngurah Agung &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Aku tidak takut pada apapun&amp;#8221;, kata Sutama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Ah...pada apapun?&amp;#8221;,&amp;nbsp; tanya Bushori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Ya.&amp;#8221;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Kepada Tuhan sekalipun?&amp;#8221;, desak Bushori lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Ya....sama-sekali tidak takut&amp;#8221;, sahut Sutama tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ini tentu membuat Bushori, temannya, tercengang. Sebab, ia sendiri teramat sangat sering mengatakan kalau ia &amp;#8216;hanya takut kepada Tuhan&amp;#8217; &amp;#8212;seperti yang juga dikatakan oleh banyak orang yang merasa saleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Kawanku....&amp;#8221;, kata Bushori bernada menasehati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Kita, sebagai orang-orang beriman mesti takut kepada Tuhan.&amp;#8221;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Haruskah aku takut kepada yang teramat sangat ku kasihi?&amp;#8221;, sahut Sutama singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span  style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt;, Senin, 12 April 2010.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-4637634455855707781?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/4637634455855707781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=4637634455855707781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4637634455855707781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/4637634455855707781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/tidak-takut-pada-tuhan.html' title='Tidak takut pada Tuhan!'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-509938037573166850</id><published>2010-12-29T14:01:00.001+08:00</published><updated>2010-12-29T14:01:37.045+08:00</updated><title type='text'>41 Ways to Gain 41 Pounds Of Rock-Solid Lean Muscle Mass in 6 Months</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;By Vince DelMonte - Author of No-Nonsense &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;Muscle&lt;/st1:PlaceName&gt;  &lt;st1:PlaceType w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;This article will give you at least 41 tips and ideas for gaining more muscle and getting more ripped than you can imagine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Muscle building expert Vince DelMonte has helped over 20,000 skinny guys and consults with fitness experts all around the world on the most critical and supporting elements to build muscle mass and to experience consistent muscle growth. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;In this article, Vince unmasks his own secrets that he used for building 41 pounds of steel-solid muscle in only six months &amp;#8211; without any drugs or steroids, without bogus supplements, and while training less total hours than before. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;In just weeks, you can make the same life-changing transformation.&amp;nbsp; Find out his advanced muscle building strategies on how to build muscle, fast!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Whether you approach your physique as a hobby or a job, you should not leave any element to chance and hope it works.&amp;nbsp; In order to defeat plateaus and forge a ripped and muscular body you need all the tips and tricks you can get.&amp;nbsp; None of these techniques will work alone but by combining as many together as possible you&amp;#8217;ll see a huge difference in your muscle growth &amp;#8211; faster than before.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. Begin with 3 full body weight training workouts every 48-hours.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. Take your body weight in pounds and multiply it by 15 to determine your daily caloric intake if you want to gain weight.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;3. Perform only 1 exercise per body part each full-body workout but perform a different exercise for each body part every workout.&amp;nbsp; By the end of the week you&amp;#8217;ll have hit each muscle group three times from three different angles.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;4. Consume carbohydrates in a 2:1 ratio to protein after your workout in liquid form (a good post workout shake).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;5. Perform each set to muscular failure.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;6. Use a training journal and track your progress.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;7. Drink at least 4-6 liters of water each day.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;8. Vary your rep and set schemes more frequently than any other training variable.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;9. Focus on exploding up on the concentric portion of your movement and taking 3-4 seconds for the eccentric portion of your program.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;10. Aim to build at least 5-6 pounds of lean muscle mass each month.&amp;nbsp; Anything more will be fat gain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;11. Eat at least 10-15 serving of fruits and vegetables each day.&amp;nbsp; Some veggies can even fight abdominal fat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;12. Focus on compound movements for 80% of your workouts.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;13. Alternate between dumbbells and barbells every 2 weeks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;14. Only change an exercise when you plateau on two workouts in a row.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;15. Enter a fitness model or bodybuilding show or transformation contest to keep you motivated.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;16. Follow a program for at least 12-16 weeks before trying your next one.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;17. Pyramiding your sets to consistently increase your strength 5% each week.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;18. Consume a variety of whole eggs, chicken, lean beef, fish and whole-milk throughout the day for high quality (bioavailable) muscle building protein.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;19. Use a training partner for motivation and an extra push to experience faster muscular growth.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;20. Never train hungry if you want to build muscle fast.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;21. Concentrate your carbohydrates when your body needs them most &amp;#8211; breakfast, pre workout and post workout.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;22. Ensure you do the squat and the deadlift each week to increase the release of growth hormone and testosterone.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;23. Hire a personal trainer if you have never received professional coaching on technique and form.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;24. Stretch at least half the amount of time that you lift.&amp;nbsp; If you lift 3 hours a week, schedule at least 1.5 hours of yoga or static stretching. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;25. Train a muscle group through it&amp;#8217;s entire range of motion to stimulate muscle size.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;26. Use a 3-day a week 20-minute interval cardio plan, post-workout, to maximize the muscle to fat ratio while bulking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;27. Train your most underdeveloped muscle group first in each workout.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;28. Avoid processed food, packaged food and fast food.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;29. Avoid protein bars and any muscle building supplement that has sucrulose, aspartame, or other artificial or natural sweeteners. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;30. Get at least 8-hours of uninterrupted sleep each night.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;31. Don&amp;#8217;t be afraid to overload your muscles with maximal resistance and miss your goal reps.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;32. Consume a combination of olive oil, fish oil (or the more powerful Krill Oil), coconut oil, mixed nuts and natural peanut butter or almond butter each day to make sure you get ample healthy fats for testosterone and other muscle building hormone production.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;33. Take a complete week off after 12-16 weeks of training.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;34. Get a spotter to help you with your heaviest set.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;35. Have a training program.&amp;nbsp; Never go to the gym without a plan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;36. Perform 5-10 minutes of dynamic stretching before each weight training workout.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;37. Schedule regular ART-therapy or massage therapy to avoid injuries.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;38. Cold shower after every intense weight training workout.&amp;nbsp; It sucks, but it works. Some studies show increased muscle recovery from this technique.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;39. Eat at least 1 gram of protein per pound of lean body mass each day.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;40. The core of your workout should revolve around the major multi-joint lifts: squats, deadlifts, rows, presses, pull ups, dips and weighted core work. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;41. Train with someone bigger and stronger than you. You'll be challenged and motivated to work out harder.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-509938037573166850?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/509938037573166850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=509938037573166850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/509938037573166850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/509938037573166850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/41-ways-to-gain-41-pounds-of-rock-solid.html' title='41 Ways to Gain 41 Pounds Of Rock-Solid Lean Muscle Mass in 6 Months'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-6255829998018052850</id><published>2010-12-23T10:03:00.001+08:00</published><updated>2010-12-23T10:03:48.166+08:00</updated><title type='text'>Memaafkan</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bila ada orang yang berbuat salah kepada Anda, apa respon Anda?&amp;nbsp; &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tiga respon yang mungkin muncul.&amp;nbsp; Pertama, Membalas. Kedua, Tidak Membalas namun Tidak Memaafkan. Dan respon yang ketiga adalah Tidak Membalas dan Memaafkan.&amp;nbsp; Bila Anda memilih jenis respon yang pertama maka Anda telah menambah satu orang yang sakit hati lagi di dunia ini.&amp;nbsp; Membalas perlakuan orang lain mungkin akan mendatangkan kepuasan psikologis bagi Anda,&amp;nbsp; namun ketahuilah kepuasaan itu hanya sesaat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bila Anda memilih jenis respon yang kedua, Tidak Membalas namun Tidak Memaafkan memang&amp;nbsp; hal itu tidak akan menyakiti orang lain akan tetapi menyakiti diri Anda sendiri. Kebahagian dan ketenangan hiduppun akan menjauh dari Anda.&amp;nbsp; Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh dokter di Amerika Serikat, keengganan Anda memaafkan orang lain akan menimbulkan banyak penyakit kepada Anda seperti pusing, sakit punggung, sakit leher, sakit perut, depresi, cemas, mudah sakit, dan sulit tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Respon yang saya sarankan untuk Anda pilih adalah respon yang ketiga, Tidak Membalas dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anda Memaafkan.&amp;nbsp; Memaafkan bukan berarti melupakan kejadian itu, akan tetapi bermakna melepaskan masa lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Agar Anda bersedia Tidak Membalas dan&amp;nbsp; Anda Memaafkan kesalahan orang lain setidaknya ingatlah dua hal ini. &amp;nbsp;Pertama, Anggap orang yang telah menyakiti dan berbuat salah kepada Anda adalah seorang dokter yang sedang memberikan imunisasi kepada Anda.&amp;nbsp; Seorang yang diimunisasi boleh jadi meriang, panas dingin dan susah tidur.&amp;nbsp; Namun hal itu hanya terjadi sesaat, setelah itu Anda telah memiliki modal yang membuat Anda tahan terhadap serangan penyakit,&amp;nbsp; semakin kuat, kokoh dan hebat di masa datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kedua, Ingatlah tak ada manusia yang sempurna. Ketika Anda bergaul dengan orang lain, fokuskanlah pada kelebihan dan kebaikan orang lain bukan fokus kepada kekurangan orang lain.&amp;nbsp; Bila ada orang yang menyakiti Anda, bersegeralah Anda duduk kemudian catat semua kelebihan dan kebaikan yang dimiliki oleh orang itu.&amp;nbsp; Bila Anda tak menemukan kebaikan pada orang tersebut, saya jadi sangsi jangan-jangan Andapun tak memiliki banyak kebaikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pembaca,&amp;nbsp; Bila Anda Memaafkan, bukan orang lain yang mendapat keuntungan, tetapi Andalah yang memperoleh keuntungan itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Jamil Azzaini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Follow saya di @jamilazzaini, salam suksesmulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-6255829998018052850?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/6255829998018052850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=6255829998018052850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6255829998018052850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6255829998018052850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/memaafkan.html' title='Memaafkan'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5232551255520681577</id><published>2010-12-14T12:46:00.000+08:00</published><updated>2010-12-14T12:47:19.459+08:00</updated><title type='text'>Ingin Bahagia? Ini Kuncinya</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;VIVAnews - Para ilmuwan &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; membuka bocoran mengenai kunci kebahagiaan seseorang. Artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah populer The Science Psikologis memuat beberapa prasyarat sebuah kebahagiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Menurut mereka, syarat kebahagiaan adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. memiliki &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; hidup sehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. kemampuan untuk bermimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;3. penetapan tujuan yang tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;4. kepercayaan untuk merealisasikan tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;5. memiliki semangat dan rasa cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;6. memiliki hubungan sosial yang sehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;7. memiliki pasangan hidup yang tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Peneliti menggarisbawahi bahwa pasangan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kebahagiaan. Sebab, adanya ketidakcocokan dalam keluarga akan menyebabkan kegagalan dalam bidang hidup lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sebaliknya, pasangan yang tepat akan menciptakan sebuah hubungan yang aman dan tenang sebagai dasar bagi kebahagiaan keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa uang tidak mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Menurut penulis, seperti dilansir Genius Beauty, uang dan kekayaan hanyalah bagian dan konsekuensi dari &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; hal, di antaranya pekerjaan dan kesenangan. (pet)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5232551255520681577?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5232551255520681577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5232551255520681577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5232551255520681577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5232551255520681577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/ingin-bahagia-ini-kuncinya.html' title='Ingin Bahagia? Ini Kuncinya'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-9105089916871514848</id><published>2010-12-06T10:48:00.000+08:00</published><updated>2010-12-06T10:49:07.845+08:00</updated><title type='text'>WHERE HAVE ALL THE FATHERS GONE?</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bill Cosby memang berharga. Ketika beberapa tahun silam, anaknya Bill Cosby&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Jr diterjang peluru, hampir sebagian warga dunia berguncang. Seorang ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;'ideal' kehilangan anaknya. Puluhan pertanyaan berhamburan dibalik kejadian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;itu. Orang-orang tidak membayangkan Bill Cosby Jr punya masalah dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;bandit-bandit pengedar obat terlarang. Bukankah Bill Cosby seorang ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;ideal, humoris, sabar, pengertian, enak dan perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tidaklah berlebihan, kalau Alvin F. Poussaint M.D, seorang Asisten Profesor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dari Harvard MedicalSchool, membutuhkan 10 halaman untuk menjelaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;kehebatan sang tokoh. Namun ada satu pertanyaan inti yang tidak mampu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dijawab secara transparan oleh Bill.yaitu, &amp;quot;Where has Bill gone?&amp;quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kemanakah Bill pergi selama ini. Apakah yang ia lakukan sepanjang hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dengan anaknya. Kenapa, Bill tidak mengetahui sedikitpun tentang sepak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;terjang anaknya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Malam, ketika tulisan ini sedang dirampungkan, telpon rumah saya berdering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Interlokal dari kampung saya disebuah dusun pedalaman &lt;st1:place w:st="on"&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt;. Suara gagap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dan ragu-ragu kakak perempuan saya mengabarkan, dua orang keponakan kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;masuk penjara. Satu orang tertangkap sebagai pengedar Narkoba dan satu lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sebagai pemakai Narkoba kronis. Sama seperti Bill Cosby, tiba-tiba puluhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pertanyaan menyergap dan mengepung ruang dalam otak kanan saya. Semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pertanyaan itu berputar-putar dan akhirnya berpilin pada sebuah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pertanyaan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;Where has their father gone ?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kemanakah ayah mereka pergi selama ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sehari sebelum saya terima kabar dari kampung, dalam sebuah dialog antara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pemerhati pecandu Narkoba, seorang ibu bercerita. Katanya, tak ada kesakitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;yang lebih mencekam ketimbang cengkraman Narkoba pada anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dengan menahan tangis dan sedikit dendam, ia mengatakan anaknya adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;korban dari hilangnya lelaki dewasa (ayah) dalam putaran kehidupan rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;tangganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;Where has the father gone ?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dimana sih ayah-ayah mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Anak-anak yang ditakdirkan menjadi pelaku sejarah diatas hanyalah sebagian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;kecil di antara berjuta anak yang sebenarnya tidak membutuhkan konseling&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;psikologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Apa yang mereka butuhkan namun seringkali tidak mereka miliki- adalah ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;yang peduli padanya dan punya waktu untuk bersama. Anak-anak itu tidak butuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;tenaga psikiater tapi dia butuh seseorang yang bisa dipercaya. Lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dimanakah ayah-ayah mereka? &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dua jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pertama, ayah yang ada tapi suka membolos. Tipe ini kita temukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dimana-mana. Di lapangan golf, tenis, bulu tangkis, kantor dan tempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; ayah yang dinas luar (tugas kantor atau dakwah) ke daerah-daerah hampir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;setiap bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; ayah yang bekerja, berangkat sesudah subuh dan pulang larut malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; juga ayah yang nongkrong, tidur-tiduran ditempat tertentu hanya untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;melegitimasi bahwa ia sibuk sepanjang hari. Sehingga seolah-olah hanya ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;waktu sisa buat anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kesimpulannya, ayah-ayah ini ada di mana-mana, tapi mereka sering membolos&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dari waktu bersama anaknya. Mereka (ayah-ayah ini) sulit ditemukan di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;rapat-rapat POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru), karena ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;peninggalan purba yang menyatakan bahwa urusan sekolah adalah hak mutlak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sang ibu semata .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kita jarang menemukan ayah di tempat praktek dokter menggendong anaknya yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kita juga tidak melihatnya di kantor kepolisian mengurus anaknya yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;melakukan tindakan kriminal.Ayah-ayah ini apabila ditanyakan pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;mereka:apakah yang penting dalam hidupmu ? Biasanya mereka menjawab:keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;anak-anak. Naifnya, jawaban ini sering tidak tercermin dalam kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sehari-hari, khususnya bagaimana mereka mengatur waktu dan tenaga mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sehari-hari antara pekerjaan dan anak. Simaklah dialog berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sang Anak : &amp;quot;Ayah, Yah main bola yuk!&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sang Ayah : &amp;quot;O, ya. Ayah baca koran dulu!&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah nonton berita dulu !&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah janji main bola hari Sabtu!&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah ada acara nih&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah lagi cape ? &amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah lagi banyak kerjaan&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;O, ya. Ayah mau tapi ? &amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Mungkin ayah seperti inilah yang dimaksudkan oleh hasil need assesment dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Lembaga Demografi salah satu universitas negeri di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Jajak pendapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;itu menerangkan empat ciri menonjol ayah tipe Pertama ini. Cepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;marah, jarang ada waktu ngobrol dengan anak, ditakuti anak dan selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;menakar seluruh pekerjaan dengan uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kedua, ayah yang ada (fisik) dan rajin tapi tidak tahu harus berbuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;apa.Kita menemukan ayah-ayah ini sering berada di rumah. Mereka mengerjakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;banyak hal, tapi tidak terlalu mengerti apa yang dikerjakannya. Sebuah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;gelombang rutinitas menjebak dan membawanya berputar-putar ke dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pekerjaan yang memiliki kualitas rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Anak-anak menjumpai tokoh ini sepanjang waktu di rumah, namun sayangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;lambat laun sang tokoh menjadi tidak berarti dalam kehidupan mereka. Tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;ada lagi kejutan-kejutan psikologis yang biasa ditunggu-tunggu anak dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;seorang ayah yang normal. Ritme komunikasi berjalan tanpa greget dan hambar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sebagian besar korban Narkoba dan pelecehan seksual di kalangan remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;memiliki ayah tipe kedua ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bukan Superman tapi Superstar. Benar, ayah bukanlah superman, tapi ia adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;superstar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ia bintang di tengah keluarga. Ia pembawa dan penentu model sekaligus agen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sosial. Lewat aksi panggungnya yang memikat, ia menggemuruhkan keceriaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;keluarga. Tapi, sebagai seorang bintang, ia tidak lahir dengan sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ia membutuhkan dukungan, karena bagi lelaki peran ayah bukanlah peran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;instingtif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Peran ini lebih membutuhkan bimbingan sosial dari pada wanita dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;perannya sebagai ibu. Sebelum dukungan datang dari luar, maka sang ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;harus mencari dukungan dari dirinya sendiri. Mereka haruslah secara kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;merangsang dialog dengan hati nurani secara intens dan apresiatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dialog-dialog ini harus mampu meyakinkan bahwa ia tidaklah satu-satunya ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;yang sedang belajar menjadi superstar. Bahwa anak-anak membutuhkan cinta,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dukungan, dorongan dan perlindungannya. Bahwa melalui anak-anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;para orang tua diajarkan makna hidup, cinta, kesucian, kesabaran dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;sebagainya. Bahwa anak-anak melihat dunia luar dengan perantara jendela sang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;superstar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dukungan dalam diri tidak akan berarti tanpa tekun dan sabar berlatih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sampai suatu saat hilangnya kekakuan dalam berhadapan dengan anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Muncullah ayah yang dengan ikhlas membantu anaknya mengerjakan PR,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;memandikan anak, mencuci baju dan belanja. Ayah yang membacakan buku cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;untuk anaknya, mengantar anak les komputer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ayah-ayah inilah yang akan membuat dunia ini berputar dan menjawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pertanyaan : &amp;quot;Where have all the fathers gone?&amp;quot; dengan &amp;quot;Here I am. Now and&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;forever!&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;*tulisan diambil dari postingan moderator milis sehat, Om Gendi*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-9105089916871514848?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/9105089916871514848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=9105089916871514848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9105089916871514848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/9105089916871514848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/where-have-all-fathers-gone.html' title='WHERE HAVE ALL THE FATHERS GONE?'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7639381930010337170</id><published>2010-12-05T15:38:00.000+08:00</published><updated>2010-12-05T15:39:12.704+08:00</updated><title type='text'>Tips Pembuatan Paspor On-line</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Saat ini pengurusan paspor sudah bisa secara on-line, prosedur :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. Masuk ke website http://www.imigrasi.go.id/ —► Layanan Publik —► Layanan On-line&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. Siapkan dokumen al: KTP, KK, Akte Lahir/Ijazah, Surat Keterangan Bekerja dll di-scan dengan format JPG, hitam putih dan &amp;lt; 100Kb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;3. Lengkapi formulir dan upload semua dokumen di atas maka akan keluar NOMOR REGISTRASI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;4. Dua atau tiga hari kemudian kita bisa langsung ke Kantor Imigrasi setempat dengan membawa SEMUA dokumen ASLI-nya dan NOMOR REGISTRASI on-line.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;5. Setibanya di Kantor Imigrasi laporkan bahwa pengajuan on-line sudah dilakukan, anda akan diminta menunggu sebentar. Petugas akan kasi resi pembayaran ke lantai 2, setelah bayar langsung antri photo (kalau datang awal, bisa langsung photo hari itu juga).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;6. Sesudah photo, 3 - 5 hari kemudian paspor sudah bisa diambil (dapat diambilkan orang lain dengan &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kuasa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;7. Total biaya Rp. 270.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Cukup meluangkan waktu sehari saja...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Silahkan mencoba...!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Copas dr fb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7639381930010337170?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7639381930010337170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7639381930010337170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7639381930010337170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7639381930010337170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/tips-pembuatan-paspor-on-line.html' title='Tips Pembuatan Paspor On-line'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-7316456185461657912</id><published>2010-12-04T19:38:00.000+08:00</published><updated>2010-12-04T19:42:19.976+08:00</updated><title type='text'>Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;By Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;VIVAnews - Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. Memelihara masa lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. Mengasihani diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;3. Munafik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;4. Selalu negatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;5. Paling sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;6. Bangga mengumbar rahasia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;7. Frustasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;8. Sang Komentator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;a href="http://id.news.yahoo.com/viva/20101201/tls-delapan-tipe-orang-perlu-dijauhi-34dae5e.html"&gt;http://id.news.yahoo.com/viva/20101201/tls-delapan-tipe-orang-perlu-dijauhi-34dae5e.html&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-7316456185461657912?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/7316456185461657912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=7316456185461657912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7316456185461657912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/7316456185461657912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/delapan-tipe-orang-perlu-dijauhi.html' title='Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-6746383121763029104</id><published>2010-12-01T12:24:00.000+08:00</published><updated>2010-12-01T12:25:21.184+08:00</updated><title type='text'>Tips Menulis-#1 : Kaidah 'Fair Use' Dalam Membuat Karya Tulis</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hore, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hari Baru! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Teman-teman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Akhir-akhir ini semangat untuk menulis buku bermunculan dimana-mana. Tentu hal ini layak dipandang secara positif. Ini adalah pertanda bahwa masyarakat kita sedang bergerak menuju ke arah &amp;#8216;mencerdaskan&amp;#8217; kehidupan bangsa. Bagi saya pribadi, menulis buku bukan semata-mata mencerdaskan bangsa, melainkan mencerdaskan diri sendiri. Sebab, dengan menulis buku justru saya bisa menasihati diri sendiri. Apakah Anda tertarik untuk menulis buku juga? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sebelum memulai menulis buku, ada baiknya Anda mengenal beberapa hal penting yang dapat menghindarkan kita dari masalah yang tidak diharapkan di kemudian hari. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan copyright atau hak cipta dari karya orang lain. Mengapa demikian? Karena, tidak jarang penulis buku tergoda untuk mengambil nukilan, kutipan, atau penggalan kalimat dari karya tulis orang lain. Apakah hal ini boleh dilakukan? Tentu saja boleh jika Anda memerlukannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tetapi kalau Anda melakukannya, maka perlu difahami terlebih dahulu bahwa setiap karya tulis orang lain dilindungi oleh undang-undang hak cipta (copy right). Baik itu tulisan yang dipublikasikan, maupun yang belum. Masa berlaku hak cipta adalah selama penulisnya masih hidup ditambah 50 tahun berikutnya. Misalnya, jika penulis meninggal dunia tahun 2010, maka hak ciptanya masih dijamin sampai tahun 2050. Artinya, kita tidak boleh sembarangan mengambil atau mengutipnya begitu saja. Hal ini dijamin oleh Undang-Undang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Didalam dunia penulisan dan penerbitan, ada yang dikenal dengan istilah &amp;#8216;fair use&amp;#8217;. Kira-kira artinya adalah; kita boleh mengambil &amp;#8216;beberapa kalimat&amp;#8217; dari tulisan orang lain tanpa harus minta ijin kepada penulisnya. Yang dimaksud &amp;#8216;beberapa kalimat&amp;#8217; itu apa? Memang tidak jelas betul. Tetapi, tentu ada unsur-unsur kepantasan. Kalau sudah sepuluh kalimat misalnya, artinya ya bukan &amp;#8216;beberapa kalimat&amp;#8217; lagi, bukan? Apalagi jika jumlahnya sampai &amp;#8216;beberapa halaman&amp;#8217;, itu sama sekali bukanlah kategori &amp;#8216;fair use&amp;#8217;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kalau Anda membaca kutipan dalam buku-buku yang ditulis oleh para penulis professional, Anda bisa melihat betapa mereka berbesar hati menyebutkan nama penulis aslinya. Bahkan sekalipun hanya mengutip satu atau dua kalimat saja. Artinya meskipun hanya satu atau dua kalimat yang Anda kutip, sepatutnya Anda sebutkan nama mereka setelah kalimat yang Anda &amp;#8216;pinjam&amp;#8217; itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sewaktu saya berdiskusi dengan salah satu penerbit di luar negeri untuk keperluan naskah saya, mereka mengatakan; &amp;#8220;If you are in doubt, you&amp;#8217;d better ask for permission from the author.&amp;#8221; Jika Anda ragu, sebaiknya Anda minta ijin saja kepada penulis aslinya. Sedemikian hati-hatinya mereka dalam memperlakukan karya cipta seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Satu hal penting lain dari penggunaan &amp;#8216;fair use&amp;#8217; adalah; kita sebagai penulis memiliki tanggungjawab untuk memastikan bahwa pembaca buku atau karya tulis kita tetap bisa mengidentifikasi &amp;#8216;mana kalimat kita sendiri&amp;#8217;, dan &amp;#8216;mana kalimat yang kita kutip dari orang lain&amp;#8217;. Itulah sebabnya, sangat baik jika sebelum atau sesudah kutipan yang kita ambil langsung dicantumkan nama penulis aslinya. Misalnya, &amp;#8220;Habis Gelap, Terbitlah Terang&amp;#8221; (RA Kartini). Dengan begitu, pembaca tahu bahwa kalimat itu kita kutip dari karya Ibu RA Kartini, bukan hasil pemikiran kita sendiri. Contoh ini saya ambil untuk mudahnya saja. Di zaman ekarang, saya cukup sering melihat buku-buku yang kalimat-kalimatnya tidak orisinil. Tetapi, pembaca awam mengira bahwa kalimat itu merupakan karya orisinil sang penulis. Padahal, para penulis buku-buku itu mengambilnya dari sumber lain. Ini juga bukan bagian dari &amp;#8216;fair use&amp;#8217;, melainkan copyright infringement. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Banyak juga penulis, bahkan penerbit yang berkilah; &amp;#8220;Saya sudah mencantumkan sumbernya di daftar pustaka, kok!&amp;#8221; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Itu betul. Tetapi sekaligus keliru. Mengapa keliru? Karena kita membuat samar siapa penulis sebenarnya. Lihat saja buku-buku yang dijual di toko buku. Cukup banyak buku yang ditulis dengan cara &amp;#8216;ambil &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, ambil sini&amp;#8217;. Dalam daftar pustaka memang dituliskan buku-buku yang dikutipnya. Namun pembaca tidak tahu, bagian mana dari buku itu yang dikutip, dan kalimatnya seperti apa. Dalam dunia penulisan dan penerbitan yang bertata karma, hal itu bukanlah praktek yang baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sekarang saya akan memberi Anda contoh bagaimana cara yang beretika dalam mengutip kalimat dari hasil karya orang lain. Pada halaman ke-79 dalam buku berjudul &amp;#8220;Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja&amp;#8221; yang saya tulis tertera kalimat berikut ini: &amp;#8220;Mulailah dari apa yang pernah dikatakan oleh Christopher Morley;&amp;#8220;The fellow who doesn&amp;#8217;t need the boss, is often selected to be one&amp;#8221;. Dalam kalimat yang saya kutip itu, jelas sekali siapa sebenarnya orang yang memiliki originalitas kalimat itu. Sehingga pembaca buku saya tahu dengan jelas dan terang benderang bahwa kalimat &amp;#8220;The fellow who doesn&amp;#8217;t need the boss, is often selected to be one&amp;#8221; itu bukan karya original Dadang Kadarusman sebagai penulis buku &amp;#8220;Ketika Kuda, Semut dan Gajah Bekerja&amp;#8221;, melainkan kalimat yang &amp;#8216;dikutip&amp;#8217; oleh Dadang dari seorang pemikir lain yang bernama Chritopher Morley. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Lho, itu &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:State w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; hanya satu kalimat? Iya, meskipun hanya satu kalimat tetapi tetap saja kalimat itu bukan milik saya. Dan pembaca patut memahami hal itu. Kalaupun pembaca manganggap kalimat itu baik, maka kreditnya bukan untuk saya, melainkan untuk Pak Chritopher Morley itu. Untuk setiap kalimat yang Anda &amp;#8216;pinjam&amp;#8217; dari karya orang lain; bersediakah Anda mencantumkan nama pemikir aslinya secara terang benderang seperti itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Apakah dengan &amp;#8216;berterus terang&amp;#8217; seperti itu tidak akan menyebabkan kredibilitas saya sebagai penulis jadi jatuh? Saya yakin tidak. Justru orang semakin respek karena integritas kita yang tinggi. Malah sebaliknya, saya akan terhina sekali jika suatu saat nanti buku saya dibaca oleh seseorang yang tahu bahwa itu bukan kalimat saya. Dia pasti melecehkan saya sebagai tukang caplok pemikiran orang lain. Apa lagi seandainya yang membaca itu Pak Chritopher Morley sendiri. Bisa Anda bayangkan bagaimana jadinya, bukan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Demikian ulasan singkat tentang istilah &amp;#8216;fair use&amp;#8217; dalam dunia karya tulis dan penerbitan. Mudah-mudahan dapat menjadi referensi berharga bagi siapa saja yang ingin memulai kegiatannya sebagai penulis. Semoga dengan begitu kita juga bisa menghormati para pemikir dan penulis lain. Mulailah menulis, dan mulailah dengan kelapangan hati untuk menghargai karya tulis orang lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Mari Berbagi Semangat! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dadang Kadarusman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Leadership &amp;amp; People Development Training &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;a href="http://www.dadangkadarusman.com/"&gt;www.dadangkadarusman.com&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.bukudadang.com/"&gt;www.bukudadang.com&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-6746383121763029104?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/6746383121763029104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=6746383121763029104' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6746383121763029104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/6746383121763029104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/12/tips-menulis-1-kaidah-fair-use-dalam.html' title='Tips Menulis-#1 : Kaidah &apos;Fair Use&apos; Dalam Membuat Karya Tulis'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1540093858044340920</id><published>2010-11-29T08:25:00.000+08:00</published><updated>2010-11-29T08:27:58.194+08:00</updated><title type='text'>4 Langkah Sukses Berkolaborasi dengan Media Massa</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bagi Anda yang ingin mendapatkan efek besar dari media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tapi tak mau keluar terlalu banyak uang, trik-trik ini mungkin bisa menjadi salah satu jawaban. Kalau Anda mau berusaha pasti ada jalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Trik-trik ini merupakan intisari dari salah satu buku yang sedang kami susun, tentang bagaimana berhubungan dengan media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, yang efisien dan efektif. Low cost high impact (Berkawan dengan Wartawan). Buku tersebut merupakan penyempurnaan dari buku &amp;#8220;Bermitra dengan Radio, Perbesar Bisnis Anda.&amp;#8221;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;Kenalan dengan Media Massa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Yes, kalau mau mendapatkan keuntungan dari pihak lain, maka kita harus berkenalan dengan media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Sederhana sekali hukum yang berlaku dalam sistem alami ini, yaitu &amp;#8220;Siapa tak kenal maka tak sayang.&amp;#8221; Maka, berkenalanlah&amp;#8230;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tapi berkenalan dengan siapa dan apa yang harus dikenal? Ini dia jawabannya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Kenali Karakternya (Beda jenis media, berbeda pula karakternya. Beda kebijakan, beda pula perilakunya) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Kenalan dengan Punggawanya (Jangan abaikan peran wartawan, reporter, penyiar, editor atau redaktur. Kenalanlah dengan mereka. Berbaik-baiklah dengan mereka.) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Kenalan dengan Penonton/Pendengar/Pembacanya (Jangan hanya dengan medianya, tapi kenali pula karakter pemirsa, pembaca atau pendengar media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Makin kenal dengan karakternya, makin mudah untuk bergaul dengan mereka).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;Poles Diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Selain berkenalan dengan media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, jangan lupakan diri sendiri. Pihak lain akan senang berkenalan dengan orang yang berkualitas. Makin berkualitas diri kita, maka makin mudah bagi kita untuk berkenalan dengan orang lain. Maka tak ada jalan lain kecuali, perbaiki kualitas diri kita, poles menjadi lebih baik, dan menarik di mata media &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Banyak cara memoles diri, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Jadilah Pakar. Jika Anda menguasai bidang tertentu, kuasai dengan sungguh-sungguh. Media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sangat butuh narasumber yang ahli di bidang tertentu. Siapa tahu Anda orangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Perbaiki Penampilan. Saat ini adalah jaman kemasan. Siapa yang kemasannya yahud, maka dialah yang pertama kali akan mendapatkan keuntungan. Demikian pula di mata media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Jika penampilan Anda (fisik maupun non fisik) ok, maka mereka akan mengejar Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Latih Suara. Belajar bicara dengan baik dan menarik. Media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; jenis radio dan televisi, sangat butuh pihak yang punya daya tarik tinggi dalam berbicara. Latihlah&amp;#8230;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Belajar Menulis. Yang ini dibutuhkan oleh media cetak. Jika Anda terampil menulis, maka tulisan Anda akan dengan senang hati ditampilkan oleh media cetak. Siapa mau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;Kerja sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kalau Anda hanya mengandalkan diri sendiri dalam menarik minat media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, tentu perlu usaha yang lebih berat. Akan lebih baik jika Anda bekerja sama dengan pihak lain, agar media &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lebih tertarik lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Berikut beberapa langkah diantaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Gabung dengan organisasi profesi. Jangan ragu untuk masuk organisasi profesi. Dampaknya akan sangat positif buat Anda. Media &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; sangat senang jika berhubungan dengan aktivis organisasi tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Gabung dengan asosiasi. Selain organisasi profesi, bergabunglah dengan asosiasi yang lebih besar. Biasanya lintas profesi atau lintas organisasi. Efeknya akan sangat positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Aktiflah di asosiasi/organisasi. Setelah bergabung dengan asoiasi/organisasi, jangan menjadi anggota pasif, tapi aktiflah di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Manfaatkan segala momentum dan kesempatan untuk kebaikan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;Unik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Langkah terakhir agar Anda bisa berhubungan dan berkolaborasi dengan media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; adalah jadilah makhluk yang berbeda dengan makhluk lainnya. Ini tidak mudah, tapi terbukti mampu dilakukan oleh banyak orang. Berkat keunikannya, mereka sukses bermitra dengan media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ikuti langkah ini, dan bersiaplah menjadi partner media &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Ciptakan Sesuatu yang Unik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Hindari yang Biasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;# Terus Mencoba dan Berubah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Selamat mencoba, dan bersiaplah bermitra dengan media &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;massa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;, secara menguntungkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dodi &lt;st1:PersonName w:st="on"&gt;Mawar&lt;/st1:PersonName&gt;di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pengelola Sekolah Menulis Kre@tif &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Penulis buku &amp;quot;Belajar Goblok dari Bob Sadino&amp;quot; dan &amp;quot;Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 PAS&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kunjungi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;www.sekolahmenuliskreatif.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;www.dodimawardi.wordpress.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1540093858044340920?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1540093858044340920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1540093858044340920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1540093858044340920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1540093858044340920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/11/4-langkah-sukses-berkolaborasi-dengan.html' title='4 Langkah Sukses Berkolaborasi dengan Media Massa'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-5647343418961015662</id><published>2010-11-26T17:56:00.001+08:00</published><updated>2010-11-26T17:56:32.780+08:00</updated><title type='text'>The Five Absolutely Unbreakable Laws of Life by Brian Tracy</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. The Law of Cause and Effect: Everything happens for a reason; for every effect there is a specific cause.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. The Law of Belief: Whatever you truly believe, with feeling, becomes your reality&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;.3. The Law of Expectations: Whatever you expect, with confidence, becomes your own self-fulfilling prophecy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;4. The Law of Attraction: You are a living magnet, and you invariably attract into your life the people, situations and circumstances that are in harmony with your dominant thoughts.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;5. The Law of Correspondence: Your outer world tends to be a reflection of your inner world and corresponds with your dominant patterns of thinking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;CoPas dr milis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-5647343418961015662?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/5647343418961015662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=5647343418961015662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5647343418961015662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/5647343418961015662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/11/five-absolutely-unbreakable-laws-of.html' title='The Five Absolutely Unbreakable Laws of Life by Brian Tracy'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-1515499124326428808</id><published>2010-11-26T16:59:00.001+08:00</published><updated>2010-11-26T16:59:38.444+08:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Menyerah Untuk Meraih Cita-cita</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kami ingin share soal Rudy Hartono. Juara All England sebanyak 8 kali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Berikut ini adalah cerita yang pernah diceritakan pada saya beberapa waktu yang lalu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;quot;Pada suatu kejuaraan All England, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture Johnson. Juara Eropa asal Swedia. Situasi benar benar kritis, Pada Set pertama Sture Johnson unggul 15 - 4 dan set kedua ia sudah unggul 14 - 0. Semua pendengar RRI dan pemirsa TVRI benar benar terhenyak, satu angka lagi tamatlah Rudy Hartono.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Syukurlah .. &amp;nbsp;teriak penyiar RRI, Shutelcock berpindah ke tangan Rudy. &amp;quot;Aku Ingin Satu Angka Saja&amp;quot; kata Rudy ketika memulai service, ternyata 1 - 14. &amp;quot;Aku Ingin Satu Angka Lagi&amp;quot;, dan terjadilah 2 &amp;#8211; 14. Akhirnya 14 - 14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17 - 14. Sture Johnson benar - benar heran. Penonton &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; riuh rendah. Set ketiga, Rudy lagi - lagi menyatakan , &amp;quot;Aku ingin satu angka lagi ... Aku ingin satu angka lagi&amp;quot;. Dan set ketiga berakhir dengan 15 - 0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan Finalis dari Denmark Svend Pri&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dari cerita di atas ada beberapa hal yang ingin kami share :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;1. Jangan pernah menyerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Seperti halnya Rudy Hartono, meskipun kita nampaknya sulit meraih cita-cita tetapi teruslah berjuang dan berjuang. Sebab sebelum mencapai cita-cita maka itu tandanya masih ada peluang untuk meraih cita-cita. Selama masih ada kesempatan berarti masih bisa berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:"Bookman Old Style";font-weight:bold'&gt;2. Kesuksesan itu diraih setahap demi setahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa didahului kesuksesan yang lain. Contohnya : kita harus lulus jenjang SD dahulu sebelum bisa ke SMP, dan lulus SMP untuk bisa ke SMA dst. Jadi tetaplah tekun untuk raih cita-cita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;CoPas dr milis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-1515499124326428808?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/1515499124326428808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=1515499124326428808' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1515499124326428808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/1515499124326428808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/11/jangan-pernah-menyerah-untuk-meraih.html' title='Jangan Pernah Menyerah Untuk Meraih Cita-cita'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-108442566460086746</id><published>2010-11-18T22:14:00.001+08:00</published><updated>2010-11-18T22:14:44.066+08:00</updated><title type='text'>Filosofi Pohon</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; 3 hal yang kita bisa belajar tentang pohon kata dia :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Buah adalah hasil dari pohon,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dari mana pohon memperoleh makan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Pohon memperoleh makan dari tanah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; cerita menarik katanya, buah kurma itu manis sekali,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kenapa bisa begitu ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pasir,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tsb,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;dan menghasilkan buah yang manis di tengah &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pasir,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3   face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-family:"Bookman Old Style"'&gt; proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ini bicara tentang prinsip memberi dimana kita ini bukan bekerja untuk hidup, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;tetapi bekerja untuk memberi buah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;artinya apa ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;jadi bukan untuk kenikmatan sendiri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji dan biji itu menghasilkan multiplikasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi impact terhadap orang lain,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi atau jabatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;tapi masalah pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang&amp;nbsp; filosofi pohon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;CoPas dr Milis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2061812462807992678-108442566460086746?l=kertalangu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kertalangu.blogspot.com/feeds/108442566460086746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2061812462807992678&amp;postID=108442566460086746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/108442566460086746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2061812462807992678/posts/default/108442566460086746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kertalangu.blogspot.com/2010/11/filosofi-pohon.html' title='Filosofi Pohon'/><author><name>Gede Artha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10014338798539607074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_j366OKz7RZk/SmPiY2DnH8I/AAAAAAAAAJo/rvk_GdNoX8M/S220/profil+6.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2061812462807992678.post-2739992195031493983</id><published>2010-11-17T22:34:00.000+08:00</published><updated>2010-11-17T22:35:22.371+08:00</updated><title type='text'>Sediakan Waktu Untuk Mengasah</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu dan dia mendapatkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sang majikan sangat terkesan dan berkata, &amp;#8220;Bagus, bekerjalah seperti itu!&amp;#8221;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku&amp;#8221;, pikir penebang pohon itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?&amp;#8221; sang majikan bertanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&amp;#8220;Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Bookman Old Style"'&gt;Saya sangat sibuk mengapak pohon,&amp;#8221; katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Bookman Old Style"&gt;&lt;span style='font-size:12
