We are all unique individuals. Kita memiliki anggota tubuh, penampilan, dan pikiran yang berbeda dengan orang lain. So be your self !!!

Sunday, October 31, 2010

Cara Cepat Bakar Lemak

VIVAnews – Tipa orang butuh niat kuat agar sukses menurunkan berat badan. Lemak yang menumpuk di tubuh merupakan akumulasi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun tahun lamanya. Tapi, jangan khawatir, cukup ikuti tips ini untuk mengurangi berat badan dalam waktu singkat.

 

Pilihan olahraga tepat bisa menambah peluang Anda agar bobot tubuh mudah menyusut. Berikut lima jenis latihan fisik yang dapat membakar lemak tubuh lebih cepat, seperti dikutip dari Timesofindia.

 

Latihan cardio

 

Cardio adalah model latihan terbaik bagi pemula. Tidak ada yang menyangkal fakta bahwa latihan ini sanggup membakar kalori secara optimal. Bentuk tubuh tanpa timbunan lemak berlebihan yang banyak diimpikan kaum wanita dapat menjadi milik Anda, tanpa perlu banyak keluar keringat.

 

Latihan cardio tidak hanya membantu Anda untuk mencapai badan yang bagus, tapi juga meningkatkan stamina, membuat tubuh energik dan fleksibel. Berjalan pada treadmill, cross-trainer, bersepeda, berenang, dan melompat-lompat merupakan bentuk paling populer dalam latihan cardio.

 

Latihan treadmill akan menggerakkan seluruh tubuh, sedangkan cross-trainer sangat baik untuk otot pinggul dan paha Anda. Mengayuh sepeda juga dapat mengencangkan otot paha dan perut. Latihan cardio  mirip latihan aerobik, karena banyak menggunakan gerakan pada otot-otot secara berkesinambungan dan berirama dalam setiap geraknya.

 

Seimbangkan dengan diet: Setelah menetapkan latihan yang rutin, sebaiknya secara bertahap Anda mengurangi konsumsi daging merah, kentang goreng, mentega, keju, dan berbagai jenis junk food. Minum air sesuai kebutuhan tubuh Anda. Minum air kelapa dan jus buah segar juga bagus untuk tubuh.

 

Spinning

 

Spinning adalah olahraga aerobik yang dilakukan di atas sepeda stasioner yang dirancang khusus atau disebut sepeda berputar.  Anda dapat menyesuaikan kecepatannya, bisa juga seolah-olah mendaki bukit atau menuruni bukit.

 

Spinning yang dibantu instruktur olahraga di pusat kebugaran dapat membantu Anda untuk tetap menjaga tempo olahraga. Di studio kebugaran, dengan iringan musik dan pencahayaan yang bervariasi, suasana yang menenangkan dan nyaman, membuat Anda fokus. Latihan ini membantu mengurangi lemak dan membangun otot. Anda dapat melakukan 30-45 menit tanpa henti dalam delapan hari, jika Anda menggabungkan dengan cardio.

 

Seimbangkan dengan diet: Kurangi porsi makanan dari penganan favorit atau yang mengandung lemak dan gula yang tinggi. Hindari menyantap kentang goreng, mentega dan keju.

 

Lompat tali

 

Latihan ini dapat membakar lemak dalam jumlah yang banyak pada tubuh Anda. Manfaatnya sangat bagus untuk mengencangkan otot betis, paha, dan bokong Anda.

 

Seimbangkan dengan diet: Diet sehat, tapi hindari makanan berminyak dan junkfood apapun. Perbanyak minum air putih, jus buah segar dan air kelapa.

 

Aerobik dan latihan ketahanan

 

Latihan secara rutin yang baik adalah dilakukan di klub kebugaran di bawah bimbingan pelatih ahli yang memahami tingkat kebugaran Anda. Daya tahan dan keluwesan saat latihan dapat membantu meningkatkan stamina. Jika melakukannya secara rutin, akan sangat baik untuk Anda.

 

Dengan latar belakang musik, latihan aerobik menjadi sangat menyenangkan untuk membakar lemak dan mendapatkan kebugaran. Untuk mencapai hasil terbaik, lakukan latihan sedikitnya tiga kali seminggu. Lakukan pemanasan dengan latihan cardio set seperti melompat dan melompat-lompat untuk membangun stamina.

 

Seimbangkan dengan diet: Hindari makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti kentang dan pisang. Jika suka makan nasi, kurangi porsi nasi tiap kali Anda makan.

 

Pilates

 

Latihan Pilates adalah salah satu sistem kebugaran yang paling populer di dunia saat ini.  Ini jenis latihan aerobik yang mencakup seluruh rangkaian rutinitas di lantai.

 

Kelompok kelas dilakukan di klub kebugaran, di mana instruktur latihan akan menunjukkan rutinitas baru secara berkala, tergantung pada kemampuan Anda. Setelah pelatihan dua hari dasar, status tubuh diputuskan dan tujuan adalah tetap untuk seminggu. Latihan ini dapat mengencangkan dan menguatkan otot-otot badan.

 

Seimbangkan dengan diet: Diet sehat, tapi hindari makanan berminyak dan junkfood. Minum banyak air, jus buah dan sayuran dan air kelapa. (pet)

 

http://id.news.yahoo.com/viva/20101029/tls-cara-cepat-bakar-lemak-34dae5e.html

 

Tuesday, October 26, 2010

Self Talk

Menurut penelitian, manusia mengalami self talk hingga ribuan kali perharinya.

 

Apa itu self talk?

Self talk adalah sebuah kata-kata yang diucapkan dalam fikiran anda tanpa harus anda ucapkan. Pernahkah anda mendengar ada suara dalam fikiran (baca:hati) anda ketika anda sedang terdiam? Ada berapa banyak? Satukah duakah atau lebih dari itu semua?

 

Self talk ini adalah salah satu bentuk komunikasi manusia. Sehingga wajar saja ketika ada yang mengatakan bahwa

"manusia tidak bisa tidak berkomunikasi." Karena ketika manusia tidak berkomunikasi dengan orang lain, maka setidaknya dia sedang berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Baik dalam bentuk "kata", "cipta" maupun "rasa".

 

Nah sekarang, perlahan anda sudah menyadari bahwa self talk ini adalah sebuah komunikasi internal anda. Lantas seberapa besar dari self talk anda ini yang Positif dan meng-empower diri anda setiap harinya?

 

Atau jangan-jangan self talk anda penuh dengan gunjingan, ketakutan, kekhawatiran atau negatif thinking lainnya?

 

Dalam Training Quantum Persuasion, para peserta memahami bahwa Self Talk inilah yang menjadi salah satu KUNCI RAHASIA motivasi seseorang. Bayangkan ketika seseorang sedang di-motivasi dalam suatu training namun self talknya mengatakan "Ah tidak mungkin. Ah ini cuma permainan" Maka bisa dipastikan motivasi yang diberikan motivator terbaik di dunia sekalipun tidak akan masuk ke dalam diri orang tersebut.

 

Sementara ada orang yang senantiasa percaya diri, tetap semangat walau dia nyaris tidak pernah mengikuti training-training motivasi. Ketika saya bertanya apa yang membuat dia selalu percaya diri, dia mengatakan bahwa setiap harinya dia berusaha membersihkan diri dari fikiran negatif sehingga fikirannya selalu fresh dengan "Positif Thinking" dan menikmati hidup dengan penuh "GAIRAH."

 

Saya jadi teringat ketika mempelajari "MindSet Power." Bahwa apa yang dikatakan pertama kali dan berulang-ulang dalam hatinya setiap hari maka itulah yang akan membentuk dirinya dalam hari itu. Maka jangan heran kalau anda merasa lemas, lesu, capai menghadapi hari "SENIN" karena bisa jadi self talk anda yang salah ketika anda bangun pagi itulah yang membuat anda jadi lemas atau malas. Untuk menghadapinya, mulai sekarang juga lawan self talk anda yang melemahkan dengan self talk yang menguatkan sekarang juga.

 

RAHASIA MOTIVASI #2 : Empower Self Talk Anda

 

Pertama silahkan anda tarik nafas yang dalam dan keluarkan perlahan, sehingga membuat otot-otot anda menjadi santai dan rileks.

 

Jika sudah, silakan berdiri dan melakukan AFIRMASI PAGI,

anda boleh mengucapkan dalam hati atau teriak (ups jangan didepan kawan-kawan anda yah, nanti anda dibilang zz%$%^#^)

 

SAYA SEHAT

SAYA HEBAT

SAYA SEMANGAT

 

YES ... YES ...YESS

 

(katakan 5 kali dan rasakan bedanya)

 

Jika kiat ini SUKSES membuat anda menjadi SEMANGAT kembali, saya ingin mengatakan bahwa ini rahasia kita saja. Namun tolong beritahu saya dan saya sarankan untuk anda agar membagikan "TIPS ini" kepada kawan-kawan anda dan memberitahu  bahwa TIPS INI  "RAHASIA", dan "JANGAN KASIH TAHU SIAPA SIAPA"

 

Jadi setelah anda telah mengetahui bahwa "SELF TALK" ini adalah salah satu kunci MOTIVASI anda , maka anda boleh memilih apakah anda ingin mengucapkan "SLEF TALK" yang melemahkan dalam diri anda atau mengucapkan "SELF TALK" yang menguatkan diri anda dan melesatkan diri anda menjadi PRIBADI yang SUKSES dan LUAR BIASA semua tergantung pada anda

 

Salam berbagi senantiasa

 

Iwan Ketan

LifeLearner&Trainer

 

Friday, October 15, 2010

Isi itu Kosong, kosong itu isi

Isi itu kosong, kosong itu isi, segala sesuatu itu ilusi. 

 

Inti pembelajaran adalah tentang ilusi duniawi, bahwa banyak hal yang manusia kejar itu sebenarnya kosong tidak berisi.

 

Mari kita lihat kalimat pertama: Isi itu kosong.

 

Sementara Anda memperhatikan layar monitor Anda, perhatikan bahwa tulisan dan gambar di layar monitor Anda itu sebenarnya hanyalah sekumpulan pixel warna tanpa bentuk.

 

Pixel-pixel itu sendiri pada dasarnya terdiri dari atom-atom yang sebenarnya kosong, dengan ruang kosong yang besar diantara inti atom dan molekul-molekulnya.

 

Jadi, tidak hanya pixel, semua benda padat, yang kelihatannya ‘berisi’, kalau dibedah ke atom-atomnya, itu sebenarnya ko-song.

 

Lalu, apa yang dimaksud dengan isi?

  

Kedua, kosong itu isi.

 

Apakah alam semesta itu kosong? 

 

Tidak!

 

Di antara ruang ada partikel-partikel cahaya dan juga debu-debu, yang tidak terhitung jumlahnya.

 

Lalu, apa yang disebut dengan kosong?

 

Apakah kosong itu disebut kosong karena tidak terlihat oleh mata atau karena tidak terkodekan oleh indra kita yang lain?

 

Yang sering kita rasakan kosong itu sebenarnya isi.

 

Dalam meditasi, ketika kita mengosongkan diri, maka sebenarnya kita sedang mengisi.

  

Ketiga, segalanya hanya ilusi.

 

Ya, banyak manusia yang mengejar ilusi.

 

Kekayaan, Nama, Wanita, tahta, pengaruh, ketenaran, populer, rumah besar, deposito, semuanya kelihatan begitu berisi, padahal hanya ilusi.

 

Bahkan, ada manusia yang mengejar ilusi dengan korupsi, atau dengan cara-cara yang dengan sengaja menabrak perintah Ilahi. Apa yang dapat ia bawa ke alam surgawi, nanti?

 

Jika yang terlihat itu ilusi, apakah tidak sebaiknya kita mengejar yang isi?

 

Izinkan saya menutup artikel ini dengan sebuah kutipan:

 

“Kunci untuk memahami diri adalah hati – bukan hati secara fisik melainkan hati yang diberikan Tuhan kepada kita, yang datang kedunia ini sebgai pengelana yang mengunjungi negeri asing dan akan segera kembali ke negeri asalnya”

 

Semoga bermanfaat.

 

John Rusly

www.johnyrusly.com

www.kotakpensil.com

 

Thursday, October 7, 2010

Ada 5 Area Yang Harus Kita Perhatikan Dalam Membesarkan

Ada 5 area yang harus kita perhatikan dalam membesarkan anak kita :

 

1. Mengajarkan tentang arti DISIPLIN

 

2. Membiasakan untuk mengucapkan “Terima Kasih”

 

3. Mengajarkan supaya mengucapkan kata "Tolong" saat meminta sesuatu

 

4. Mengajarkan berperilaku sopan santun

 

5. Mengajarkan percaya diri

 

 

Periode dalam mendidik anak sebagai berikut :

 

Umur 0 - 5 tahun periode Kedisiplinan

 

Umur 6 – 12 tahun periode latihan [orang tua harus lebih banyak memberi contoh]

 

Umur 13 - 18 tahun perioda Coaching

 

Umur 19 tahun keatas perioda friendship [orang tua bertindak sebagai teman]

 

 

CoPas from milist

Tujuan dan Landasan Yadnya

Om Swastyastu,

 

Sebenarnya aturan tentang pelaksanaan sebuah upacara agama sudah banyak di bahas panjang lebar, 

baik yang tersurat di dalam sastra maupun hasil interpretasi melalui kajian-kajian.

Sebagai bahan review kembali saya mencoba untuk mengetengahkan hal-hal yang berkaitan dengan upacara agama, yakni:

 

Tujuan pokok Yajna antara lain:

 

1. Untuk menjabarkan dan menyebarluaskan ajaran Veda yang bersifa rahasia

 

2. Sebagai sarana menyebrangkan Atma untuk mencapai Moksha

 

3. Sebagai sarana untuk menyampaikan permohonan kepada Hyang Widhi

 

4. Sebagai sarana untuk menciptakan keseimbangan (tri hita karana)

 

5. Sebagai sarana untuk menciptakan suasana kesucian dan penebusan dosa

 

6. Sebagai sarana pendidikan yang bersifat praktis (Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda, 2004: 11).

 

 

Landasan Yajna:

 

Setiap Yajna yang ingin dibuat /diadakan harus memenuhi kriteria yang terdapat dalam Veda.

Hal ini dimaksudkan agar yajna tersebut berkualitas sattvam.

Karena hanya kualitas yajna yang sattvamlah yang dapat menghantarkan orang yang mengadakan yajna mencapai kemanunggalan dengan Brahman.

 

Adapun landasan yajna sesuai dengan Manavadharmasastra, VII.10 :

 

1. Iksa yaitu tujuan yang ingin dicapai melalui yajna tersebut harus jelas

 

2. Sakti yaitu harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki, baik kualitas SDM maupun pendanaannya

 

3. Desa yaitu sesuai dengan tempat dimana yajna itu akan dilakukan, lokal genius harus dihargai sehingga tidak ada kesan pemaksaan

 

4. Kala yaitu keadaan wilayah dan masyarakat harus diperhatikan sehingga yajna tersebut efektif dan efisien serta bermanfaat positif

 

5. Tattva yaitu harus merujuk pada ketentuan sastra agama baik Sruti, Smrti, maupun Nibandha.

 

 

Disamping hal tersebut di atas, agar yajna tersebut berkualitas sattvam harus memenuhi standar / mutu,

seperti apa yang telah ditetapkan dalam Bhagavadgita, XVII. 11-14 :

 

* Sraddha yaitu dilakukan dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati

 

* Sastra yaitu sesuai dengan petunjuk sastra

 

* Gita yaitu terdapat lagu-lagu pujian kepada Hyang Widhi

 

* Mantra yaitu terdapat doa-doa pujian yang dihaturkan untuk memuliakan Hyang Widhi

 

* Lascarya yaitu dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati

 

* Daksina yaitu pemberian penghormatan berupa Rsi Yajna kepada Sang Sadhaka (pandita / pinandita)

 

* Annaseva yaitu menjamu dengan senang dan tulus setiap tamu dengan makanan dan minuman yang menyehatkan badan dan rohani

 

* Nasmita yaitu tidak ada unsur pamer atau jo-joran.

 

 

Tujuan Upacara

 

Secara umum tujuan diadakannya upacara menyangkut empat hal yaitu:

 

1.                  Yang bersifat umum dan kepercayaan adalah untuk melenyapkan pengaruh yang kurang baik, mengundang atau menambahkan pengaruh-pengaruh yang baik dan memberikan kekuatan untuk memperoleh tujuan hidup sekala-niskala sebagai pernyataan umum yang dimaksud menurut tujuan upacara itu sendiri

 

            2.        Sebagai pembinaan moral (budhi) sehingga memungkinkan berkembangnya sifat-sifat welas asih dan pengampunan, tahan uji, bebas dari iri hati,                                meningkatnya kesucian rohani, wajar dan tenang dalam menghadapi segala cobaan hidup, suka berderma dan tidak rakus / lobha

 

            3.        Untuk pengembangan kepribadian dari Avidya (kegelapan hati) menuju Vidya (memiliki pengetahuan) menuju Vijnana (bijaksana) menuju Kstrajna                             (kesadaran ilahi)

 

            4.        Untuk pengembangan spiritual sehingga terbebasnya Atma dari belenggu samsara atau manunggaling kawulo lan gusti.

 

 

Semestinya setiap drsta mengacu kepada aturan yang lebih tinggi kedudukannya, semisal aturan RT tidak boleh bertentangan dengan aturan RW dan demikian seterusnya. Jika aturan yang dibuat tidak sesuai dengan aturan yang lebih tinggi maka masalah-masalah akan sering terjadi. Ini berarti bahwa banyak sekali drsta (Kula drsta, Kuna drsta, Loka drsta) sudah tidak bisa diterapkan dengan kondisi kehidupan kita saat ini. Harus diadakan penyesuaian kembali tentunya dengan pertimbangan "pang pada payu atau pang pada gelahang” alias win win solution.

 

Rahayu

IWS

 

 ___________________

" Hand on work but heart on God "---->>Serve with love by: I W Sudarma

 

 

Saturday, October 2, 2010

Kesembuhan, Kedamaian dan Keheningan

Oleh: Gede Prama

 

Di ruang minum teh, seorang murid bertanya kepada gurunya. “Mana jalan tercepat menuju pencerahan?”

Gurunya bergunam, “Minumlah tehmu.”

 

Setelah teh habis, guru ini lagi-lagi bergunam, “Sekarang cuci cangkirmu.” Hanya dengan mendengar pesan sederhana ini ternyata sang murid mendapat pencerahan. Bagi orang kebanyakan cerita ini susah dimengerti. Namun, bagi yang lama bermeditasi, kisah ini mengagumkan.

 

Pencerahan tidak ada di tempat dan waktu yang jauh, setiap guru tercerahkan mengalaminya saat ini. Pencerahan teramat dekat, serupa buku. Karena teramat dekat, banyak yang tidak bisa membacanya. Pencerahan teramat sederhana, tetapi karena pikiran menyukai kerumitan, banyak yang tidak mempercayainya. Mungkin itu sebabnya judul karya klasik Larry Rosenberg (2004) adalah Breath by breath. Menyatu besama tarikan dan hembusan napas, temukan ketenangan, kelembutan, kesejukan. Baru kemudian mengisi dengan kasih dan kemuliaan.

 

Penderitaan buatan

 

Menggunungnya penderitaan manusia – dari penyakit badan, kejiwaan, sampai spiritual – sesungguhnya sebagian lebih kependeritaan buatan sendiri, bukan alami. Sebutlah seorang yang kalah dalam pemilihan umum kepala daerah. Kalah adalah penderitaan alami. Namun, marah-marah kepada pemilih, menuduh pemenang dan penyelenggara curang tanpa bukti, menyerang orang, dan akhirnya ditangkap polisi adalah penderitaan lebih besar yang dibuat sendiri.

 

Ini ciri khas manusia yang belum membadankan kesadaran, kesehariannya teramat sibuk menendang atau mencengkeram. Dukacita, kekalahan, dan hal menjengkelkan lainnya ditendang. Sukacita, kesenangan, dan hal menyenangkan lainnya dicengkeram. Padahal kehidupan serupa gelombang. Gelombang tinggi (baca: kesuksesan dan kemenangan) tidak bisa ditahan dengan keserakahan agar selalu tinggi. Gelombang rendah (kegagalan, kesialan) tidak bisa dipaksa kesedihan agar cepat menghilang. Semua akan berputar alami.

Kesadaran dicengkeram, dibawa pergi oleh perasaan dan pikiran. Ini penyebab manusia ketika marah melakukan hal-hal berbahaya. Namun, melalui meditasi, perlahan-lahan kesadaran berpisah dengan pikiran dan perasaan. Kemarahan dan kebencian mirip mata pancing nelayan. Siapa yang menangkapnya susah sekali untuk lepas. Itu sebabnya, mata kesadaran diibaratkan dengan mata ikan yang terus-menerus terbuka. Dalam tidur, mata fisik boleh tertutup, tetapi melalui yoga mimpi, bahkan di dalam tidur pun mata kesadaran sebaiknya terbuka. Artinya, kesadaran mendalam bisa membuat seseorang sadar dan mimpi.

 

Kendati demikian, meditasi tak membuat seseorang bebas sepenuhnya dari masalah. Bahkan guru paling tercerahkan sekalipun, bila sampai pada putaran waktunya, akan tetap digoda masalah. Bedanya dengan orang kebanyakan, guru tercerahkan mengolah setiap masalah jadi berkah yang membunyikan bel kesadaran dalam diri. Seperti akar beracun diracik jadi obat.

 

Tiga jenis manusia

 

Maka manusia bisa dikategorikan dalam tiga jenis:

 

Pertama, mereka yang melawan kemudian penuh penderitaan.

Kedua, yang menyatu dengan setiap putaran kemudian mendapat kedamaian.

Ketiga, yang mengolah kejadian menjadi bahan pencerahan.

 

Seorang sahabat asli Singapura yang bosan melihat keteraturan di negerinya bahagia sekali ketika pertama kali di Bali. Ia tersenyum melihat manusia mengendarai motor tanpa helm atau satu motor dinaiki empat orang.

 

Bila sahabat Singapura itu orang biasa, ia akan menendang kekiniannya sebagai warga Singapura yang menderita di tengah keteraturan dan mengira orang Bali bahagia. Jika ia guru tercerahkan, mungkin ia melihat pengalaman pencerahan. Keempat warga Bali di satu sepeda motor jelas sekali menyatu dengan tiupan angin, menemukan kedamaian dalam kekinian. Dalam pandangan guru tercerahkan, hidup adalah kasih sayang dalam tindakan. Kesederhanaan satu motor bukan penghalang berputarnya kasih sayang.

 

Problem manusia kekinian, baru bahagia bila memiliki yang dimiliki orang lain. Atau merasakan bahagia ketika sejumlah keinginan tercapai. Banyak orang yang tidak berjumpa apa-apa dengan pendekatan ini, bahkan kesembuhan, kedamaian, keheningan hilang. Diterangi cahaya pemahaman ini, dibanding memperparah kehidupan dengan menendang yang menjengkelkan serta mencengkeram yang menyenangkan, mungkin indah mengingat pesan guru yang bergunam “Minumlah tehmu.”

 

Memeluk lembut kekinian dengan ketenangan, keteduhan, keindahan kasih sayang itulah kesembuhan, kedamaian, keheningan. Mereka yang sudah sampai di sini akan memancarkan cinta ke delapan arah. Berbahagia melihat yang atas berbahagia, berdoa untuk kebahagiaan mereka yang masih di bawah.

 

[Gede Prama, Penulis Buku Pencerahan dalam Perjalanan:Menyirami Bibit-bibit Kesembuhan, Keteduhan, kedamaian. Kompas, 25/9/2010.]

 

 

Friday, October 1, 2010

If you don't let a woman have her own way....

King Arthur and the Witch:

Young King Arthur was ambushed and imprisoned by the monarch of a neighbouring kingdom. The monarch could have killed him but was moved by Arthur's youth and ideals. So, the monarch offered him his freedom, as long as he could answer a very difficult question. Arthur would have a year to figure out the answer and, if after a year, he still had no answer, he would be put to death.

The question?...What do women really want? Such a question would perplex even the most knowledgeable man, and to young Arthur, it seemed an impossible query. But, since it was better than death, he accepted the monarch's proposition to have an answer by year's end.

He returned to his kingdom and began to poll everyone: the princess, the priests, the wise men and even the court jester. He spoke with everyone, but no one could give him a satisfactory answer.

Many people advised him to consult the old witch, for only she would have the answer.

But the price would be high; as the witch was famous throughout the kingdom for the exorbitant prices she charged.

The last day of the year arrived and Arthur had no choice but to talk to the witch. She agreed to answer the question, but he would have to agree to her price first.

The old witch wanted to marry Sir Lancelot, the most noble of the Knights of the Round Table and Arthur's closest friend!

Young Arthur was horrified. She was hunchbacked and hideous, had only one tooth, smelled like sewage, made obscene noises, etc. He had never encountered such a repugnant creature in all his life.

He refused to force his friend to marry her and endure such a terrible burden; but Lancelot, learning of the proposal, spoke with Arthur

He said nothing was too big of a sacrifice compared to Arthur's life and the preservation of the Round Table.

Hence, a wedding was proclaimed and the witch answered Arthur's question thus:

What a woman really wants, she answered....is to be in charge of her own life.

Everyone in the kingdom instantly knew that the witch had uttered a great truth and that Arthur's life would be spared.

And so it was, the neighbouring monarch granted Arthur his freedom and Lancelot and the witch had a wonderful wedding.

The honeymoon hour approached and Lancelot, steeling himself for a horrific experience, entered the bedroom. But, what a sight awaited him. The most beautiful woman he had ever seen lay before him on the bed. The astounded Lancelot asked what had happened

The beauty replied that since he had been so kind to her when she appeared as a witch, she would henceforth, be her horrible deformed self only half the time and the beautiful maiden the other half.

Which would he prefer? Beautiful during the day....or night?

Lancelot pondered the predicament. During the day, a beautiful woman to show off to his friends, but at night, in the privacy of his castle, an old witch? Or, would he prefer having a hideous witch during the day, but by night, a beautiful woman for him to enjoy wondrous intimate moments?

What would YOU do?

What Lancelot chose is below.

BUT....make YOUR choice first!!!

OKAY?





Noble Lancelot said that he would allow HER to make the choice herself.

Upon hearing this, she announced that she would be beautiful all the time because he had respected her enough to let her be in charge of her own life.


 

Now....what is the moral to this story?

 

The moral is.....
If you don't let a woman have her own way....

Things are going to get ugly

__,_._,___

Wednesday, September 29, 2010

Sebuah Canang Pagerwesi

Hari Pagerwesi jatuh pada setiap Budha (Rebo) Kliwon wuku Sinta. Pagerwesi dikenal sebagai hari "payogan" Hyang Pramesti Guru beserta para Dewata Nawasanga serta para Pitara, demi keselamatan alam semesta beserta segenap isinya. Pada tengah malam, menghaturkan "labaan" atau "caru" yang ditujukan pada Panca Mahabhuta. Sesudahnya, dilaksanakanlah yoga-samadhi, meneguhkan cipta agar dapat menahan gejolak indria.

 

Nah, demikianlah yang umumnya disebutkan, dan disosialisasikan secara umum, yang biasanya bisa kita temukan dalam kalender-kalender Bali. Dalam kesempatan ini, kita coba meninjau aspek spiritual-filosofis dari apa yang umumnya disebutkan di dalam kalender Bali itu.

 

Marilah kita perhatikan beberapa substansi terkait berikut:

1. Tengah Malam; pada tengah malam caru kepada Panca Mahabhuta dilaksanakan. Kita ketahui bersama bahwa Panca Mahabhuta adalah bahan-baku-dasar dari jasad manusia serta semua yang berjasad atau berwujud.

2. Di sisi lain, caru adalah korban suci, Bhuta Yadnya, yang laksanakan dengan tulus-ikhlas, guna menetralisir pengaruh negatif semestaraya (makro kosmos) serta tetap menjaga keseimbangan dan keselarasan yang ada; utamanya adalah keselarasan dan harmoni antara makro dengan mikro kosmos.

 

Nah, ini kita coba susuri melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

~ Apa yang semestinya kita caru-kan? dan

~ mengapa dilaksanakan tengah malam?, lebih mendasar lagi

~ mengapa dilaksanakan pada Budha Kliwon Shinta?, serta

~ mengapa dinamakan Pagerwesi?

 

Tentu semuanya itu bukannya tanpa alasan. Pasti ada alasan yang relevan dan signifikan —yang mendasarinya secara spiritual-filosofis. Apakah gerangan itu? Apa yang semestinya kita caru-kan? Itu tak lain adalah kebinatangan kita, berikut dorongan-dorongan indriawi yang tak habis-habisnya serta amat kuat pengaruhnya itu. Semua itu bersumber dari Panca Mahabhuta dengan berbagai implikasinya. Bangkitnya Panca Tanmatra, terkondisikan dengan baik, bilamana Panca Mahabhuta diselaraskan sedemikian rupa. Dengan cara bagaimana?

 

Kliwon terbentuk dari dua kata: "kali" (kala, saat) dan "won" (lelah, capek), sehingga ia bermakna saat sedang lelah-lelahnya jasmani ini. Umumnya, kita semua mencapai puncak kelelahan dan ingin beristirahat (tidur) di tengah malam, setelah seharian bekerja. Apalagi pada hari itu juga melaksanakan upavasa....jadi klop.

 

Jasmani yang lelah, daya-tahan dan kemampuan perlawanannyapun pasti amat rendah. Ia mudah untuk ditundukkan untuk kemudian dikendalikan, karena tenaga kasarnya sudah lemah. Kondisi jasmani yang demikian —yang seringkali juga disebut "layu" atau "laya", amat kondusif digunakan untuk ber-yoga-samadhi. Kenapa? Karena sementara jasmani lelah, rokhani menjadi kuat, demi keseimbangan konstelasi mikrokosmos. Nah, kesempatan inilah yang dimanfaatkan sebaik-baiknya.

 

Dalam Yoga, kita juga mengenal apa yang diistilahkan dengan Brahma Muhurta. Brahma Muhurta mempunyai keterkaitan makna dengan Brahma Murthi (ingat Wisnu Murthi). Saat-saat itu, adalah saat-saat yang terbaik untuk menguatkan cipta. Dikatakan juga bahwa saat itu Brahma Randra (pintu gerbang alam Brahma) sedang terbuka lebar. Bilamana momentum itu terjadi? Konon, menurut beberapa pustaka serta pengalaman para praktisi, adalah sejak lewat tengah malam hingga sekitar pukul 03.30 waktu setempat.

 

Hyang Brahma —yang dalam hal ini bertindak sebagai Hyang Pramesti Guru, Guru Agung Semestaraya— sedang memancarkan kekuatan Cipta-Nya ke 9 penjuru semesta raya (nawa sanga). Pada kesempatan ini pula para pitara menganugrahkan welas-asihnya serta perlindungannya kepada keturunannya. Jadi, memperhatikan semua itu, bukankah tampak betapa idealnya konstelasi kosmik —antara makro dengan mikrokosmis— dengan momentum yang dipilih oleh para yogi Nusantara ini?

 

Pada saat-saat inilah sang yogiswara memanfaatkan momentum sebaik-baiknya dengan tekad yang bulat dan kokoh, ibarat terpagari (pageh = pagar) dengan pagar-besi, PAGERWESI.

 

Pada hari ini, juga dianjurkan untuk ber-upavasa seharian (24 jam). Ber-upavasa dan jagra hingga lewat tengah malam untuk memulai upacara, tentu lebih memastikan kelelahan dari jasmani ini. Seperti disebutkan sebelumya, dengan lelahnya jasmani, rokhani menguat; demikianlah keseimbangan yang 'seharusnya' terjadi.

 

Cobalah praktekkan sekali dalam hidup Anda (bagi yang belum pernah ataupun yang belum berhasil), kali ini saja.

Bulatkan tekad, bangkitkan ketulusan-hati pada sesama makhluk hidup, laksanakanlah Pagerwesi seperti yang diteladani oleh para leluhur.

Bila kita tak ber-upavasa dengan baik seharian (bahkan mungkin sejak 2 hari sebelumnya) dan tidak jagra, besar kemungkinannya kalau kondisi tersebut sulit dicapai. Bila Anda meragukan uraian ini, saya persilahkan Anda mencobanya langsung dengan kesadaran dan pemahaman yang baik. Bila memang terbukti ....bersyukurlah....karma spiritual Anda telah matang; bila belum terbukti, mungkin belum tiba saatnya kematangan itu. Silahkan mencoba lagi!

 

Semoga bermanfaat adanya.

Semoga kita senantiasa dibimbing dalam Dharma, dalam mengarungi samudra Samsara ini.

Semoga semua pendamba Kesempurnaan Jiwa dan Kebebasan Sejati segera mencapai apa yang dicita-citakan.

 

CoPas dr http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/ngurah-agung/sebuah-canang-pagerwesi/439203953722

 

 

Monday, September 20, 2010

Wherever You Are, Be There

One of the major reasons why we fail to find happiness or to
Create unique lifestyle is because we have not yet mastered
the art of being.

While we are home our thoughts are still absorbed with
solving the challenges we face at the office.
 

And when we are at the office we find ourselves worrying

about problems at home.

We go through the day without really listening to what
others are saying to us. We may be hearing the words,

but we aren't absorbing the message.

As we go through the day we find ourselves focusing on

past experiences or future possibilities.

We are so involved in yesterday and tomorrow

that we never even notice that today is slipping by.

We go through the day rather than getting something from the
day. We are everywhere at any given moment in time except
living in that moment in time.

Lifestyle is learning to be wherever you are.

It is developing a unique focus on the current moment,

and drawing from it all the substance and wealth of

experience and emotions that it has to offer.

Lifestyle is taking time to watch a sunset.

Lifestyle is listening to silence.

Lifestyle is capturing each moment so
that it becomes a new part of what we are and

of what we are in the process of becoming.

Lifestyle is not something we do; it is something we
experience. And until we learn to be there, we will never
master the art of living well.

To Your Success,
Jim Rohn

 

{copas of The Profec}

 

Sunday, September 19, 2010

Filter

Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"

"Tunggu beberapa menit," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan meberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test."

"Triple filter Test?"

Filter petama adalah KEBENARAN. "Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya benar?"

"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya hanya mendengar tentang itu."

"Baik," kata socrates. "Jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua, filter KEBAIKAN.

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?"

"Tidak, malah sebaliknya..."

"Jadi," Socrates melanjutkan, "Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada sattu filter lagi, yaitu filter KEGUNAAN.

Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?"

"Tidak, sama sekali tidak."

"Jadi," Socrates menyimpulkannya, "bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar , buruk dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?"

Itulah mengapa Socrates adalah filsuf besar dan sangat terhormat. Kawan-kawan, gunakan triple filter test setiap kali Anda mendengar sesuatu tentang kawan dekat atau kawan yang Anda kasihi.

 

Hasil CoPas milis

 

Thursday, September 9, 2010

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah?”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melewati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda harus kuat dan tabah karena ia tahu ada Tuhan di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Oleh: Nida Tsaura

Hasil CoPas