Thursday, July 28, 2011
Tetap Bugar dan Segar di Kantor selama Puasa
Thursday, July 21, 2011
Membentuk Dana Darurat, GAMPANG KOK!
Monday, July 18, 2011
Yang Harus Di Hindari Dalam Percakapan
Wednesday, July 13, 2011
Tip Hidup Bahagia
Monday, July 4, 2011
Belajar dari Burung ELANG
Thursday, June 23, 2011
"JAMINAN ASURANSI"
Walaupun polis tersebut memiliki banyak pasal, sesungguhnya polis itu mudah untuk dipahami karena tersusun secara teratur.
Secara umum polis terdiri dari:
- Skedul (Schedule)
- Definisi (Definitions)
- Kondisi Umum (General Conditions)
- Pengecualian Umum (General Exclusions)
- Jaminan (Coverage)
- Pengecualian Khusus (Special Exclusions)
-----
Lalu walaupun jumlah dan jenis polis asuransi yang beredar sangat banyak, namun mereka itu dapat digolongkan hanya dalam 2 kategori, yaitu:
1. All Risks Policy (polis segala risiko)
2. Named Perils Policy (polis yang menyebutkan jaminan)
Ke 2 jenis polis diatas dapat dikenali dari 2 hal:
- Dari namanya "All Risks", seperti Property All Risks, Contractors All Risks, Moveable All Risks, Erection All Risks. Ada juga polis yang tidak mengenakan "All Risks", tapi jaminannya All Risks seperti Electronic Equipment Insurance, Personal Accident Insurance, Health Insurance, Life Insurance, Heavy Equipment Insurance, Marine Cargo Insurance ICC "A".
- Dari ruang lingkup jaminan yang dapat dibaca pada "Scope of Coverage". Walau orang sering menyebut jaminan komprehensif asuransi mobil dengan "all riksk", sesungguhnya jaminannya adalah "Named Perils" karena risiko2 yg dijamin disebut 1 per 1. Polis kebakaran juga termasuk golongan "Named Perils".
Setelah kita sudah dapat memahami 1 polis itu masuk dalam golongan mana, maka langkah selanjutnya adalah dengan memfokuskan materi.
Bila polis itu jenisnya "All Risks" maka kita hanya fokus pada pengecualian, baik umum maupun khusus. Sepanjang tidak dicantumkan dalam pengecualian, dan memenuhi unsur "sudden, accidental dan physical damage" (PAR), maka musibah tsb dijamin dalam polis. Asuransi wajib bayar (setelah nasabah melakukan kewajibannya).
Bila polis tsb berjenis "Named Perils Policy", maka kita hanya fokus pada jaminan yang disebut 1 per 1. Saat terjadi musibah, dan tidak tertera dalam list jaminan, maka klaim ditolak (walau tidak ada dalam daftar pengecualian).
-----
Sebagai seorang penjual, kita harus mampu menguasai polis2 yang kita jual dan menjelaskannya kepada calon nasabah dengan benar mempergunakan contoh polis (yang dijual).
Jangan membiarkan nasabah membaca sendiri dan berusaha memahami polis yang tebal dan memiliki banyak pasal yang berbahasa hukum.
Sungguh saya prihatin kepada "nasib" nasabah asuransi, yang diberikan (dibiarkan) kesempatan dalam "Grace Period" untuk membaca dan memahami polis sendiri.
Alhasil mereka terima polis, mereka taruh dalam laci meja atau lemari.
Saran saya kepada nasabah:
1. Mintalah penjelasan dari penjual dengan memakai contoh polis yang akan Anda beli (ilustrasi dan proposal sangat kurang, dan itu bukan bagian dari kontrak).
2. Bila Anda sudah terlanjur beli, panggil kembali penjual. Minta mereka menjelaskan jaminan dan pengecualian serta prosedur klaim atas polis2 yang telah Anda beli.
Pahami polis sebelum terjadi klaim, agar Anda bisa memastikan "Apakah polis itu memang jawaban kebutuhan Anda?!"
-----
Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Freddy Pieloor
www.PialangAsuransi.com
"Be Insured Securely"
Wednesday, June 22, 2011
Agnihotra Dalam Nyala Sebatang Dupa
Wednesday, June 15, 2011
kunci mencapai sukses
Tuesday, June 14, 2011
Motto of the Baltimore Grotto, A Caving Society
Monday, June 6, 2011
Pengertian Yoga
Saturday, June 4, 2011
Merapatkan Vagina
Thursday, June 2, 2011
Bunga Flat (Menetap) dan Bunga Efektif (Menurun)
perhitungan bunga hutang. Misalkan Bapak ditawarkan
hutang dengan tingkat suku bunga 6% per tahun, pertanyaannya
adalah apakah bunga ini murah atau mahal?
Hanya dari informasi diatas saja, kita tidak dapat menjawab
pertanyaan di atas. Terlebih dahulu kita mesti bertanya dahulu
bagaimana cara perhitungan bunganya? Apakah suku bunga tersebut
adalah bunga flat? Atau bunga efektif? Apabila ternyata suku bunga
adalah 6% flat, artinya bunga tersebut MAHAL. Sedangkan kalau
ternyata suku bunga tersebut adalah 6% efektif, maka artinya bunga
tersebut murah.
Apa yang dimaksud bunga flat? Dan apa yang dimaksud dengan
bunga efektif? Mari kita bahas satu per satu.
1. BUNGA FLAT
Cara perhitungan bunga flat adalah cara yang paling gampang,
oleh karena itu banyak digunakan di berbagai instansi keuangan.
Sayangnya cara perhitungan seperti ini sangatlah merugikan
peminjam uang. Mengapa? Karena bunga dihitung secara rata dari
nilai total hutang, tanpa peduli terhadap nilai pokok hutang
yang telah dibayarkan. Nantinya kita akan dapat melihat hal
ini dari ilustrasi hutang.
Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari
bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita
pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 6% flat
dan tenor 2 tahun.
Cara perhitungannya gampang. Total bunga yang harus kita bayar
adalah 6% dikalikan jangka waktu 2 tahun dan dikalikan
dengan nilai hutang Rp. 120.000.000. Total bunga adalah
= Rp. 120.000.000 * 6% * 2
= Rp. 14.400.000.
Total bunga ini ditambahkan dengan nilai hutang akan menjadi
total angsuran yang harus kita bayar, yaitu :
= Rp. 120.000.000 + Rp. 14.400.000
= Rp. 134.400.000
Total angsuran ini tinggal kita bagikan ke jumlah periode
pembayaran. Karena kita mengangsur hutang secara bulanan,
artinya periode pembayaran adalah 2 x 12 = 24 kali. Maka
nilai angsuran per bulannya adalah :
= Rp. 134.400.000 / 24
= Rp. 5.600.000
Tabel ilustrasi bunga flat dapat dilihat di bawah ini:
-----------------------------------------------------------
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
-----------------------------------------------------------
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 115.000.000 |
| 2 | 115.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 110.000.000 |
| 3 | 110.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 105.000.000 |
| 4 | 105.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 100.000.000 |
| 5 | 100.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 95.000.000 |
| 6 | 95.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 90.000.000 |
| 7 | 90.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 85.000.000 |
| 8 | 85.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 80.000.000 |
| 9 | 80.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 75.000.000 |
| 10 | 75.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 70.000.000 |
| 11 | 70.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 65.000.000 |
| 12 | 65.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 60.000.000 |
| 13 | 60.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 55.000.000 |
| 14 | 55.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 50.000.000 |
| 15 | 50.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 45.000.000 |
| 16 | 45.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 40.000.000 |
| 17 | 40.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 35.000.000 |
| 18 | 35.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 30.000.000 |
| 19 | 30.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 25.000.000 |
| 20 | 25.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 20.000.000 |
| 21 | 20.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 15.000.000 |
| 22 | 15.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 10.000.000 |
| 23 | 10.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | 5.000.000 |
| 24 | 5.000.000 | 600.000 | 5.600.000 | LUNAS |
-----------------------------------------------------------
Dari tabel ilustrasi diatas kita dapat melihat bahwa bunga
yang dibayarkan setiap bulannya selalu bernilai Rp. 600.000.
Oleh karena itulah cara perhitungan ini disebut bunga flat,
karena nilai bunganya selalu rata.
Kembali ke pernyataan saya pada penjelasan awal bunga flat,
mengapa cara perhitungan bunga flat merugikan peminjam uang?
Jawabannya bisa dilihat dari tabel ilustrasi diatas.
Setiap bulannya peminjam uang harus membayar angsuran sebesar
Rp. 5.600.000. Angsuran ini terdiri dari bunga sebesar
Rp. 600.000 dan angsuran pokok sebesar Rp. 5.000.000.
Dengan membayar angsuran pokok berarti nilai pokok dari hutang
tersebut berkurang sebanyak Rp. 5.000.000 setiap bulannya.
Sayangnya pengurangan nilai pokok hutang tidak disertai dengan
pengurangan nilai bunga. Tentunya hal ini akan merugikan
peminjam uang di periode-periode berikutnya. Kita dapat
perhatikan di dalam tabel bahwa setelah mengangsur setahun,
nilai pokok hutang tinggal Rp. 60.000.000 (periode 13).Namun
nilai bunganya tetap Rp. 600.000. Bila kita bandingkan
nilai pokok pokok hutang terhadap nilai bunga, maka tingkat
suku bunganya menjadi:
= Rp. 600.000 / Rp. 60.000.000
= 10%
Loh, kok tingkat suku bunganya menjadi 10%? Padahal tadi
katanya hanya 6%? Nah, perhitungan 6% itu adalah dihitung
dari nilai total hutangnya yaitu Rp. 120.000.000. Tidak
pedulu berapapun sisa hutang kita. Jadinya kalau sisa
hutang kita tinggal sedikit, kita akan rugi sekali karena
tingkat suku bunganya menjadi tinggi.
2. BUNGA EFEKTIF
Cara perhitungan bunga efektif lebih fair baik bagi pihak
bank maupun bagi pihak peminjam uang. Dengan menggunakan
cara perhitungan ini, maka bunga dihitung dari nilai pokok
hutang, bukan dari nilai total pinjaman, sehingga nilai
bunga semakin lama akan semakin berkurang seiring dengan
pembayaran untuk pokok hutang.
Sebagai contoh kasus, misalkan kita hendak meminjam uang dari
bank untuk membeli mobil (KKB). Nilai hutang yang hendak kita
pinjam adalah Rp. 120.000.000 dengan tingkat suku bunga 11% efektif
dan tenor 2 tahun.
Perhatikan bahwa dalam contoh kasus kedua, nilai total hutang
dan tenor adalah sama dengan kasus pertama. Tingkat suku bunganya
berbeda hampir dua kali lipat. Pada kasus pertama kita tingkat
suku bunga adalah 6% flat, sedangkan pada kasus kedua tingkat
suku bunga adalah 11% efektif.
Cara perhitungan nilai angsuran untuk bunga efektif terlalu
sukar untuk dijelaskan disini. Apabila kita menggunakan rumus
PMT pada Excel, seperti yang saya ajarkan dalam ebook "Tips
dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel",
maka kita akan mendapatkan bahwa nilai angsuran bulanannya
adalah Rp. 5.592.941. Nilai angsuran bulanan dalam kasus ini
lebih murah Rp. 7.059 dibandingkan kasus sebelumnya.
Berikut adalah tabel ilustrasi untuk kasus kedua:
-----------------------------------------------------------
|Per | Pokok Hutang | Bunga | Angsuran | Sisa Hutang |
-----------------------------------------------------------
| 0 | | | | 120.000.000 |
| 1 | 120.000.000 | 1.100.000 | 5.592.941 | 115.507.059 |
| 2 | 115.507.059 | 1.058.815 | 5.592.941 | 110.972.934 |
| 3 | 110.972.934 | 1.017.252 | 5.592.941 | 106.397.245 |
| 4 | 106.397.245 | 975.308 | 5.592.941 | 101.779.612 |
| 5 | 101.779.612 | 932.980 | 5.592.941 | 97.119.652 |
| 6 | 97.119.652 | 890.263 | 5.592.941 | 92.416.974 |
| 7 | 92.416.974 | 847.156 | 5.592.941 | 87.671.189 |
| 8 | 87.671.189 | 803.653 | 5.592.941 | 82.881.901 |
| 9 | 82.881.901 | 759.751 | 5.592.941 | 78.048.712 |
| 10 | 78.048.712 | 715.447 | 5.592.941 | 73.171.218 |
| 11 | 73.171.218 | 670.736 | 5.592.941 | 68.249.013 |
| 12 | 68.249.013 | 625.616 | 5.592.941 | 63.281.688 |
| 13 | 63.281.688 | 580.082 | 5.592.941 | 58.268.830 |
| 14 | 58.268.830 | 534.131 | 5.592.941 | 53.210.020 |
| 15 | 53.210.020 | 487.759 | 5.592.941 | 48.104.838 |
| 16 | 48.104.838 | 440.961 | 5.592.941 | 42.952.859 |
| 17 | 42.952.859 | 393.735 | 5.592.941 | 37.753.653 |
| 18 | 37.753.653 | 346.075 | 5.592.941 | 32.506.787 |
| 19 | 32.506.787 | 297.979 | 5.592.941 | 27.211.826 |
| 20 | 27.211.826 | 249.442 | 5.592.941 | 21.868.327 |
| 21 | 21.868.327 | 200.460 | 5.592.941 | 16.475.846 |
| 22 | 16.475.846 | 151.029 | 5.592.941 | 11.033.934 |
| 23 | 11.033.934 | 101.144 | 5.592.941 | 5.542.138 |
| 24 | 5.542.138 | 50.803 | 5.592.941 | LUNAS |
-----------------------------------------------------------
Dari tabel diatas kita dapat melihat bahwa bunga semakin
lama akan semakin kecil, karena bunga dihitung dari nilai
pokok hutang yang semakin dibayar akan menjadi semakin kecil.
Dengan cara perhitungan seperti ini, biasanya hutang menjadi
lebih fleksibel dalam arti misalkan saja dalam suatu saat
sebelum periode 24 bulan tersebut berakhir, ternyata peminjam
uang memiliki uang lebih (misalkan saja mendapatkan bonus
atau THR) dan ingin membayar angsuran lebih besar daripada
angsuran bulanan Rp. 5.592.941, biasanya bank akan memperbolehkan
hal tersebut.
Peminjam uang bahkan diperbolehkan untuk langsung melunasi
hutang. Misalkan saja pada periode 16, peminjam uang hendak
melunasi hutangnya, maka peminjam uang dapat membayar sebesar
pokok hutang ditambahkan bunga pada periode tersebut:
= Rp. 48.104.838 + Rp. 440.961
= Rp. 48.545.799
Lain halnya dengan cara perhitungan tingkat suku bunga flat,
bank tidak akan mengijinkan pembayaran angsuran yang berbeda
dari tabel ilustrasi, karena keuntungan yang akan didapat oleh
pihak bank justru berada di periode belakang.
Dalam analisa lebih lanjut, apabila kita menjumlahkan total
bunga dari kedua puluh empat periode dalam tabel ilustrasi
diatas, maka kita akan mendapatkan nilai total bunga sebesar
Rp. 14.230.574. Nilai yang hampir sama dengan nilai total bunga
flat dalam kasus pertama, yaitu Rp. 14.400.000.
Hal ini menunjukkan bahwa dari kedua kasus dengan nilai total
hutang yang sama-sama Rp. 120.000.000,- dan tenor yang sama-sama
2 tahun, tingkat suku bunga flat 6% akan menghasilkan bunga yang
sama dengan tingkat suku bunga efektif 11%.
Artinya? Kembali lagi ke pertanyaan pertama dari artikel ini.
Apabila Anda ditawarkan hutang dengan tingkat suku bunga 6%, apakah
bunga ini murah atau mahal? Jawabannya adalah tergantung apakah
suku bunga itu flat, atau efektif. Bila ternyata suku bunga 6% flat,
artinya MAHAL. Sedangkan suku bunga 6% efektif, artinya MURAH.
Tingkat suku bunga yang beredar di pasaran saat ini (Mei 2011) adalah
sekitar 5-6% untuk bunga flat dan 10-12% untuk bunga efektif. Tentunya
bila Anda bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih murah daripada
pasaran akan semakin bagus.
Sekian dulu pembahasan finansial dalam kesempatan kali ini. Semoga
penjelasan ini dapat lebih membuka wawasan kita mengenai hutang.
Terima kasih.
Regards,
David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.
Wednesday, June 1, 2011
Mengenal Hutang
finansial kita dengan bunganya yang tinggi. Oleh karena itu
penting sekali bagi kita untuk segera mengenali hutang yang
buruk agar tidak terpuruk ke dalam masalah hutang. Namun,
ternyata tidak semua hutang itu bersifat buruk, ada juga hutang
yang baik yang dapat membantu kehidupan finansial kita. Nah,
yang manakah hutang baik dan yang manakah hutang buruk? Dalam
kesempatan ini kita akan membahas mengenai hutang baik dan
hutang buruk.
Hutang Baik
Hutang yang baik adalah hutang yang digunakan untuk investasi
jangka panjang. Kedepannya hutang ini akan memberikan manfaat
secara finansial bagi kita. Ada tiga jenis hutang yang tergolong
sebagai hutang baik.
Yang pertama adalah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), yaitu hutang
yang digunakan untuk membeli rumah. Hutang ini bersifat baik
karena nilai rumah cenderung untuk meningkat dari tahun ke tahun.
Misalkan saja Anda sekarang Anda meminjam uang 500jt untuk membeli
sebuah rumah, sekitar 5 tahun lagi rumah Anda harganya sudah
bertumbuh menjadi sekitar 1M. Malah bisa lebih besar apabila Anda
membeli rumah di daerah strategis yang amat berkembang. Karena
kedepannya nilai rumah akan meningkatkan jumlah asset Anda secara
signifikan, maka berhutang untuk membeli rumah tergolong sebagai
hutang baik.
Yang kedua adalah berhutang untuk keperluan edukasi. Saat ini
biaya pendidikan sangat mahal. Untuk mengambil S1 di universitas
swasta ternama, uang kuliah secara keseluhan sudah mencapai puluhan
juta. Tentunya akan terasa berat bila dibayar secara tunai. Oleh
karena itu berhutang untuk edukasi dapat menjadi salah satu pilihan.
Setelah tamat kuliah, nilai pendapatan orang tersebut akan meningkat.
Jadi hutang untuk edukasi dalam jangka waktu panjang akan memberikan
efek positif ke cashflow orang tersebut. Oleh karena itu hutang ini
tergolong sebagai hutang yang baik.
Hutang baik yang ketiga adalah hutang untuk membuka usaha
(entrepreneurship). Hutang ini tergolong baik karena usaha tersebut
bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu diperhatikan juga
bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup banyak usaha
yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut. Dalam hal ini orang tersebut
jadinya malah harus memikul beban hutang usaha. Tentunya kita tidak
ingin hal ini terjadi. Oleh karena itu dalam konsultasi keuangan, saya
lebih menyarankan untuk membeli produk investasi seperti reksadana,
emas, atau properti, daripada membuka usaha yang beresiko tinggi.
Hutang Buruk
Hutang yang buruk adalah hutang yang digunakan untuk barang yang
nilainya semakin lama semakin kecil, atau yang lebih buruk lagi bila
digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya langsung habis.
Contohnya adalah KKB, berhutang untuk membiayai liburan atau berhutang
untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.
KKB atau kredit yang digunakan untuk mengangsur kendaraan bermotor
tergolong sebagai hutang buruk. Mengapa? Karena nilai dari kendaraan
bermotor cenderung untuk semakin kecil dari waktu ke waktu. Oleh
karena itu kita mesti cerdas dalam memilih kendaraan bermotor. Beli
secukupnya saja. Jumlah kendaraan bermotor tidak perlu banyak-banyak,
terlebih lagi karena sekarang pemerintah menerapkan pajak progresif
dimana semakin banyak kendaraan Anda maka persentase pajak yang
dikenakan akan semakin besar. Dan untuk memilih mobil, sebaiknya
jangan memilih merk yang terlalu mewah. Harga yang harus Anda bayar
akan menjadi sangat mahal, karena biaya pajak, asuransi dan
pemeliharaan mobil tersebut ikut meningkat.
Berhutang untuk membiayai liburan juga termasuk ke hutang buruk,
sebab uang yang Anda belanjakan akan lenyap seluruhnya begitu
liburan Anda selesai. Pada saat Anda kembali bekerja, Anda akan
menjadi stres melihat tagihan liburan yang begitu besarnya. Dan
karena biasanya tawaran hutang berasal dari kartu kredit,
tagihan ini diikuti dengan bunga yang tinggi pula.
Anda mungkin mengatakan bahwa liburan itu adalah kebutuhan, karena
dengan adanya relaksasi pada waktu liburan maka pada saat kembali
bekerja produktivitas akan meningkat. Hal ini memang benar. Anda
boleh berlibur sebanyak yang Anda mau, dengan syarat Anda mampu
membayar liburan tersebut. Membayar liburan dengan cara berhutang
berarti sebenarnya Anda tidak mampu untuk berlibur, dan bila
diteruskan akan membawa Anda ke masalah hutang.
Penggunaan kartu kredit untuk pembelian kebutuhan sehari-hari
seperti makanan, pakaian, dan lain-lain juga akan berbahaya bagi
finansial Anda apabila Anda tidak bisa melunasi seluruh tagihannya
pada bulan berikutnya. Perlu Anda ketahui bahwa bunga kartu kredit
sangatlah tinggi, paling kecil 30% per tahun. Bila tagihan tidak
dilunasi, maka sisa hutang akan dikenakan biaya bunga yang sangat
tinggi. Cukup banyak orang yang akhirnya terjebak ke dalam masalah
hutang karena kartu kredit.
Apakah Anda Terlalu Banyak Hutang Buruk?
Untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak hutang buruk atau tidak,
jumlahkan seluruh hutang kartu kredit dan sisa cicilan mobil/motor
Anda. Kemudian dibagikan dengan jumlah pendapatan Anda selama
setahun. Misalkan Mr.A memiliki hutang kartu kredit sebesar 8,5 juta
dan sisa cicilan sepeda motor sebesar 9 juta. Pendapatan Mr. A selama
setahun adalah 52 juta. Maka rasio hutang buruk Mr.A adalah:
Rasio Hutang Buruk = Total Hutang Buruk / Pendapatan Setahun
= (8.500.000 + 9.000.000) / 52.000.000
= 17.500.000 / 52.000.000
= 33,7 %
Nilai rasio hutang buruk yang paling baik adalah 0%. Namun di jaman
sekarang dimana tawaran kredit dan cicilan bertebaran dimana-mana,
tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk tidak berhutang sama sekali.
Oleh karena itu rasio hutang buruk kita tidak mungkin 0%, kita semua
pasti memiliki hutang buruk. Namun, jumlah rasio hutang buruk yang
masih tergolong sehat adalah bila nilai rasio hutang buruk masih
lebih kecil dari 20%. Dalam contoh kasus diatas, artinya Mr. A memiliki
terlalu banyak hutang buruk.
Apabila rasio hutang buruk Anda lebih besar dari 25%, Anda memiliki
kecenderungan untuk terpuruk ke masalah hutang. Karena hutang buruk
cenderung untuk membesar dari waktu ke waktu. Apalagi bila Anda sudah
terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari menggunakan kartu kredit,
dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan kartu kredit secara
penuh di bulan berikutnya. Segeralah benahi kembali keuangan Anda,
kurangi belanja konsumtif dan usahakan untuk melunasi seluruh hutang
buruk yang masih ada.
Sekian sharing dalam kesempatan kali ini. Apabila Bapak
merasa artikel ini bermanfaat, silahkan diforward ke teman-teman.
Marilah kita bersama-sama memajukan bangsa kita dengan cara sharing
pengetahuan agar kita semua lebih melek finansial. Untuk membaca
artikel-artikel keuangan lainnya, silahkan kunjungi situs kami di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih karena telah membaca artikel
ini. Salam finansial.
Regards,
David Ciang
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.
Friday, April 1, 2011
Taxi
Apa yang menarik dari sebuah Taxi? Buat saya Taxi memberikan pembelajaran
yang menarik. Seseorang hanya dapat menghentikan dan kemudian menumpang Taxi
yang lampu petunjuk yang terletak pada bagian atas Taxi menyala. Lampu
petunjuk tersebut menunjukan bahwa Taxi tersebut kosong dan Anda dapat
menghentikannya kemudian menumpang menuju tempat tujuan Anda.
Mengamati Taxi sama seperti mengamati sebuah kesempatan. Taxi mungkin
berlalu-lalang di depan anda namun kalau lampu petunjuk Taxi tidak menyala
maka Taxi tersebut bukan buat Anda, demikian pula dengan kesempatan. Ada
kalanya sebuah kesempatan seolah-olah bukan milik Anda karena orang lain
sudah terlebih dahulu meraihnya.
Untuk menghentikan Taxi, Anda perlu tahu di jalan mana banyak Taxi yang
lalu-lalang. Anda tidak mungkin menanti Taxi di jalan sempit yang mobil
tidak dapat memasukinya. Anda juga tidak dapat menantikannya di jalan buntu.
Anda perlu berjalan menuju jalan raya di mana banyak Taxi berlalu-lalang.
Demikian pula kesempatan, Anda perlu pergi dan menuju tempat di mana
kesempatan itu ada. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan
menanti dengan bermalas-malasan di dalam rumah karena kesempatan tidak
berada disana. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan
mengerjakan tugas Anda sebatas yang ditanggungjawabkan kepada Anda karena
kesempatan tidak ada disana. Kesempatan ada di jalur dimana setiap prestasi
Anda dilihat karena itu pastikan diri Anda berada pada jalur tersebut.
Ketika Anda berhasil menghentikan Taxi dan masuk ke dalamnya, katakanlah
kepada pengemudinya untuk membawa Anda pada tujuan Anda. Anda tidak akan
naik Taxi tanpa tahu kemana tujuan Anda bukan? Karena bukan hanya kurang
kerjaan tapi juga sangat mahal. Ketahuilah dengan jelas ketika kesempatan
itu datang kepada Anda, hendak Anda bawa ke arah mana kesempatan itu.
Menyia-nyiakan kesempatan bukan hanya kurang kerjaan namun juga sangat mahal
Tetapi juga berhasil menghentikan Taxi, naik ke dalamnya dan tahu hendak
menuju kemana belumlah cukup. Anda perlu memiliki uang untuk membayar ongkos
Taxi tersebut. Ketika kesempatan datang dan Anda tahu apa tujuan yang ingin
anda capai belumlah cukup. Anda perlu memiliki resources atau sumber daya.
Anda perlu memiliki pengetahuan tertentu atau keterampilan yang Anda
butuhkan untuk membayar perjalanan Anda menuju tujuan yang telah Anda
tetapkan. Anda juga perlu memiliki sikap mental yang tepat untuk memastikan
bahwa dengan apa yang Anda miliki, Anda akan sampai pada tujuan.
Mulai saat ini ketika anda melihat sebuah Taxi, perhatikanlah!!! Kemudian temukanlah pembelajaran apa lagi yang dapat Anda peroleh darinya untuk kehidupan Anda.
Monday, March 7, 2011
Melayani dengan hati
di Philadelphia.
"Semua hotel besar di kota ini telah terisi,bisakah kau memberi kami satu
kamar saja..?" kata pria tua itu. Pegawai hotel menjwb "Semua kamar telah
penuh krn ada 3 event besar yg b'samaan diadakan di kota ini,tapi
saya tdk dpt menyuruh pasangan yg baik seperti Anda untuk berhujan2 di
luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini, Bersediakah anda berdua
tidur di kamar saya..?"
Keesokan harinya pada saat m'bayar tagihan,pria tua itu berkata pada si
pegawai hotel "Kamulah orang yang sehrsnya menjadi bos sebuah hotel
terbaik di USA,krn kamu melakukan pkrjnmu dgn hati yg mau melayani, mgkn
suatu hari saya m'bangunkan sebuah hotel untukmu".
Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar melupakan kata2 pria tua itu, krn
dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.
Kira2 dua thn kemudian,dia menerima surat yg berisi tiket ke New York
permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua t'sebut.
Stlh berada di New York,pria tua mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan
antara Fifth Avenue Thirty-Fourth Street,dimana dia menunjuk sebuah bangunan
baru yg luar biasa megah dan mengatakan "Itulah hotel yg saya bangun untuk
kamu kelola".
Pegawai hotel itu adlh George Charles Boldt, yg menerima tawaran William
Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel
Waldorf-Astoria,yg mrpkn hotel t'baik di dunia.
Ternyata sikap kita dlm bekerja sangat menentukan keberhasilan kita,Bila
kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karier/hasil yang kita
peroleh akan biasa saja Namun jika kita bekerja dengan hati yg mau melayani
orang lain,dgn motivasi bahwa pkrjn kita hrs menjadi berkah buat orang lain,
maka kita akan mem peroleh hasil yang luar biasa..!!!
Smoga manfaat & dpt mjd INSPIRASI
Share & be happy..
and always ACTION by the HEART
Nice day...
Bambang Satria
Tuesday, March 1, 2011
Gayatri Mantra
Tanya: Mengapa setiap saya melakukan Gayatri-mantra saya merasa pusing,
nafas
sesak dan lemas.
Lha, ini kok aneh? Kok bisa begitu? Mungkin anda harus tahu dulu apa arti
Gayatri-mantra dan bagaimana mengucapkannya?
Gayatri-mantra (artinya 'mantra yang melindungi orang yang mengucapkannya)
Bila ada satu mantra Veda yang dipergunakan secara luas dan hidup sampai
sekarang ini, dalam bagian-bagian tertentu dari masyarakat Hindu modern,
mantra
itu adalah Gayatri-mantra. Selain dalam RgVeda Samhita[i] ia juga terdapat
dalam Veda yang lain: Taittiriya Samhita[ii] Taittiriya Aranyaka[iii];
Vajasenayi Samhita[iv]; SamaVeda Samhita[v]
Dikatakan mantra ini ditemukan oleh (diungkapkan kepada) maharesi terkenal
Visvamitra (artinya 'sahabat dunia'). Mantra ini secara luas digunakan
sebagai
bagian dari ritual Sandhya, oleh para pandita, dua kali atau tiga kali
sehari.
Sesungguhnya mantra ini disebut 'Savitri-mantra' karena mantra ini
ditujukan
kepada Tuhan Tertinggi (Supreme God) Savitr atau Savita (Sang Pencipta).
Namun
karena, sebagai mantra paling pertama diungkapkan dalam apa yang sekarang
terkenal sebagai matra gayatri (satu mode puitis, terdiri dari tiga baris,
masing-masing delapan huruf), mantra itu sendiri dikenal secara populer
sebagai
'Gayatri-mantra'.
Kata 'Gayatri' kadang-kadang didefinisikan sebagai itu (mantra) yang
melindungi
(tra = melindungi) seseorang yang menyanyikan atau menjapakan (gai atau gay
=
menyanyikan)nya.
Mantra ini terdiri dari tiga bagian; (1) vyahrtis; (2) Gayatri-mantra murni
(3)
gayatrisiras.
Tentu saja pranava Om selalu ditambahkan – sebagaimana halnya dalam
kebanyakan
mantra-mantra Veda – pada awal dan tidak dihitung.
Vyahrtiartinya pengucapan (uttering) dan terdiri dari: bhuh, bhuvah dansuvah
Mereka berarti dan merepresentasikan tiga dunia: bumi, angkasa, dan sorga.
Kadang-kadang jumlah vyahrti ditingkatkan dari 3 menjadi 7, mengindikasikan
7
dunia yang terbentang dari bumi ke Satyaloka atau Brahmaloka. Namun
vyahrti-vyahrti ini lebih digunakan untuk menghitung pranayama dari pada
japa.
Bagian kedua, Savitri-mantra murni, adalah:
tat savitur varenyam
bhargo devasya dhimahi
dhiyoyonah pracodayat
Terjemahan bebasnya adalah "Kita memusatkan perhatian atas cahaya gemilang
Tuhan, sang Pencipta. Semoga dia membimbing intelek (buddhi) kita."
Bagian ketiga gayatrisiras, berbunyi sbb: Om apo jyoti raso'mrtam brahma
bhurbhuvas suvarom. Artinya: 'Om. Dia adalah air, cahaya, (aroma), sari
makanan
dan juga ketiga dunia.' (Artinya bahwa air, cahaya dan hal-hal lain,
semuanya
adalah manifestasi dari Brahman diindikasikan oleh Pranava).
Gayatrisirasini juga hanya dipergunakan dalam proses pranayama dan tidak
dalam
japa dari Gayatri-mantra.
Gayatri-mantra juga dapat digunakan untuk purascarana - satu upacara khusus
mengenai pengucapan mantra – supaya memperolah hasil-hasil khusus tertentu.
Berikut adalah langkah-langkah yang biasa yang dilibatkan di dalamnya:
upacara
harian seperti Sandhyavandana, pemujaan untuk Dewi Gayatri, japa
Gayatri-mantra,
homa (upacara api), tarpana (mempersembahkan air secara seremonial) dan
memberi
makan para pandita. Namun ini harus dilakukan di bawah tuntunan ahli.[vi]
Dari penjelasan panjang lebar di atas Gayatri-mantra tidak lain adalah
permohonan kepada Tuhan – dengan memusatkan perhatian atas cahaya
gemilangNya -
agar Sang Pencipta membimbing intelek (buddhi) kita. Jadi sangat
mengherankan
mengapa permohonan atau doa yang baik ini membuat anda pusing dan sesak
nafas?
Seperti juga telah dijelaskan di atas, sebelum mengucapkan Gayatri-mantra
kita
harus melakukan pranayama, atau pengendalian nafas.
Jadi sebelum memulai Gayatri-mantra coba tarik nafas pelan-pelan, tahan
sebentar, lalu keluarkan pelan-pelan lagi. Lakukan hal ini sebanyak 7 kali,
lalu
ucapkan Gayatri-mantra.
Dengan memahami arti Gayatri-mantra, dan mengucapkannya sesuai aturan
sederhana
di atas, semoga anda dilindungi dari marabahaya, penyakit, termasuk pusing,
sesak nafas dan badan lemas. Silahkan mencoba.
Nikmatilah Kebosanan
Pria muda : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak?"
Sang bijak : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,
mendambakan sesuatu yang
baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton
dari waktu ke waktu."
Pria muda : "Kenapa kita merasa bosan?"
Sang bijak : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita
miliki."
Pria muda : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Sang bijak : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun
akan terbebas darinya."
Pria muda : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Sang bijak : "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah
bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Pria muda : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak
"
Sang bijak : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam
rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Pria muda : "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Sang bijak :"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis
sambil duduk, cobalah
menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi,
cobalah membaca sambil
berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan
kanan, cobalah dengan
tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya." Lalu Tamu itu pun
pergi.
Beberapa hari kemudian pria muda itu mengunjungi Sang Bijak lagi.
Pria muda : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa
saya masih merasa bosan juga?"
Sang bijak : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Pria muda : "Contohnya?"
Sang bijak : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu
" Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, pria muda itu datang lagi ke rumah sang bijak.
Pria muda : "Pak, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu
senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan
keajaiban pun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya
melakukan hal-hal yang
dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak?"
Sambil tersenyum sang bijak berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya
berasal dari pikiranmu sendiri,
anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang
kebosanan. Saya menyuruhmu
bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak
merasa bosan lagi karena
pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan
Segala sesuatu
berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria
menjadikan
kamu ceria."
Have a positive day!
Salam, Yunus Bear
"Semoga kejenuhan cepat berlalu"
Friday, February 25, 2011
"KATA-KATA ANDA adalah NASIB ANDA"
keberlimpahan sebenarnya berasal dan bersumber dari apa yang Anda katakan
dalam "KATA-KATA" Anda setiap saat di sepanjang perjalanan kehidupan Anda.
Sungguh sayapun baru tersadar secara penuh dalam 4 hari ini, bahwa betapa
DAHSYAT"nya "KATA-KATA" yang terlontar dari mulut kita.
Dalam pengamatan saat perbincangan dengan banyak orang, yang saya ketemukan
adalah "CERMIN PRIBADI & NASIB" orang tesebut.
Pemilihan "KATA" dan "INTONASI" serta "JIWA" dari suara yang dikeluarkan
seseorang cukup me-refleksi-kan "Bagaimana Keadaan Dirinya!".
Sulit sekali menemukan "Suara Sumbang & Loyo" dalam perbincangan dengan
Orang Sukses dan Sejahtera, sekarang dan masa depan.
Tidak terdengar "KATA" negatif atau tidak berdaya dari ucapan seseorang yang
"SUKSES" dan "KAYA".
Sangat banyak orang yang berubah dan mencapai Kesuksesan, Kekayaan dan
Keberlimpahan hanya karena memulai memilih "KATA-KATA" yang memberdayakan
(positip), penuh energi (kuat) dan menggelorakan (membangkitkan) dalam
kehidupannya sehari-hari.
Jadi mulailah memilih "KATA" yang benar dan tepat, dan ucapkanlah dengan
sepenuh jiwa, kepada diri Anda dan siapapun yang Anda temui dimanapun dan
kapanpun.
"KATA" Anda adalah "CERMIN & NASIB" Anda, jadi bila Anda belum memiliki
KATA" yang berenergi untuk diucapkan lebih baik Anda diam ("Silent is Golden
).
Mulailah hari ini untuk memilih "MENU KATA" yang membuat Anda bertambah
KAYA" dan "SUKSES".
Selamat menata masa depan dengan menata "KATA" Anda.
Salam,
Freddy Pieloor
www.MONEYnLOVE.com
Friday, February 18, 2011
Bagaimana Pemimpin Komunikasikan Penugasan
dari tugas pemimpin untuk "menggerakkan" mereka menuju tujuan organisasi,
dan dalam jangka yang lebih panjang untuk mencapai visi.
Agar pemimpin dapat memotivasi anak buah dengan lebih mudah, diperlukan
kemampuan menunjukkan "makna" pekerjaan yang akan dilakukan dan menunjukkan
keuntungan" yang akan diraih. Akan tetapi, tidak semua keuntungan "masa
depan" dapat dinyatakan dengan mudah. Perlu kepandaian berkomunikasi untuk
menggambarkan peluang pencapaian di masa depan secara meyakinkan. Tantangan
seperti inilah yang dihadapi pemimpin masa kini: bagaimana mengubah pola
pikir jangka pendek menjadi jangka panjang, yang berarti dituntut kemampuan
untuk menggambarkan "skenario keberhasilan masa depan".
Kadangkala anak buah kehilangan motivasi karena tidak dapat melihat "makna"
dan "keuntungan" dari apa yang sedang dilakukan. Dalam kondisi seperti ini,
pemimpin perlu memberikan "tanda-tanda" kemajuan dan keberhasilan yang telah
dicapai, untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.
Dalam kondisi stagnan dan timbul banyak masalah, peran pemimpin beralih
untuk memberikan dukungan nyata terhadap proses penyelesaian masalah.
Maksudnya agar anak buah tetap dapat mempertahankan semangat kerja dan dapat
melihat peluang perbaikan, yang bermuara kepada kembalinya kepercayaan dan
motivasi diri.
Salah satu upaya memotivasi adalah pengembangan diri anak buah agar mampu
memimpin diri sendiri. Proses pembentukan "kepemimpinan diri sendiri" setiap
anak buah tidak mudah, dan akan lebih cepat terbentuk jika terdapat
keteladanan, menyediakan sarana introspeksi diri yang komprehensif dan
menciptakan iklim kerja yang kompetitif.
Penerapan pola kepemimpinan berdasarkan motivasi ini mengharuskan kerendahan
hati pemimpin untuk menerima kenyataan bahwa kontribusi setiap orang dinilai
tidak hanya dari "posisi" dalam hirarki organisasi saja, tetapi justru dari
peran" yang dimainkan.
Pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi "direction setter" dan
menjadi "energizer" melalui kemampuan untuk menjaga kehadiran antusiasme
secara berkesinambungan. Pemimpin tidak berhenti pada upaya "menjaga arah"
saja, tetapi juga mempertahankan dan bahkan meningkatkan semangat dalam
menjalani arah yang telah digariskan, dengan menunjukkan rasa antusias
secara berkesinambungan. Jika semangat pemimpin mengendor, yang terjadi
adalah penurunan motivasi. Apabila tidak segera diselesaikan, hal ini dapat
merembet ke jajaran sumber daya manusia lainnya dan yang muncul kemudian
adalah degradasi motivasi di level organisasi.
Dalam kehidupan berorganisasi, motivasi juga dapat ditingkatkan jika
pemimpin menunjukkan kepercayaan kepada kapabilitas dan kearifan judgment
anak buahnya. Pemimpin memberikan kebebasan hingga derajat tertentu kepada
anak buah untuk membuat keputusan sendiri, karena telah dianggap memiliki
kemampuan evaluasi manajerial dan operasional yang memadai. Dengan kemampuan
ini mereka dianggap memiliki "kebijaksanaan" dalam menentukan apa yang harus
dilakukan atau yang harus dihindari. Namun pemimpin terlebih dahulu harus
menganalisa kesiapan dan keluasan wawasan anak buah.
Motivasi untuk berkembang merupakan penggerak yang kuat dalam mengembangkan
kemampuan memimpin anak buah. Akan tetapi, jangan sampai setelah memiliki
kemampuan ini anak buah menjadi congkak. Jika tidak dipantau dan diarahkan
dengan benar, kecongkakan ini akan memutuskan hubungan anak buah dengan
realitas kehidupan berorganisasi yang sebenarnya dan mengakhiri rasa hormat
kepada pemimpin mereka. Akibatnya, tidak hanya pemimpin yang kehilangan
pengikut", tetapi anak buah juga telah merusak diri karena terjebak dalam
istana yang dibentuknya sendiri.
Komunikasi Penugasan
Selain mengemban tanggung jawab pembentukan motivasi anak buah, seorang
pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk dapat memberikan perintah
penugasan melalui pola komunikasi yang sesuai. Hal ini terutama bertujuan
untuk menyingkirkan kesan "menggurui", tetapi tetap dapat mencapai sasaran
yang diinginkan. Bagaimanakah sebaiknya cara untuk menimbulkan keyakinan
diri? Dan pola semacam apakah yang tepat untuk diterapkan bagi kondisi anak
buah yang beragam karakternya?
Komunikasi penugasan dapat secara efektif dilaksanakan jika pemimpim mampu
berperan sebagai "pembimbing" dalam artian yang sesungguhnya, yaitu yang
mampu menerapkan pendekatan yang tepat untuk mempengaruhi anak buahnya.
Pemilihan pendekatan komunikasi penugasan harus pula disesuaikan dengan
situasi dan kondisi yang dihadapi. Seorang pemimpin yang bijaksana sebaiknya
tidak menentukan "satu" pendekatan untuk semua anak buah, melainkan memiliki
fleksibilitas dalam pemanfaatan pendekatan yang satu ke pendekatan yang
lainnya, karena perbedaan karakter anak buah serta spesifikasi aspek-aspek
organisasi lainnya.
Dalam memberikan komunikasi penugasan, seorang pemimpin dapat menggunakan
pendekatan "persuasi" dan lebih mengutamakan "ajakan", bukan perintah.
Dengan demikian terdapat unsur pemberian kebebasan untuk mengambil keputusan
yang tentunya diberikan jika anak buah telah memiliki kedewasaan berpikir.
Komunikasi yang bersifat ajakan ini dapat juga dimanfaatkan jika ingin
memperoleh dukungan secara sukarela. Tentu saja, agar dapat menerapkan pola
ajakan dan persuasi seperti ini, harus mempertimbangakan derajat kepentingan
dari permasalahan yang menjadi topik pembahasan dan keterbatasan waktu yang
dihadapi. Juga harus dilengkapi dengan pemberian dukungan nyata secara
berkesinambungan, serta keterbukaan terhadap kemungkinan kendala yang akan
dihadapi oleh anak buah.
Sebenarnya, pemimpin tidak selalu harus menggunakan pola persuasi dan ajakan
Ada kalanya seorang pemimpin justru dituntut untuk menggunakan pendekatan
instruksi atau pemberian perintah. Keharusan ini terjadi jika tingkat
urgency" sudah semakin tinggi dan diperlukan pelaksanaan tugas secara cepat.
Sebaiknya, jika pemimpin memberikan perintah penugasan kepada anak buah,
sebaiknya juga mengikutsertakan alasan betapa pentingnya pelaksanaan tugas
tersebut. Tujuannya agar anak buah segera dapat menerima apa yang ditugaskan
dengan sepenuh hati.
Kepemimpinan menuntut kemampuan untuk mengevaluasi dan menentukan secara
praktis, kapan saatnya menggunakan pendekatan ajakan dan kapan harus
memanfaatkan pendekatan pemberian instruksi dan perintah.
Sumber : Jakarta Consulting Group
Dirilis Kembali oleh :
RKY REFRINAL PATIRADJAWANE
refrinal@research-indonesia.com
Wednesday, February 16, 2011
Tips Instant Mengelola Pikiran dan Perasaan
Hari ini adalah ulang tahun saya. Dua tahun yang lalu pada tanggal yg sama,
saya bertanya pada diri sendiri "Pilih mana: pekerjaan sebagai seorang
professional (karyawan) yg dibayar tinggi setiap bulannya ATAU menjadi
seorang entrepreneur (wirausaha) yg harus menentukan sendiri berapa
pendapatan setiap bulannya dan bisa saja tidak menentu?"
Pagi ini ketika saya teringat keputusan yg saya ambil dan tekadkan 2 tahun
yg lalu, saya bersyukur! Sungguh luar biasa pencapaian yg saya raih hingga
hari ini. Ketika itu, orang-orang mengatakan saya sinting, ga waras: "Sudah
mau married koq memutuskan berhenti dari pekerjaan, istri mau dikasih makan
apa, bagaimana kamu menjamin kehidupan keluarga nantinya?" Orang tua
meragukan keputusan saya tersebut. Bahkan calon istri menjadi kuatir dengan
pilihan saya tersebut.
Flash back sedikit, keputusan saat itu diambil karena PASSION pada profesi
yg saya putuskan utk geluti. Mungkin terdengar lucu tetapi itulah, PASSION
dan KOMITMEN yang kuat pada profesi tersebut membuat saya memantapkan
pilihan menjadi seorang entrepreneur.
Saya akui tidak mudah ketika berganti profesi dan memang saat itu saya
mengalami masa-masa terkelam dalam hidup saya, termasuk biaya pernikahan
harus saya cicil 6x.
Tetapi saya belajar bahwa pencapaian luar biasa hingga hari ini adalah
karena pengelolaan pikiran dan perasaan yg EFEKTIF dan itulah yg ingin saya
sharing-kan. Pengelolaan pikiran dan perasaan yg EFEKTIF membuat saya tetap
termotivasi dan berada dalam performa puncak.
TIPS 1: SAYA
Ya, SAYA, bukan KITA, bukan KAMU, bukan ORANG LAIN. Saya yg secara sadar
berpikir, saya yg berkata-kata/berucap/memilih kata-kata yg mau saya ucapkan
saya yg melakukan/bertindak, seharusnya sayalah juga yg bertanggung jawab
atas hasilnya/pencapaian saya tersebut.
Tetapi seringkali ketika tidak mencapai hasil yg diinginkan, 'saya' mulai
menyalahkan atasan yg kurang perhatian, bawahan yg tidak support, rekan
kerja yg cuek, situasi kondisi penetrasi pasar yg sulit, daya beli
masyarakat melemah, peraturan pemerintah yg tidak kondusif, kompetitor yg
menggurita, de-el-el. Ketika berhadapan dengan klien, pelanggan, nasabah,
seringkali kita mendengar: "Dasar nasabah bawel! Dasar klien yg tidak tahu
aturan! Dasar pelanggan tidak tahu diri, maunya menang sendiri! Gara-gara
kamu, saya jadi bete! Gara-gara kamu, mood kerja saya jadi jelek seharian
ini!"
Lah, kalau begitu, mood saya, bete saya, perasaan saya, diatur oleh pihak
eksternal dong?! "Kan gara-gara mereka, saya tidak capai target! Gara-gara
mereka, saya jadi bete!"
Ketika anda mulai tidak in-control atas diri anda, berarti anda perlahan
mulai membiarkan pihak lain yg in-control atas diri anda.
Seperti cerita berikut:
Seorang pasien di RSJ yg menganggap dirinya adalah sebutir jagung dan takut
utk keluar RSJ karena akan bertemu dengan ayam-ayam yg pasti akan mematuk
dan memangsa dirinya.
Tahun demi tahun dilakukan terapi untuk mengembalikan kepercayaan dirinya
dan menyadarkan bahwa dirinya adalah seorang manusia.
Tahun pertama, dia masih menganggap dirinya sebagai sebutir jagung dan takut
utk keluar RSJ. Tahun kedua, mulai ada kemajuan, walau dia masih menganggap
dirinya sebutir jagung, tapi sudah berani utk berjalan-jalan di areal
sekitar RSJ. Tahun ketiga, berani keluar areal RSJ dengan ditemani seorang
perawat walau masih sangsi apakah dirinya benar-benar seorang manusia. Tahun
keempat, dia mulai percaya bahwa dirinya adalah seorang manusia.
Di akhir tahun keempat, dokter yang puas akan kemajuan pasien tersebut,
merekomendasikan utk melepaskan pasien tsb dan membiarkannya kembali
bersosialisasi dengan masyarakat.
Sebelum menandatangani surat rekomendasi pelepasan, sekali lagi dokter
bertanya kepada pasien tsb: "Saudara masih merasa sebagai sebutir jagung
atau seorang manusia?" Jawab pasien tsb dengan tegas: "Saya adalah seorang
manusia!" kemudian sambungnya dengan lirih: "Apakah ayam-ayam tsb juga tahu
bahwa saya adalah seorang manusia?"
Yang menentukan pasien tsb adalah seorang manusia adalah dirinya sendiri dan
bukannya ayam-ayam tsb, ya?!
Ketika saya mengambil tanggung jawab bahwa saya yg memilih akan merespon
seperti apa terhadap suatu kejadian, saya sadar bahwa saya in-control. Saya
yg memilih apakah saya akan marah ATAU sedih ATAU kecewa ATAU mengumpat ATAU
menyalahkan orang lain ATAU mencari 1001 alasan ATAU senang ATAU tertawa dan
atau-atau lainnya.
Ketika orang menyalip dan menyerobot, saya bisa memilih utk mengumpat, balas
mengejar, ATAU berkata: "Barangkali dia lagi kebelet." "Pendidikannya memang
rendah makanya begitulah cara dia menyetir." "Mungkin ada sanak saudaranya
yg lagi emergency." De-el-el.
Ketika pelanggan, klien, nasabah komplain dan marah-marah, saya bisa memilih
utk membalasnya dengan emosi ATAU mencoba cara/pendekatan yg berbeda ATAU
mencari tahu jangan-jangan ada postur, gesture, bahasa tubuh, ucapan yang
menantang dan membuat dia marah.
Ketika bangun pagi, saya bisa memilih utk melanjutkan tidur lagi karena ada
gambar-gambar, suara-suara, feeling-feeling yg membuat malas dan tidak
termotivasi berangkat kerja ATAU mengubah dan memilih 'channel', image,
suara yg membuat saya bersemangat dan termotivasi utk berangkat kerja.
Saya menyadari bahwa MOTIVASI datangnya dari apa yg saya ISIkan di kepala
saya setiap harinya, apa yg saya PUTAR, REWIND, FORWARD, REPLAY, TUMPUK di
'teater' kepala saya, apa yg saya DENGAR, AMPLIFY/PERKUAT di 'teater' kepala
saya. Apa yg saya ISIkan akan mempengaruhi OUTPUTnya. Jadi kalau mau
OUTPUTnya POSITIF dan BERMANFAAT, yg saya ISIkan tentunya adalah HAL-HAL yg
BERMANFAAT.
Saya yg bertanggung jawab untuk mengisikan hal-hal bermanfaat tsb ke
'teater' kepala saya dan itu saya lakukan secara SENGAJA. Ya, secara SENGAJA
karena mood, great feeling, motivasi tidak datang begitu saja. Saya yg
harus men-STIMULASI-nya dengan SENGAJA!
Lagu MY HEART WILL GO ON (Celine Dion) dan I FEEL GOOD (James Brown) pasti
memberikan efek yg berbeda kepada perasaan Anda, kepada gambar/image yg
timbul di benak Anda, ya?!
Sinetron percintaan, cerita ibu tiri yg kejam, film horor, serial kriminal
pasti akan memberikan efek yg berbeda dibanding Anda menonton acara
motivatalk atau komedi humor.
Kalau begitu Anda tahu sekarang, bahwa Andalah yg bertanggung jawab utk
mengisikan hal-hal yg bermanfaat utk mendapatkan output yg bermanfaat pula!
Bukan SAYA, KITA, ataupun ORANG LAIN!
Dalam konteks cerita saya, ketika saya down, yg saya katakan adalah:
"Bukankah ini adalah sesuatu yg kamu sukai, PASSION kamu. Kalau kamu
menyukainya, kenapa kamu down?" Image yg saya munculkan adalah wajah
audience yg tersenyum puas dan mengangguk-angguk serta acungan dua jempol.
Audio yg saya munculkan adalah tepuk tangan meriah audience dan kata-kata:
"Luar biasa sekali Pak! Menginspirasi sekali! WOW!"
Bandingkan dengan image yang saya munculkan adalah bahwa peserta pelatihan
akan 'sulit', tidak mau mendengarkan, tidak kooperatif, merasa 'sok pintar',
suara-suara yang terdengar adalah nada ketidakpuasan, sibuk mengobrol
sendiri, dering HP, de-el-el.
Kalau image tsb yg Anda munculkan, bagaimana pikiran dan perasaan Anda? Apa
yg muncul di benak Anda? Apa yg Anda dengar? Apa yg Anda rasakan? BEDA, ya?!
TIPS 2: FLEKSIBEL
Ketika saya mengajukan pertanyaan di seminar/workshop, apakah FLEKSIBEL itu,
kebanyakan peserta menjawab: "Tidak kaku", "Lentur", "Menyesuaikan dengan
sikon", "Mudah beradaptasi". Kemudian saya lanjutkan "Kalau tidak mencapai
target berarti fleksibel juga dong? Kan itu berarti tidak kaku dengan tujuan
yg mau dicapai. Itu berarti menyesuaikan dengan sikon: krisis, daya beli
rendah, kompetitor yg ganas, de-el-el". J
FLEKSIBEL bukan berarti menyesuaikan target/goal dengan kemampuan. Ini yg
umumnya terjadi. Penentuan target/goal menyesuaikan dengan kemampuan,
keahlian, wawasan, pengetahuan, keterampilan yg ada. Pasti saja
target/goal-nya tidak akan tinggi alias menyesuaikan dengan perkembangan
kemampuan tsb. Bagaimana kalau kemampuannya tidak pernah berkembang, apakah
target/goal juga tidak akan berkembang, padahal yg namanya manusia
keinginannya selalu bertambah (tidak pernah puas). Nah, tidak matching, ya?!
FLEKSIBEL di sini maksudnya adalah menyesuaikan kemampuan dengan target/goal
yg mau dicapai. Kita yg terus meng-upgrade diri sehingga pelan-pelan
kemampuan, wawasan, keterampilan, keahlian kita mendekati bahkan melampaui
target/goal yg telah kita set. Termasuk kalau mempunyai keyakinan yg tidak
mendukung pencapaian sasaran maka keyakinan tsb harus Anda ganti! Contoh:
keyakinan bahwa karena kutukan nenek moyang maka hidup saya selamanya pasti
susah karena dirunut 7 turunan semuanya adalah Office Boy. Nah, kalau
keyakinan ini tidak membantu pencapaian sasaran maka hilangkan belief tsb
dan install dengan belief yg lebih bermanfaat.
FLEKSIBEL berarti merubah gerak, bahasa tubuh, postur, cara bicara, sikap,
ketika semua itu tidak cocok utk menghadapi tipe klien/pelanggan/nasabah
tertentu. Cari pendekatan lain sehingga bisa 'masuk' dan membangun RAPPORT
(hubungan keakraban) dengan klien/pelanggan/nasabah tsb. FLEKSIBEL dapat
Anda gunakan utk pendekatan terhadap atasan, rekan kerja (colleague, peer),
bawahan, pasangan, kehidupan sosial, dlsbnya.
FLEKSIBEL berarti menganggap bahwa kegagalan adalah sebuah hadiah yg
memberitahukan utk merubah FOKUS, DISTORSI, dan GENERALISASI kita.
FLEKSIBEL tidak sama dengan PLIN PLAN karena PLIN PLAN berarti merubah
target/goal ketika sebuah cara/teknik/prinsip tidak berhasil.
Dalam konteks saya, saya belajar utk FLEKSIBEL dalam menghadapi tipe
audience mengingat mereka adalah pribadi yang unik dan berbeda. Preferensi
VISUAL berbeda dengan AUDITORI dan mereka yg KINESTETIK sehingga memerlukan
pendekatan yg sesuai utk masing-masing tipe tsb. Termasuk FLEKSIBEL ketika
alat bantu (laptop, LCD projector, speaker, dlsbnya) tidak berfungsi dengan
baik dan the show still must go on!
Saya mendistorsikan bahwa kegagalan adalah feedback bagi saya untuk
mengubah/ menyesuaikan/ memperbaiki CARA untuk men-deliver sebuah materi dan
tidak menganggap bahwa audience adalah tipe sulit. Bukankah semakin Anda
bisa mengatasi audience/klien/konsumen/pelanggan/nasabah yg sulit, itu
menunjukkan kualitas Anda sebagai seorang professional? Bahwa, ibarat
seorang petinju, Anda berada di kelas 'berat' dan pastinya hantaman-hantaman
yg Anda peroleh adalah kualitas kelas 'berat'!
TIPS 3: RAPPORT
Rapport berarti membangun hubungan. Membangun hubungan (keakraban) dengan
siapa? Dengan orang-orang yg bisa membantu pencapaian sasaran Anda. Bukan
berarti pilih-pilih teman tetapi lebih kepada menghabiskan porsi terbanyak
waktu Anda dengan orang-orang yg bisa membantu dan mendukung pencapaian
sasaran Anda.
Orang cenderung berkelompok dengan mereka yg sejenis. Orang yg suka gosip
suka berkelompok dengan sesama penggosip, yg suka komplain berkumpul dengan
sesama komplainers, pedagang berkumpul dengan sesama pedagang, orang sukses
berkumpul dengan sesama orang sukses, pemberani dengan sesama pemberani,
dlsbnya.
Sehingga salah satu cara tercepat utk memotivasi diri Anda, berkumpullah
atau bergabunglah dengan mereka yg sukses, berpikiran positif, memiliki visi
menyukai tantangan, percaya diri, atau yg sudah 'proven' (terbukti)
berhasil yg dapat mengajarkan kepada Anda CARA-nya.
Kabar baiknya adalah bahwa hampir semua masalah di dunia ini sudah pernah
dialami oleh orang lain dan sudah ada solusinya sehingga yang perlu Anda
lakukan adalah mencari mereka yg sudah terbukti 'proven' utk mengajarkan
Anda CARA yang lebih CEPAT dan EFEKTIF dalam mencapai target/goal Anda.
Manusiawi sekali bahwa orang tidak suka (iri) dengan mereka yg lebih sukses,
berhasil, maju dibanding dirinya. Seringkali mereka mencibir dan mengatakan
bahwa orang lain bisa seperti itu karena KKN, nasib (sudah dari sononya),
kutukan nenek moyang, fengshui, orang tuanya, warisannya, dlsbnya. Mengapa
begitu? Karena mereka harus 'OOO' besar alias menganga lebar dan bahkan
merasa tidak nyaman ketika orang lain memberitahukan dan mengajarkan CARA yg
lebih CEPAT dan EFEKTIF. Mereka merasa seperti orang bodoh, bahkan minder
dan tidak percaya diri. Mereka merasa sudah nyaman berada di
posisi/jabatan/karir yg sekarang. Tetapi bukankah itu adalah harga yg harus
dibayar kalau ingin MAJU: merasa TIDAK NYAMAN utk sementara?!
Bangunlah dan jalinlah hubungan yg EKOLOGIS dengan siapa saja dan terutama
dengan mereka yg bisa membantu Anda lebih cepat dalam pencapaian target/goal
Anda! Mereka sudah lebih dulu menjalaninya dan menemukan SOLUSInya dibanding
Anda. Mereka ada di sana utk membantu Anda menjadi SUKSES juga!
Dalam konteks saya, sebagai seorang professional speaker dan trainer, saya
langsung mencari dan belajar dari speaker dan trainer yg paling TOP di
bidangnya. Tidak mudah karena Anda harus menemukan chemistry. Bahkan Anda
harus mempunyai modal karena mereka tidak akan membagikan ilmu mereka dengan
percuma. Tetapi bukankan itu adalah harga yg harus dibayar kalau Anda mau
lebih CEPAT dan EFEKTIF dalam pencapaian sasaran Anda?!
Saya menggeneralisasi bahwa kami sama-sama manusia, sama-sama makan nasi,
kalau dia BISA, saya juga seharusnya BISA sehingga yg saya lakukan adalah
berlatih dan berusaha LEBIH SERING, LEBIH BANYAK, LEBIH KUAT, LEBIH CEPAT!
TIPS 4: FOKUS
Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda
perlu merubah FOKUS Anda. Ketika Anda FOKUS pada suatu hal maka Anda
cenderung mengabaikan hal yg lain. Ketika Anda FOKUS pada PERASAAN, biasanya
Anda mengabaikan LOGIKA, ya?! Demikian pula sebaliknya ketika FOKUS pada
LOGIKA, biasanya Anda cenderung mengabaikan PERASAAN. FOKUS yg berbeda akan
memberikan hasil yg berbeda pula.
Sebuah kisah TOM & JERRY:
Pada suatu hari TOM dan teman kucingnya pergi berjalan-jalan dan kebetulan
melewati rumah yang di halamannya terdapat kandang si anjing SPIKE. TOM
melihat di halaman rumah tsb terpancang papan dengan tulisan "BEWARE DOG".
Apa yg terjadi? Pasti saja TOM tidak berani mendekat apalagi masuk ke
halaman rumah tsb.
Sementara teman kucing si TOM melihat hal yg berbeda. Dia melihat keset kaki
dengan tulisan WELCOME. Tebak, apa yg terjadi? Dia berani mendekat dan
bahkan mau masuk ke halaman rumah tsb.
Apa yg membedakan antara apa yg dilihat TOM dan teman kucingnya? YES,
FOKUS-nya!
FOKUS pada kebaikan atasan, rekan kerja, bawahan, perusahaan, organisasi,
pasangan akan memberikan dampak yg berbeda pada pikiran dan perasaan Anda
dibanding kalau Anda FOKUS pada kelemahan, kekurangan, kejelekan, dlsbnya.
FOKUS yg kuat pada outcome akan memberikan dampak yg berbeda pada pikiran
dan perasaan Anda dibanding kalau FOKUS Anda bercabang atau FOKUS pada hal
lain yg tidak mendukung pencapaian outcome Anda.
Ketika Anda FOKUS dan mengatakan pekerjaan adalah sebuah masalah maka itu
akan menjadi masalah yg menyebabkan Anda tenggelam di dalamnya. Ketika Anda
FOKUS pada pekerjaan sebagai tantangan maka jadilah itu sebuah tantangan yg
mengairahkan utk Anda atasi.
Apa yg Anda FOKUSkan akan menentukan apa yg akan Anda lihat, dengar, dan
alami. Kalau ternyata FOKUS Anda selama ini tidak membawa Anda ke hasil yg
Anda inginkan, Anda bisa mempertimbangkan utk merubah FOKUS (sudut pandang)
Anda. Mungkin ketika Anda melihat dari sudut pandang yg berbeda, Anda akan
bisa mencapai apa yg Anda inginkan dengan LEBIH CEPAT dan EFEKTIF.
Dalam konteks saya, saya FOKUS pada usaha dan perbaikan usaha utk mencapai
outcome saya sebagai seorang professional speaker dan FOKUS memodel
orang-orang TOP dan TERBAIK di industri pelatihan ini. Ketika saya FOKUS
pada hal-hal tsb, saya menjadi optimis dan percaya diri pasti akan berhasil
dan sukses di industri ini karena saya belajar dan memodel dari yg TERBAIK.
Saya mengabaikan hal-hal lain (gambar, suara, perasaan) yg menjauhkan saya
dari pencapaian impian saya.
TIPS 5: DISTORSI
Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda
perlu merubah DISTORSI Anda. DISTORSI berarti memaknakan sesuatu secara
bebas sesuai konteks.
Contoh:
1. Seorang anak yg rewel dapat dimaknakan sebagai anak yg cerewet, nakal
keras kepala atau dapat dimaknakan bahwa anak tsb sedang bertumbuh
kecerdasan/ kreatifitasnya.
2. Seorang karyawan yg ditugaskan ke pelosok terpencil utk membuka
cabang dapat mengartikan bahwa dia tidak disukai atasan, menjadi kambing
hitam, selalu kena sial, dlsbnya atau dia dapat memaknakan bahwa ini adalah
tantangan atau kesempatan utk berprestasi lebih tinggi sehingga setelah
berhasil di daerah maka dia kemungkinan besar mendapat promosi di kantor
pusat.
Distorsi yg berbeda akan memberikan hasil yg berbeda pula. Ketika seorang
anak dimaknakan cerewet, nakal, bandel maka dia akan tumbuh sesuai dengan
apa yg dicap pada dirinya. Sebaliknya ketika diartikan sedang bertumbuh
kecerdasannya maka perlakuan orang tua juga akan berbeda, ya?! Orang tua
akan merespon dan meluangkan waktu utk membimbing dengan lebih bijak dan
sabar.
Karyawan yg memaknakan bahwa dirinya adalah korban dan tidak disukai atasan
pasti tidak akan bekerja sungguh-sungguh dibanding yg memaknakan bahwa
penugasan ke pelosok tsb adalah sebuah kesempatan sehingga dia akan berusaha
sepenuh hati utk berprestasi.
Saya mendistorsikan bahwa komplain, feedback, pertanyaan, penilaian dari
audience selama ini adalah sebuah pembelajaran penting yg sangat membantu
dalam pencapaian outcome saya sebagai seorang professional speaker. Saya
bisa saja memaknakan komplain, feedback, pertanyaan, penilaian sebagai
hambatan/masalah yg menghadang dan membuat saya stres, pesimis, kurang
percaya diri tetapi saya sadar bahwa itu tidak bermanfaat dan tidak membantu
dalam pencapaian outcome saya.
Kalau sesuatu itu tidak bermanfaat, distorsikan saja maknanya sehingga dapat
membantu pencapaian tujuan/goal dengan lebih CEPAT dan EFEKTIF.
TIPS 6: GENERALISASI
Ketika Anda belum berhasil mencapai apa yg Anda inginkan maka mungkin Anda
perlu merubah GENERALISASI Anda. Manusia suka menggeneralisasi utk
menyederhanakan atau membuat kesimpulan dengan mudah.
Pengalaman seorang teman wanita yg mengalami masalah dalam hubungannya
dengan pria sebanyak 3x (diputus, dipermainkan) lalu dengan mudahnya dia
menggeneralisasi bahwa semua pria, termasuk teman baiknya ini (yaitu: saya),
adalah 'buaya darat' berdasarkan pengalaman 3x nya tersebut.
Seorang klien yg ditipu oleh tenaga penjual beberapa kali (delivery tdk
sesuai kontrak, janji yg meleset, 'cuci tangan', spesifikasi tdk sesuai,
dlsbnya) kemudian menggeneralisasi bahwa semua tenaga penjual adalah tukang
tipu.
Oknum PNS yg 'nakal', melakukan pungli, KKN, berprinsip 'pelayanan cepat
asal ada tip', dlsbnya kemudian digeneralisasi dan disamaratakan oleh
masyarakat sebagai cap utk semua PNS.
Generalisasi tsb di atas semuanya kurang bermanfaat kalau tidak mendukung
pencapaian sasaran. Wanita tsb akan bersikap dingin kepada semua pria. Klien
di atas akan acuh dan curiga terhadap semua tenaga penjual. Masyarakat akan
bersikap antipati terhadap semua kebijakan pemerintah.
Sebaliknya kalau wanita di atas mengubah generalisasinya bahwa: "Semua
manusia pasti ada jodohnya", "Manusia diciptakan berpasangan", "Tuhan sudah
menciptakan pria yg sesuai utk saya di luar sana. Yang perlu saya lakukan
adalah lebih berhati-hati selanjutnya!"
Kira-kira di dalam konteks mendapatkan pasangan lagi, generalisasi mana yg
lebih bermanfaat untuk si wanita? TEPAT, yg kedua, ya!
Untuk konteks saya, saya menggeneralisasi bahwa: Jika dia BISA, saya juga
pasti BISA. Saya hanya perlu melakukannya LEBIH SERING, LEBIH BANYAK, LEBIH
KUAT, LEBIH CEPAT, LEBIH GIAT!
Masih ingat sharing saya di awal tentang masa-masa terkelam dalam hidup saya
termasuk biaya pernikahan harus saya cicil 6x? Saya menggeneralisasi bahwa
hidup itu seperti roda berputar: Suatu saat saya pasti akan berada di
PUNCAK! Dan ketika berada di PUNCAK, saya akan terus meng-upgrade diri
sehingga selalu lebih siap dan lebih bijak menghadapi apapun.
KESIMPULAN:
1. Apa yg Anda ISIkan atau INPUT (gambar, video, suara, musik) di 'teater'
kepala Anda akan menentukan OUTPUTnya seperti apa! Pikiran dan perasaan Anda
dipengaruhi oleh apa yg Anda INPUT atau ISIkan!
2. Kalau Anda belum mencapai apa yg Anda inginkan saat ini, saatnya Anda
mengganti FOKUS, DISTORSI, dan GENERALISASI Anda!
3. Anda mempunyai PILIHAN untuk mengisikan hal-hal yg bermanfaat dan
mendukung pencapaian outcome atau sebaliknya. Anda yg bertanggung jawab!
4. Untuk mencapai outcome tsb harus FLEKSIBEL CARAnya yaitu menyesuaikan
kemampuan dengan target/goal.
5. Bangunlah jaringan dan relasi yg EKOLOGI dengan sebanyak mungkin pihak
dan FOKUS dengan/kepada mereka yg bisa membantu Anda dalam pencapaian
sasaran.
6. TEORI SAJA TIDAK CUKUP PREN, PRAKTEKKK!!! PRAKTEKKK!!! PRAKTEKKK!!!
Sumber: http://nlpintoaction
com/aplikasi-nlp/tips-instant-mengelola-pikiran-dan-perasaan/